Doa Belajar

 

DOA DALAM BELAJAR

 

Makna doa belajar

Ibn Katsir dalam tafsirnya menuliskan mengenai ayat 114 surat Taha, betapa Rasulullah sangat inginnya untuk menghapal dengan segera whayu yang diterimanya dari Jibril, sehingga saat Jibril membacakan Rasulullah mengikuti bersamaan dengan Jibril sebekum Jibril selesai membacakannya, maka kemudian Allah memberitahukannya yang termudah dan paling ringan bagi Rasulullah dalam menghapal Alqur’an dan memahaminya itu. Ini sebenarnya mengandung makna pembelajaran dan pengajaran yang sangat dalam. Di antara maknanya adalah bahwa belajar itu membutuhkan proses dan dengan demikian proses menjadi penting dalam keseluruhan belajar, tidak saja hasilnya, miskipun hasil juga penting. Maka belajar tidaklah dikerjakan secara tergesa-gesa betapapun sangat inginnya untuk menguasai materi pelajaran, sabar menjalani proses sampai tuntas merupakan hal yang sangat diperlukan dalam belajar.

Inilah barngkali salah satu hikmahnya Allah mengajarkan kepada Rasulullah untuk tidak tergesa-gesa dalam menghapal dan memahami Alqur’an sebelum Jibril tuntas membacakan dan mengajarkannya kepada beliau.

{وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ}

Artinya hendaknya diam menyimak saat Alqur’an dibacakan oleh malaikat Jibril kemudian mengulanginya setelah malaikat Jibril membacakannya. Demikian pula saat kita belajar ilmu-ilmu lainnya tidak secara instan untuk bisa menguasainya tetapi dengan proses, sedikit-demi sedikit sesuai dengan kemampuan sampai selesai.

Ujung ayat ini, Allah memerintahkan agar Rasulullah berdoa memohon kepada Allah agar ditambah ilmu, dimana Allah tidak memerintahkan kepada beliau untuk minta tambah, misalnya panjang umur atau rizki, selain diperintahkan untuk minta tambah ilmu saja.

{وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا}

Yakni agar ditambahi ilmu dari Allah. Inipun sesungguhnya juga memgajarkan mengenai spiritualitas ilmu, bahwa Allah pemilik ilmu dan sumber ilmu, manusia pada dasarnya adalah tidak berilmu, kecuali apa yang Allah ajarkan saja. Dengan spiritualitas ilmu, mengajarkan ketidaksombongan dengan ilmu yang dimiliki, kesombongan ilmu adalah saat merasa ilmu yang dimiliki adalah atas jerih payahnya sendiri, dan spiritualitas ilmu mengajarkan agar ilmunya menjadi manfaat bagi dirinya maupun bagi kehidupan ini yang gilirannya memberi manfaat di hari akhir kelak. Bahkan para malaikat tetap mengatakan, “Maha Suci Engkau ya Allah, tidak ada ilmu pada kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami”, karena memang sesungguhna demikian adanya. Albaqarah: 32

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Bahkan dalam Alisra’: 85 disebutkan, bahwa manusia pada dasarnya tidak diberi apapun dari ilmu yang ada kecuali sedikit saja, dan sesungguhnya pula seberapapun hebat dan banyaknya ilmu yang dikuasai, atau seberapa mendalamnya ilmu yang dipelajari maka ilmu itu tetaplah hanya sedikit saja.

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Mengenai doa agar Allah senantiasa menambah ilmu, Ibnu ‘Uyainah seperti dikutip oleh Ibn Abbas, bahwa Rasulullah hingga akhir hayatnya senantiasa memanjatkan doa ini yakni agar Allah senantiasa menambah ilmu, hal inipun mengajarkan kepada kita pentingnya untuk senantiasa terus menerus berdoa dan berusaha memperbaiki metode belajar termasuk pengajaran kita dalam mendalami suatu ilmu. Dan dengan terus menerus berdoa ini akan senantiasa menjaga spiritualitas ilmu kita.

Namun yang perlu diperhatikan diantara etika berdoa adalah hendaknya saat berdoa itu tidaklah senantiasa dengan hati khusyuk memahami benar apa yang dimintakan kepada Allah dan dengan suara lembut penuh kerendahdirian kepada Allah yang maha mengabulkan do’a, sebagaimana Allah telah ajarakan dalam al a’raf: 55. Ada kecenderungan do’a yang dipanjatkan secara rutin akan menjadi mekanistis seperti halnya pergerakan mesin yang rutin tanpa jiwa, maka sangat perlu menjiwai dan memahami do’a dan terus memperbaiki tatacara berdoa kita.

Contoh doa belajar

Al Bukhari meriwayatkan dari Ibn Abbas mengenai bagaimana Rasulullah mendoakan dirinya agar dipahamkan oleh Allah mengenai agama Islam ini, dengan doa beliau:

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ (البخاري)

Demikian doa Rasulullah untuk Ibn Abbas, sehingga kelak Ibn Abbas menjadi orang yang berilmu. Bahkan dalam doa lainnya doa nabi untuk ibn abbas, agar Allah memberikan ilmu mengenai al qur’an, sehingga Ibn Abbas terkenal sebagai muffasir handal dari kalangan shahabat.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ ضَمَّنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الْكِتَابَ (البخاري)

Bahkan dalam riwayat al Bukhari lainnya, Rasulullah mendoakan agar Ibn Abbas mendapatkan ilmu mengenai hikmah. Yang dalam rangkaian hadits tersebut hikmah dijelaskan sebagai mendapatkan kebenaran bukan dengan jalan wahyu seperti nabi. Tetapi hikmah juga juga berarti sunnah rasulullah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ ضَمَّنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى صَدْرِهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الْحِكْمَةَ. (البخاري)

 

Do’a-do’a Rasulullah untuk Ibn Abbas tersebut, kalau digabungkan menjadi do’a diberikan kepahaman dalam masalah agama, diberikan ilmu mengenai alqur’an dan diberikan ilmu mengenai hikmah.

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، و عَلِّمْهُ الْكِتَابَ، والْحِكْمَةَ.

Doa tersebut dapat kita panjatkan untuk anak cucu kita atau siapapun dari saudara-saudara kita, bahkan para murid-murid kita, dan sesungguhnya dari sisi pendidikan dapat dijadikan inspirasi, bahwa para pendidik, para guru hendaknya dapat mendo’akan murid-muridnya, miskipun para murid ini dapat berdoa sendiri, tentu tatkala mendokan ini dengan menghadirkan kedekatan hati antara guru dan siswa.

Demikian pula, do’a ini dapat kita panjatkan kepada Allah untuk diri kita sendiri, tentunya dengan merubah redaksinya menjadi:

اللَّهُمَّ فَقِّهْنِي فِي الدِّينِ، و عَلِّمْنِي الْكِتَابَ، والْحِكْمَةَ.

Dan secara keseluruahn dalam tafsir Ibn Katsir, saat mengakhiri pembahasan ayat 114 surat Taha, beliau membawakan hadits riwayat Ibn Majah dari Abu Hurairah, bahwa dlam masalah ilmu, memanjatkan doa agar ilmu yang Allah berikan dapat bermanfaat, Allah memberikan ilmu yang memberi manfaat:

“اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا علَّمتني، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ”

Demikian, wallahu waliyuttaufiq ilaa aqwami tahriq.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: