Memanfaatkan Teknologi Informasi dengan baik

BERTANYALAH PADA GOOGLE JIKA KALIAN TIDAK TAHU

 

A. Muqaddimah

Bukan bermaksud untuk mempromosikan suatu produk atau mendukung, namun sebuah realita sosial yang nampak di depan mata dan sangat erat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mungkin bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan primer, yakni akses internet yang di dalamnya ada mesin penelusur informasi yang ingin diketahui yang salah satunya adalah Google tersebut.

Dalam hidup banyak hal yang tidak ketahui, menyangkut arti hidup itu sendiri, alam fisik dan alam sosial di mana kita hidup, maupun tentang agama kita, maka disinilah salah satu letak pentingnya kenapa kita harus belajar baik secara formal di sekolah maupun secara non formal belajar secara mandiri atau lewat pengajian, kajian-kajian, seminar, dan sebagainya.

Misalnya saat kita tersesat jalan, kita ingin tahu kosakata bahasa asing apapun, kita ingin tahu masjid terdekat dengan posisi kita, ingin mengetahui bacaan al qur’an dengan semua riwayat yang mu’tabar, jam berapakah sekarang di Maroko, siapakah pemegang kunci kakbah, siapakah CEO dari pembuat sepeda motor anda ? 15 tahun lalu mungkin masih cukup sulit bagi kita untuk mengetahui informasi itu dengan cepat. Sekarang kita dapat dengan mudah dan cepat mencari tahu informasi tersebut, bahkan semua hal yang ingin anda ketahui apapun itu, baik buruk, positif atau negatif, terlarang atau legal.

Informasi ini semua tersedia didepan mata, dalam konteks infromasi mengenai agama Islam semua tersedia dengan segala macam paham dan madzab yang menyertainya, dengan segala pemikiran yang berseliweran, lengkap dengan dukungan kitab-kitab, ulama dan ustadz maupun kiyai yang memiliki kesamaan pandangan dan pendapat masing-masing.

B. Prasyarat penting

1. penguasaan bahasa

Sebuah fenomena yang rasanya tidak mungkin lagi kita menghindar darinya, yang bisa dilakukan adalah justru mengakrabinya kemudian memanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk dapat memanfaatkan tentu banyak hal yang perlu dipahami, tetapi sekali lagi semua itu bisa ditanyakan, bahkan kalau kita tidak tahu harus bertanya apa, harus memulai dan melakukan apa, itupun bisa ditanyakan. Salah satu prasyarat dapat memanfaatkan dengan baik adalah penguasaan paling tidak bahasa Arab dan bahasa Inggris, dengan bahasa Indonesia saja maka kita hanya bisa bertanya dengan bahsa Indonesia dan dijawab terbatas dalam bahasa Indonesia tentunya, padahal dengan berbagai bahasa akan ditemukan jawaban yang lebih luas dan banyak.

Khusus bagi kita, tentu karena alqur’an dan as sunnah dalam bahasa Arab, maka dengan fasilitas yang disediakan oleh Google, akan banyak memberikan manfaat kalau kita cukup menguasai bahasa Arab, kita dapat dengan cepat menelusur kitab-kitab, haidts, ayat-ayat al qur’an maupun syarah dan tafsir. Kita dapat pula membandingkan berbagai macam pendapat para imam dan komentar-komentar ulama sekarang ini, kemudian kita mengambilnya mana yang tepat. Tentu hal ini akan lebih lengkap kalau kita ditopang oleh bahasa Arab kita yang memadai dibanding hanya mampu bahasa Indonesia saja.

2. tabayyun

Mengingat sedemikian banyaknya informasi jawaban yang diberikan dari satu pertanyaan kita, maka dibutuhkan tabayyun dari semua informasi jawaban yang disediakan itu. Kita tidak tahu persis siapa yang menjawab pertanyaan kita, Google hanya menampilkannya, kitalah yang harus cerdas memilih dan memilah mana informasi yang valid, mana informasi yang bermanfaat dan bisa dipertanggung jawabkan.

Tabayyun informasi ini sangat penting, entah darimanapun datangnya informasi yang ada. Rambu-rambu ini dapat kita ambil inspirasinya dari surat an nisa’: 94

ذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا

Juga dalam surat al hujurat: 6

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Ayat ini menganjurkan kita agar memverifikasi semua informasi yang kita dapatkan, sehingga kita tidak salah dalam memutuskan tindakan apa yang akan diambil mengenai suatu perkara yang kita hadapi. Ketidakmauan melakukan verifikasi informasi berakibat pada kesalahan mengambil sikap maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, lembaga maupun agama kita.

C. Taqlid Google.

Hal yang sangat dicela dalam Islam adalah sikap taqlid, yakni sikap mengikuti pendapat orang lain, menelannnya mentah-mentah sebagai sebuuah kebenaran tanpa mengetahui dasar pijakannya, tidak melakukan verifikasi keabsahannya. Bisa dilihat bagaimana al qur’an dalam surat al Isra’: 36 mencela sikap demikian. Justru kita diperintahkan untuk menggunakan daya pendengaran kita, penglihatan dan nurani kita untuk menjadikannya sebagai panduan sehingga denganya kita mengetahui hal-hal yang memberi faidah.

Dengan adanya google menjadikan seseorang mudah mendapatkan informasi dan menganggap bahwa apa yang didapatkannya itu sebagai sebuah kebenaran pasti karena didapatkan dari internet yang dianggap sebagai dewa kebenaran. Orang akan sangat gampang dipengaruhi oleh berbagai pendapat dan informasi yang disediakan oleh Google, ia akan menjadi manusia serba bingung dan ragu-ragu atau justru menjadi manusia fanatik dengan menjadi pengikut (follower) sejati dengan menutup daya kritisnya.

D. Muttabi’ Google

Barangkali istilah muttabi’ yang biasa kita kenal dalam istilah Ushul Fiqih dapat menjadi landasan bagi kita dalam mensikapi berbagai informasi yang diberikan oleh Google dari pertanyaan yang kita ajukan kepadanya. Muttabi’ adalah sikap kritis dengan menelusur dasar pijakan dan dalil yang dipergunakan sehingga kita mengetahui dalil pijakan dan dasar pemikiran dari suatu pendapat. Kitapun dapat menilai dan membandingkan dengan berbagai pendapat yang ada, bukankah Google dapat menyediakannya dengan mudah. Maka prinsip ittiba’ ini sesungguhnya dapat memebantu kita menyikapi dengan baik informasi yang ada.

Namun barangkali tidak mudah untuk menjadi muttabi’ karena membutuhkan sikap kritis, bahkan miskipun sebenarnya untuk bisa kritis inipun google bisa sangat membantu. Sikap kritis dan tabayyun membutuhkan kejelian dan proses pemikiran lebih lanjut dari informasi yang kita terima. Berpikir kritis ini dapat kita mulai dari bagaimana memilahkan antara fakta dan pendapat dari informasi yang kita terima. Kalau ada informasi misalnya ‘di akherat nanti nanti ada empat (4) golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh perempuan …. dan seterusnya” atau informasi mengenai “orang yang bersedekah derajatnya 10 kali, orang yang menghutangi derajatnya 18 kali, orang yang mempersaudarakan derajatnya 20 kali dan orang yang menyambung silaturahmi derajatnya 40 kali”,. Dengan berpikir kritis maka kita akan bertanya apakah ini semata pendapat? apakah ada dasar kuat dalilnya? Bila ada dalilnya bagaimanakah aslinya dalilnya?. Kemudian selanjutnya setelah memilah tadi adalah memberikan penilaian dari pendapat dan informasi yang telah kita terima. Selanjutnya adalah menarik kesimpulan mandiri dari apa yang telah serap dengan melalui pemilahan dan evaluasi serta kajian.

Dengan cara tersebut, sebenarnya kita sudah dapat mempraktekkan dan menggairahkan diri kita untuk melakukan ijtihad. Termasuk hal yang kurang dari kita adalah gairah untuk mempraktekkan ijtihad ini entah dengan berbagai alasan yang ada tentunya, alasan paling klasik adalah ketidak mampuan, tentu saja akan terus berkepanjangan tidak mampu kalau tidak mau dan takut untuk melatih dan mencobanya.

Inilah barangkali bagaimana kita dapat memanfaatkan layanan mesin pencarian informasi yang ada untuk membuat diri kita lebih arif, lebih mengerti, lebih bisa bersikap kritis mana yang terbaik untuk diri kita. Sebaliknya kalau kita menelan apa saja informasi yang ada dan meyakininya sebagai sebuah kebenaran pasti maka sesungguhnya kita sedang mengamalkan sikap taqlid baru tanpa disadari. Semoga Allah memudahkan kita menyaring informasi yang memberi manfaat dunia akherat kita.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: