RAMADHAN: BULAN AMPUNAN, MOTIVASI BERBUAT BAIK

RAMADHAN BULAN AMPUNAN: MOTIVASI TERUS MENERUS UNTUK MENABUNG KEBAIKAN

 

 

Persiapan Menyambut Ramadhan

Sebagaimana sudah menjadi pemahaman bersama seluruh umat Islam bahwa Ramadhan adalah bulan mulia karena di dalamnya ada puasa Ramadhan yang memiliki fadhilah sedemikian besar sebagai rahmat Allah kepada hambaNya. Tentu agar kita mendapatkan banyak manfaat dari keutamaan bulan Ramadhan ini maka perlu bagi kita untuk mengetahui dan memahaminya dengan baik, karena bagaimanapun menjalankan Ramadhan sesuai dengan ketentuannya sehingga bisa mendapatkan manfaatnya, adalah amalan yang berat, maka sangat perlu memahaminya dengan baik sehingga beratnya menjalankan Ramadhan ini dapat dilalui dengan baik dan memberikan banyak manfaat bagi kita fi dunya wal akhirah.

Bekal ilmu mengenai keutamaan Ramadhan:

Bulan Ampunan: Rahmat Allah Untuk HambaNya Sebagai Motivasi Mereka Senantiasa Dalam Kebaikan. Pada umumnya hadits yang sering dikutip adalah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa orang yang qiyam lailatul qadr dalam keadaan keimanan dan muhasabah, dalam redaksi lainnya disebutkan bahwa orang yang qiyam bulan Ramadhan maka akan diampuni dosanya yang telah lewat.

Begitu pula orang yang melakukan puasa Ramdhan dalam keadaan keimanan dan muhasabah akan diampuni dosanya yang telah lalu. Dengan iman dan muhasabah, tentunya, karena puasa dimaksudkan untuk ibadah pengendalian diri. Orang yang mengerjakan puasa tetapi tidak bisa mengendalikan diri dari sifat pelit, pemarah, berkata kotor dan jorok, tidak ikhlas, riya dan semua hal yang mengurangi kualitas puasa, maka sesungguhnya ia mengerjakan puasa bukan dengan iman dan muhasabah yang sungguh-sungguh.

Dua hal dalam hadits, disebutkan disini, yakni berpuasa itu sendiri di siang hari dan malamnya melakukan qiyam malam ramadhan atau lailatul qadar. Keduanya menyebutkan keutamaan ampunan dosa untuk dosa-dosanya yang telah lewat, memang para ulama berbeda pendapat mengenai apakah semua dosa besar kecil atau dosa kecil saja yang diampuni, namun dalam semangat muslim, semua ini adalah rahmat Allah yang sudah cukup bagi seorang muslim untuk banyak bersyukur secara lisan atau amaliyah. Cukup bagi seorang muslim sebagi motivasi dan dorongan untuk senantiasa membuat kebaikan dan pembenahan dalam hidup ini. Teks hadit dapat dibaca berikut ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ” . البخاري

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَن رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ” البخاري

Inilah redaksi hadits yang sudah disepakati mengenai keshahihannya, yang berisi “pengampunan dosa-dosa yang telah lewat”, ada riwayat lain dengan tambahan redaksi “dan dosa-dosa yang belakangan”. Riwayat dengan tambahan redaksi ini banyak diperbincangkan oleh para ulama dari dahulu hingga sekarang ini mengenai keshahihannya. Redaksi mengenai “diampuninya dosa yang telah lewat dan yang akan datang” misalnya dalam Tanwirul Hawalik Syarh Muwatha’ Malik karya Jalaluddin Abdur Rahman As Suyuthi, ketika membahas hadits ketika membaca aamiin dan makmun juga kemudian bila ada yang bersesuaian dengan aamiin malaikat maka diampuni dosanya yang telah lewat, kemudian dalam penjelasan berikutnya banyak disinggung mengenai amal yang menggugurkan dosa telalu maupun yang akan datang. Diantaranya adalah mengenai puasa Ramadhan, berikut ini contohnya haditsnya:

أخرج أَحْمد عَن أبي هُرَيْرَة قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من قَامَ رَمَضَان إِيمَانًا واحتسابا غفر لَهُ مَا تقدم من ذَنبه وَمَا تَأَخّر

وَأخرج أَحْمد عَن أبي هُرَيْرَة قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من صَامَ رَمَضَان إِيمَانًا واحتسابا غفر لَهُ مَا تقدم من ذَنبه وَمَا تَأَخّر

وَأخرج النَّسَائِيّ فِي الْكُبْرَى وقاسم بن أصبغ فِي مُصَنفه عَن عَن أبي هُرَيْرَة أَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ من قَامَ شهر رَمَضَان إِيمَانًا واحتسابا غفر لَهُ مَا تقدم من ذَنبه وَمَا تَأَخّر وَمن قَامَ لَيْلَة الْقدر إِيمَانًا واحتسابا غفر لَهُ مَا تقدم من ذَنبه وَمَا تَأَخّر

Dalam paparan selanjutnya dalam kitab Tanwirul Hawalik tadi, misalnya dikatakan bahwa tambahan “wamaa ta akhara” merupakan tambahan yang diingkari, tetapi Ibn Hajar mengatakan bahwa tambahan itu juga diikuti oleh hadits lainnya

Lebih lanjut betapa istimewanya Ramadhan ini, dapat kita simak dalam rangkaian hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad berikut ini,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، كَانَ يَقُولُ : ” الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ ” . مسلم وأحمد

Hadits ini memberitahukan bahwa antara shalat lima kali sehari semalam, satu Jum’at ke Jum’at lainnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dapat sebagai tebusan dosa diantara hari-hari tersebut kalau ia tidak mengerjakan dosa-dosa besar. Dengan demikian sebenarnya sehari-hari orang muslim itu dalam keadaan suci bersih, shalat lima waktu yang dikerjakannya, shalat Jum’at yang dikerjakan dari minggu ke minggu maupun puasa Ramadhan yang dikerjakannya dari Ramadhan satu ke Ramadhan lainnya, akan menjaga orang muslim ini senantiasa memiliki jiwa yang jernih bersih, sehingga tentunya akan mampu menjaganya pula dari dosa-dosa besar. Sebuah karunia dan rahmat Allah bagi kaum muslimin semuanya, inilah dorongan yang semestinya kita hayati, kita pahami dengan baik, sehingga pribadi muslim yang memiliki celupan Allah dapat benar-benar terwujud dalam diri kita, semoga Allah memudahkan kita semua untuk ini.

Manakala puasa sunnah saja, misalnya puasa Arafah dapat menghapuskan dosa tahun lalu dan tahun akan datang, dan puasa Asyura sebagai penebus dosa satu tahun sebelumnya, seperti dalam hadits berikut ini,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ. رواه مسلم

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً ، وَصَوْمُ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً . رواه أحمد

maka tentu sudah dapat dimengerti dengan baik puasa Ramadhan sebagai puasa fardlu memiliki keutamaan yang jauh lebih besar dibanding dengan puasa sunnah, dan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad menunjukkan semua itu. Seperti halnya saat nabi Muhammad menjelaskan bahwa dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya,

عَنْ عَائِشَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” رَكْعَتَا الْفَجْرِ ، خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ” مسلم

Ini dengan dua rakaat shalat sunnah qabliyah fajar, bagaimana halnya dengan shalat fardlu dua rakaat subuh itu sendiri, tentu fadhilahnya jauh lebih besar dibanding dengan dua rakaat qabiyah fajar. Kalau kita memahami ini tentu akan semakin semangat dalam menjalankannya.

Terlepas dari semu itu, rasanya yang paling penting di sini adalah bagaimana kita berlomba-lomba mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya, bisa istiqamah dari awalnya hingga akhirnya, tentu mujahadah kita dalam mengisi Ramadhan akan mendapatkan pahala tersendiri dari Allah yang tidak bisa kita kira luasnya. Semoga Allah memudahkan kita menjalankan amaliyah Ramdhan dengan baik, dan mencatatnya sebagai amal ibadah yang diterima oleh Allah. Wallahu a’lam.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: