Archive for the ‘Umum’ Category

EDITING VIDEO UNTUK DISIMPAN DI USB SEHINGGA BISA DIPUTAR DI HEAD UNIT MOBIL ATAU VCD/DVD PLAYER

Ini sekedar tips parameter encoding video sehingga bisa disimpan di flash disk dan diputar di head unit mobil atau VCD/DVD player.

A. Membuat video untuk bisa diputar disimpan di flash disk yang bisa diputar atau dimainkan di VCD/DVD player atau Head Unit Player di mobil

B. Video bisa hasil editing rekaman sendiri atau download dari Youtube banyak video digabungkan menjadi satu, atau kreasi lalinnya.
C. Bisa diedit di software “VideoPad”
D. untuk bisa disimpan di USB flashdisk sehingga diputar di VCD/DVD Player atau head unit mobil.

1. setelah selesai editing
2. Export Portable Video, pilih Portable Video, isi:

Preset :Custom
File Format : .mpg
Resolution :320 x 240 / 480 x 272 / 640 x 480 (sudah test yang 480 x 272)
Maximum Frame Rate:Custom (25.000)

Video
Encoder Options..
Compression : MPEG1 (VCD standar low bote rate.)
Average bitrate :1150
Maximum bitrate :1150

Audio
sample rate : 4410
Bitrate : 224 atau lebih

HACK NOKIA E63

HP qwerty, dengan fitur lumayan terutama untuk office dan Wifi internet pilihan jatuh di E63, yang jelas dari segi dana dan kompatibilitas (yang saya tahu).Maksud hati setelah beli mau install Al qur’an asgatech dan Islamic calender juga haditsnya, eh setelah coba instal ga iso-iso,certificate expired, certificate error dan seterusnya, setelah cek sana sini di google berhari-hari eh ternyata emang kudu di hack ini HP untuk bisa instal tambahan.
Trus dari beberapa bahan yang ada dapat saya simpulkan.pertama seperti di atas bahwa untuk instal apllikasi harus apllikasi yang SIGN tidak bisa yang UNSIGN. kedua untuk instal aplikasi yang UNSIGN harus hack HPnya.Ketiga hack HP ternyata butuh aplikasi yang terSIGN,padahal aplikasinya belum terSIGN.Untuk bisa instal ke HP maka aplikasi tadi harus di SIGN dulu agar lulus sertifikat HP.Keempat, untuk bisa menSIGN aplikasi tadi butuh program lain yag kudu diinstal di komputer. Kelima ,setelah diinstal di komputer harus mendapatkan sertifikat HP berdasar no IMEI HP.Keenam sertifikat ini harus dengan mendaftarkan IMEI HP di situs tertentu dengan register di situs tadi yang setelah terdaftar menunggu 12-24 jam baru login kembali untuk download certificate keynya.
Ketujuh setelah download sertifikate key ini dimasukkan ke program yang kita instal dikomputer tadi baru kemudian aplikasi hack tadi kita generate-kan di program ini agar bisa menjadi apliaksi SIGN.baru kemudian bisa diinstalkan di HP.Kedelapan setalah terinstal di HP silahan instal aplikasi yag disukai baik yang sudah SIGN maupun yag belum.

Dan akhirnya saya bisa instal al qur’an dan Islamic callender dari asgatech…

Kesimpulan: mestinya bagi yang sudah pernah menghack HP E63 punya aplikasi hack yang sudah di SIGN. Upload saja sehingga siapa yang ingin hack HPnya gal perlu register IMEInya. tinggal instal aplikasi hack tadi di HP setelah itu instal aplikasi lain kesukaan

MILIH PRESIDEN

Memilih Presiden

Tiga pasangan.
Bangsa Indonesia pada minggu-minggu ini disibukkan hajatan untuk memilih presiden. pemilihan presiden kali ini dikuti tiga pasangan, sesuai urut deklaarasi. Pertama pasangan Yusuf Kalla- Wiranto, kedua pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boudiono dan ketiga pasangan Megawati- Prabowo.

Alasan Memilih capres cawapress,
Ketiga pasangan ini tentu memiliki program-program sendiri yang layak jual untuk mendapatkan massa pengusung yang banyak. selain menawarkan program, mereka juga memiliki basis akar pendukung sendiri-sendiri, bahkan mereka juga memiliki kharismanya masing-masing, yang denganya mereka dapat diterima dalam kelompok masyarakat tertentu.

Alasan budaya.
Kira-kira banyak banyak masyarakat Indonesia yang akan memilih prsidennya bukan karena program yang ditawarkan atau solusi permasalahan bangsa atau bagaimana bangsa ini akan dikelola, tetapi banyak yang memilih bukan alasan rasional tadi tapi lebih pada alasan emosional, misalnya “pokoknya calon presiden a”, ” kalau tidak b, tidak”.
Saya mungkin termasuk orang yang akan memilih bukan karena semata tawaran program bagaimana negara ini akan dikelola tapi lebih emosional, misalnya: siapa diantara calon presiden itu yang yang praktek ibadahnya lebih baik, bagaimana kondisi kelarganya, bagaimana sikap dan perilaku istrinya.
Khusus masalah istri ini saya anggap penting karena, istri ini nanti akan menjadi ibu negara dan perlu diingat bahwa bagaimanapun peran seorang ibu sangatlah penting miskipun ia tidak terlibat langsung dengan urusan negara, tetapi secara budaya ibu negara ini bisa memberikan pengaruh yang besar, bahkan pengaruh budaya yang ditimbulkan dapat merubah pola kebiasaaan masyarakat. Kalau melihat ini saya jadi cenderung milih pasangan siapa ya…ya minimal secara penampilan lahiriyah atau cara berpakaian tentu saya pilih capres cawapres yang keseharianya mncermin adab berpakaian Islam.

MERAIH KEMAJUAN

KENAPA KITA TIDAK MAJU-MAJU
Bisa jadi kita sering mengikuti pengajian, sering mengikuti workshop, seminar, pelatihan dan berbagai kursus serta sekolah, namun juga merasa tidak ada kemajuan berarti yang diraih.
Ambil contoh, ketika kita mengikuti pengajian, setelah sekian lama ternyata tidak ada perubahan berarti di diri baik secara pengetahuan maupun perilaku. Atau barangkali kita mengikuti pelatihan bahkan beberapa minggu, kemudian sekembalinya dari pelatihan kita merasa tidak mendapatkan apa.
kalau dirunut tentu banyak hal mendasari hal itu.
pertama: kekurangsiapan diri kita ketika katakanlah mengikuti pengajian atau pelatihan. Baik kurang siap secara mental maupun persiapan lainnya. Akibatnya kita mengikuti platihan dengan rasa malas, kurang kontribusi terhadap kegiatan selama pelatihan, bahkan yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pelatihan tadi adalah pikiran bahwa materi yang dibawakan oleh presenter sudah biasa dilakukan.
kedua : dari sisi presenter bisa jadi juga memiliki kondisi yang sama, yakni kurang persiapan dan merasa bahwa materi yang dibawakan sudah menjemukan dan merasa hal itu sudah biasa dilakukan oleh para peserta.
Ini barangkali yang sangat mempenagruhi kekurang berhasilan suatu kegiatan.
Apalagi dalih, bahwa paling-paling materinya hanya itu -itu saja.
kalau dicermati rasanya banyak hal yang sebenarnya hanya “itu-itu saja” atau hal biasa tapi dikemas, dikerjakan, dicarikan nuansa baru yang akhirnya justru memberikan keberhasilan yang gemilang.
Ibarat orang belajar bela diri, barangkali selama sekian tahun dan selama sesi latihan gerakan -gerakan yang dilakukan tidak ada yang baru, baik tendangan atau pukulan, tetapi perbaikan-perbaikan setiap latihan, mencari efektifitas pukulan, melatih berbagai macam teknik pukulan, maka akhirnya ia berhasil menguasai bela diri.
atau misalnya perkembangan sepeda motor, bila kita bongkar maka bentuk dasar sepeda motor itu rasanya sejak tahun ’65 hingga ‘9 tidak banyak mengalami perubahan bentuk dasar tapi penambahan, perbaikan, vareasi baru senantiasa ditambahkan setiap tahhun yang akhirnya memberikan nilai tambah.
Maka untuk meraih kemajuan, hal utama yang perlu ditanamkan adalah meninggalkan pikiran bahwa hal tersebut sudah biasa, dilakukan, sebaliknya harus ditanamkan dalam pikiran bahwa miskipun hal itu sudah biasa dilakukan maka perlu difikirkan kemungkinan vareasi baru dari hal tadi untuk memperoleh efektifitas dan efensiensi sehingga semakin mendatangkan nilai tambah.

Latihan bersama sinsei Donovan waite

Latihan Aikido bersamma shinshe Donovan Waite

Berangkat jam 16.30 tiga puluh sampai Jogya jam 18.00, kemudian mampir di UIN Sunan Kalijaga untuk menunaikan shalat Maghrib dan Isya’ sekaligus, sempat masuk halaman menuju masjid lama, kemudian kita bilang dan tanya penjaga gerbang masjid UIN SUKA dan diberitahu kalau masjidnya pindah ke timur, akhirnya kita balik ke timur dan bnar disana ada orang-orang yang sedang menunaikan shalat maghrib. Ternyata ini bangunan masjid sementara, artinya gedung yag difungsikan sebagai masjid, sebelum bangunan masjid baru selesai dibangun.
Selesai shalat kita ganti celana dogi dan melanjutnya ke Sanatadarma, miskipun lancar sempat juga nyelonong agak ke dalam alias keblandangen (jw), akhirnya kita belok lagi dan masuk aula sadar, ternyata sudah dimulai pemanasan dan kita lihat sudah mandi keringat semua, setelah absen, langsung kita ikut gabung bersama peserta lainnya dari Jogya.
Sambil menunggu sinse Donavan, peserta seminar aikido ini melatih gerakan-gerakan “jungkir balik “ bersama sinse dari dojo Sanatadharma. Kali ini para peserta karena di Jogya maka yang paling banyak adalah dari Jogya kemudian dari Solo dan dari Malang.
Begitu sinse Donovan datang suasana menjadi gemuruh, melihat sinse yag ditunggu – tunggu sudah datang dan barangkali juga postur dan serta perawakan ditambah tingkah lakunya yang lucu ramah slengekan. Begitu masuk arena sinse memulai dengan “mengheningkan cipta” beberapa saat, mnghormat pada simbol-simbol aikido baru dilanjutkan dengan pemanasan yang berjalan kurang lebih setengah jam.
Selanjutnya sesi lathan bersama yang sebenarnya gerakan-geraan dasar yang setiap kita latihan senantiasa dipraktekkan, tetapi ditangan sinse Donovan apa yang diperagkan mennjadi sesuatu yang baru karena ada gerakan detail dan bagaimana seharusnya setiap gerakan aikido dilakukan dapat kita saksikan secara gamblang, sempat juga kita ikut bahkan dua kali latihan langsung dengan sinse, gara-gara ketika sinse keliling melihat kita tidak benar alias tidak bisa melakukan gerakan dengan benar.
Akhir cerita, sinse sangat senang bisa bertemu kita dan di akhir sesi diberikan kenang-kenangan berupa bros, topeng, “sovenir manuk kuntuk”, serta kain batik motif wayang . Selesai acara diadakan foto bersama kemudian kita pamita dan balik pulang sampai rumah kira-ira jam 00.00.

Catatan Perjalanan

Catatan Perjalanan.

Beberapa hari yang lalu saya mengadakan lawatan ke Rembang, masih di minggu bulan Mei ini. Saya berangkat kurang lebih jam 14.00 sampai di Rembang kurang lebih jam 16.30.

Mulai Perjalanan: menuju Grobogan Purwodadi, jalan bergelombang

Perjalanannyapun lancar, miskipun jalan raya solo purwodadi/grobongan di beberapa titik jalan ibaratnya melewati sungai kering karena jalanan telah lobang dan penuh kubangan bahkan jalanan yang tidak rata dan bergelombang ditambah habis hujan. Untuk menyiasati jalan itu kita sampai di sumber lawang memilih jalan alternatif  jalan yang menuju waduk kedungombo hingga mencapai wilayah Gundih ???. Jalanan menuju kedungombo karena berbukit-bukit untuk kali ini jauh lebih menarik, naik turun, disepanjang jalan tumbuhan dan pohon jati nampak menghijau bahkan dibeberapa bukit sungguh betapa suburnya tanah yang disiram air hujan yang ditumbuhi jagung. Bahkan jalan beraspal yag pecah-pecah menjadi keindahan tersendiri.

Sebenarnya sepanjang perjalanan di kanan kiri jalan terlihat bukit bukit hutan pohon jati yang mulai gundul tetapi sebenarnya bukan gundul hanya karena ditanami ulang pohon yang belum besar sehingga kelihatan gundul.

Melintasi Blora: panen padi, potret lugu masyarakat pedesaan

Selepas purwodadi  grobogan sepanjang jalan menunuju bloro, yang nampak disepanjang jalan adalah persawahan yang sedang menunggu untuk di panen dan yang menarik persawahan ini begitu terhampar luas, sungguh persawahan yang tidak saya temukan sebelumnya untuk wilayah surakarta. Hanya saya saya melihat sepertinya lahan persawahan yang begitu luas meliputi grobogan, blora, cepu, rembang, pati tetapi untuk irigasi yang saya lihat hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga kurang produktif. Ini karena saya melihatnya ketika musim penghujan.

Memang terlihat pula bukit-bukit dikejauhan perbukitan yang ditumbuhi pepohonan jati tapi juga habis digunduli dan ditanami pohon baru.

Lebih dari itu, saya melihat perekonomian daerah-daerah ini sangat nampak masih terkesan minim, kesan kesahajaan terpancar sangat kuat, ternak sapi berkeliaran di mana-mana, jalan raya berlalu lalang bus-bus besar, bus pedesaan, mobil pribadi sepeda motor dan sepeda angin mengangkut jerami padi hasil bercampur baur jadi satu.

Kesan kumuh nampak di mana-mana, apalagi daerah ini merupakan daerah dataran yang air tidak langsung bisa mmengalir ke tempat rendah sehingga cenderung menggenang dipekarangan. Bahkan sepintas basih belum banyak kiranya lantai yag diperkeras hanya lantai tanah. Rumah-rumah memang hampir keseluruhan terbuat dari papan kayu (jati) yang sudah berusia sekian puluh tahun terlihat dari kekusaman warna rumah papan tadi. Berbeda dengan yang saya lihat di daerah Solo, rumah papan yang mengkilap karena dicat vernish.

Memasuki ibukota kabupaten mulai terlihat keramain kota, karena disepanjang jalan hampir tidak ditemu pusat-pusat keramaian sehingga sangat sulit untuk menemukan budaya-budaya perkotaan.

Rembang dan Sekitarnya: pantai dan desa agraris dalam pelukan Islam tradisonal

Memasuki Rembang mulai terlihat keramain kota yang berbeda dengan kota-kota sebelumnya. Udara di rembang relatif lebih panas karena memang merupakan daerah pesisir pantai utara. Sampai di Rembang kira-kira pukul 7.00 sore. Kita disambut sangat ramah oleh Mbah Mat (KH Fathurahmat dan keluarga). Keluarga yag bersahaja tetapi sangat dihormati oleh bukan hanya masyarakat bawah tapi juga kalangan atas dan birokrat negri ini. Kami menginap semalam di rumah ini. Selepas makan malam dengan menu yang enak yang kalau dirumah sendiri pasti saya makan banyak kalau lagi bertama saya ambil sedikit masalahnya kalau banyak yang susahnya adalah pada pagi harinya. Bukan masalah sungkan atau tidaknya untu makan banyak. Tapi memang saya biasanya saya mengukur danmembatasi porsi makan untuk menjaga berat badan dan keehatan tubuh.

Oh ya selepas makan malam kami dilanjutkan bincang-bincang tentang berbagai hal mulai masalah pesantren, politik, keluarga dan lain-lain. Untuk shalat kami lakukan jamak maghrib dengan isa’ di masjid rumah mbah Mat, pagi harinya setelah shalat shubuh, kami jalan-jalan menuju pantai utara rembang yang hanya berjarak beberapa meter dari kediaman Mbah Mat.

Pantai ini sebelah utara jalan Dendeles jalan yang dibangun secara kerjasama paksa oleh gubernur Dendeles semasa penjajahan Belanda dulu. Jalan ini berada di pinggir pantai sehingga meliwati jalan ini akan menyaksikan pemandagan pantai. Di pantai Rembang yang saya lihat di sebelah timur pantai wisata kartini rembang, tepat dibelakang rumah seseorang saya berdiri dibelakang pelataran belakang ruah tersebut dibuat bercor membentengi rumah tersebut dari ombak pantai, rumah yang cukup megah tetapi di sampingnya rumah-rumah kumuh khas perkampungan nelayan.

Pantai yang saya bayangkan berpasir indah bersih ternyata airnya kotor, tempat membuang sampah dan tidak ada pasirnya karena sudah diuruk untuk perluaan rumah-rumah. Pohon bakaupun sudah tidak ada. Nelayan pantai utara di rembang ini terlihat sangat banyak apalagi pagi hari ini.

Beberapa saat kemudian kami kembali ke rumah mbah Mat, menikmati minum kopi pagi dan teh sembari menggigit pisang goreng, ehm nikmat. Pagi hari ini kami menuju ke daerah sluke, gunem atau tepatnya saya kurang hapal tetapi melewti daerah-daerah tadi. Ingin menemui seseorang yang memiliki yayasan sosial dan pendidikan. Melewati daerah-daerah ini, lagi-lagi sangat khas rumah papan yang kusam tidak teratur pekaranngan yang kumuh, sapi-sapi di mana-mana, budaya masyarakat khas pedesaan. Ada suat daerah yang penuh ditanami pohon kelapa disamping tanaman tebu dan mangga, oh ya konon dan yang saya lihat Rembang ini sangat cocok untuk ditanami pohon mangga.

Tanah rembang juga menyimpan berbagai bahan tambang dari batu kuarsa bahan baku kaca, bahkan 7 dari 11 bahan semen ada di Rembang ini. Termask batu gamping hanya saja mungkin membutuhkan anak-anak bangsa yag cerdas untuk mengolah hasil tambang ini ntuk memberikan kemakmuran warganya. Anak bangsa yang bukan hanya cerdas tetapi juga berbudi luhur dan peduli terhadap nasib miskin bangsa ini di tengah kemakmuran alamnya.

Menjelang jum’at kita pergi shalat jum’at di masjid agung Rembang, jama’ahnya penuh tumpah ruah di luar masjid, sayang saya masih melihat untuk tata tertib shaf belum sepenuhnya melaksanan shaf yang lurus dan rapat.

Melihat ke atas atap rumah di Rembang nampak antena televisi menjulang di atas atap setiap rumah penduduk menyoratkan pemandangan tersendiri, karena hampir tidak ada antena yang dipasang pendek di ats rumah, semua antena dipasang tinggi dengan tiang tiang yang tinggi, menampakkan “pohon” antena di atasp rumah

Pulang Kembali: jalan beda, pemandangan beda

Kira-kira jam 14.00 kita pamitan dengan tuan rumah untuk kembali ke pulang dan kita memutuskan lewat Pati Purwodadi Grobogan setelah sebelumnya diberi tahu bahwa jalur ini  sudah bagus jalannya. Untuk lewat jalur ini kita mengikuti jalur pantura hingga juwana menuju pati, untungnya jalur pantura ini sudah banyak yang di beton karena memang rawan rusak kalau di aspal mengingat jalan ini selalu dilewati truk dengan muatan kelewat berat, belum lagi musim penghujuan yang kadang meluberkan temasuk air laut ke jalanan sehingga membuat jalan mudah cepat rusak.

Jalur Pati Grobogan juga penuh jalan bergelombang hanya saja sudah diperbaiki sehingga terasa nyaman dilewati, disepanjang jalan juga terlihat padi yang siap panen miskipun genangan air hujan nampak di berbagai pekarangan, perumahan sepintas lebih tertata dan nampak tidak terlalu kumuh dibanding lewat Grobogan Blora Rembang, memasuki Grobogan, jalanan ini melewaati perbukitan yang mengandung batu kapur dan mungkin juga barang tambang lainnya, karena saya sempat melihat posko demo penolakan pendirian pabrik semen. Di atas bukit malah terlihat pemukiman padat dan pohon-pohon jati yang dikeringkan dalam posisi tegak siap tebang. Begitu trun bukit, jalanan menuju Grobogan terlihat sangat parah rusaknya.

Sebenarnya banyak hal yang dapat dicatat dalam perjalanan ini sayang tidak membawa kamera untuk memotret setiap moment ini.

Keunikan Nama Orang Jawa

Keunikan Nama Orang Jawa

Nama seseorang bisa jadi menjadi pengharapan atau do’a akan kesuksesan bagi pemilik namanya, nama seringkali pula sangat dipengaruhi budaya lokal setempat, bahkan nama juga dipengaruhi unsur gengsi yang diharapkan dapat meningkatkan citra dirinya sebagai masyarakat modern atau perkotaan, dengan nama pula seseorang mencitrakan dirinya sebagai majikan atau atau sebagai pelayan, juga bukan sebagai kampungan.
Kaitannya dengan nama ini, misalnya ada orang yang memberi nama anaknya dengan bahasa Arab atau bahasa sansekerta atau bahasa lainnya. Uniknya misalnya ada seseorang yang memakai nama Arab sebenarnya, budaya pemakaian nama bahasa Arab yang berkembang di Indonesia dengan di negara Arab sendiri beda, kalau di Indonesia nama arab cenderung memakai bentuk semacam frasa atau ” mudhaf mudhaf ilaih” menurut tata bahasa Arab, misalnya: Abdul Ghafur, atau merupakan rangkaian kata arab semata, sedangkan di tanah Arab nama seseorang terdiri satu kata, selebihnya adalah nama bapak dan kakeknya katakanlah ada nama Zaid Umar Tsabit, maka Zaid itu nama dirinya, Umar nama bapaknya dan Tsabit nama kakeknya, mirip ini adalah nama orang barat yang biasanya selain nama dirinya dicamtumkan pula nama familinya atau istilahnya first name dan last name.
Agak berbeda dengan nama Jawa, biasanya konsonan pertama atau akhir memiliki kesamaan, misalnya nama “Sunar” yang bisa diberi akhiran bermacam – macam. Misalnya menjadi:
Sunar to
Sunar di
Sunar man
Sunar yo
Sunar ji
Sunar ti
Sunar ni
Sunar mi
Sunar ko
Sunarso

Atau Nama ” Pai”
Pai-jo
Pai-mo
Pai-ni
Pai -kem
Pai-man
Pai-min
Pai-di
Pai-no

Atau Nama ” Sutar”
Sutar- di
Sutar- ji
Sutar- mi
Sutar-ni
Sutar –si
Sutar – to

Tahun 2008

Pagi ini kita mulai menapaki tahun baru 2008.Setahun kemarin tentu banyak hal yang telah kita lakukan dan banyak pula rencana yang hendak kita lakukan tetapi karena suatu hal belum dapat kita kerjakan.
Tahun 2008 ini mudah-mudahan merupakan tahun yang kita dapat mengisinya dengan hal-hal yang lebih positif baik untuk diri sendiri keluarga, tetangga, sahabat maupun dalam kehidupan sosial dan berbangsa.

Selamat Tahun Baru 2008

SILATURAHMI DARI MA’HAD ALY BANGIL

Hari Sabtu17 Juli pagi, saya ditelpon kakak tingkat saya waktu di Ma’had Aly Manarul Islam Bangil dulu. Menanyakan apakah bisa silaturahmi ke Pondok Assalaam. Saat itu sudah mau berangkat ke Solo dan Jogya. Kalau mau silaturahmi tentu saja bisa. Langsung saya kontak bagian humas kalau mau ada tamu dari Bangil tempat saya dulu belajar di Ma’had Aly tersebut.

Rombongan dari Bangil sekitar 60 orang, satu bus. Terdiri sari ustadz saya yang mulia, Muammal Hamidi dan teman- teman akhi M ridwan, Munawir dan mahasantri Ma’had serta Jama’ah Masjid dan ibu-ibu. Rombongan tiba di Assalaam jam 17.00 kurang lebih. Wow betapa terharu saya bisa ketemu teman-teman dan tentu saja ustadzalkiram Muammal Hamidi yang sudah 15 tahunan tidak pernah bertemu sejak saya selesai dari ma’had Aly pada tahun 1991-an dulu.

Rombongan diterima oleh humas Assalaam dan langsung menuju lantai 2. Acara ramah tamah dimulai , dari rombongan di wakili langsung oleh ustdz Muammal, sedangkan dari Assalaam diwakili oleh Sekretaris  pondok ust. AR Sugeng. Kemudian dilanjutkan Shalat maghrib berjam’ah di masjid Assalaam, dan selepas itu berkeliling melihat-lihat aktifitas Assalaam. Rombongan meninngalkan Asslaam pada jam 19.00 untukmelanjutkan ke Pondok Ngruki. dan ke Jogyakarta.

Oh ya.. Saya nyantri di Ma’had Aly selama tiga tahun dan tamat pada tahun 1991. Ma’had ini merupakan Ma’had Aly (termasuk yang pertama). Lengkapnya adalah Ma’had Aly lil Fiqhi wa Da’wahMasjid Manarul Islam Bangil Pasuruan Jawa Timur. Mudirnya adalah Ustadz Muammal Hamidi,Lc.

Desa Istriku

ini desaIni pemandangan di desa istriku. Tepatnya di Tegalsari Weru Sukoharjo, ketika musim panen mulai tiba beberapa bulan yang lalu.
Awal pertama aku ke desa ini, pengairan sawahnya masih banyak mengandalkan sistem tadah hujan. Sehingga di musim kemarau banyak orang pergi kesawah tidak untuk menggarap sawah, tapi untuk membolak-balik bongkahan tanah sehingga nanti di musim awal hujan sudah siap mulai tanam. Itupun tidak memakai benih yang disemai tapi tanah dilobangi dengan tongkat kemudian gabah (benih padi) langsung dimasukkan ke lobang tadi kemudian ditutup dengan tanah. Begitulah cara bercocok tanamnya.
Bila sudah akhir panen, menjelang musim kemarau, sawah tadi ditanami kedelai, sehingga selesai panen padi masyarakat memanen kedelai. Karenanya hampir setiap tahun bisa menikmati kedelai rebus, sungguh enak dan gurih rasanya, bahkan di beberapa desa tetangga panen kedelai ini masih bisa didapatkan, bukan sekedar panen panen tetapi panen raya kedelai.
Miskipun ada irigasi dari waduk Gajah Mungkur tapi saat itu air rasanya masih sulit mengairi sawah di sekitar desa ini. Tetapi sekarang ini air irigasinya sangat lancar sehingga setiap tahun penduduk selalu panen padi, dan sekarang ini kedelai sudah sangat jarang didapat di desa ini.