Doa Agar Terhindar dari Syirik

DOA TERHINDAR DARI PERBUATAN SYIRIK

 

Perlunya senantiasa waspada kesyirikan

Para nabi dan rasul yang di utus oleh Allah, membawa misi yang sama yakni tauhid, mengesakan Allah ta’ala, dan sebaliknya memberitakan agar menjauhi syirik, yang berarti menyekutukan Allah ta’ala dengan makhluknya. Beragam bentuk dari perbuatan syirik ini, sebagai contoh sebuah kisah persembahan dari dua anak Adam yang satu sebagai peternak, ia mempersembahan kepada Allah ternak yang bagus dan yang kedua sebagai petani yang mempersembahkan hasil buah-buahan yang jelek dan busuk.

Dua kisah ini sudah menggambarkan bentuk ketauhidan dimana yang mengorbankan hewannya yang paling bagus menunjukkan kemurniannya, sedangkan yang mengorbankan buah-buahan yang jelek, ia masih terkekang oleh nafsunya yang berarti ia menyerikatkan Allah dengan dirinya sendiri. Dalam kata lain ia tidak ikhlas yang berarti tidak murni dalam bertauhid, karena ia masih memiliki pamrih diri terhadap harta yang dipersembahkannya kepada Allah.

Inilah barangkali sekelumit gambaran mengenai betapa pentingnya kita mawas diri terhadap perkara syirik ini. Karena betapapun amaln yang dilakkan oleh seseorang itu sebagai amalan ibadah namun tatkala dalam mengerjakan tidak sepenuhnya ikhas untuk Allah maka sesungguhnya sudah nampak di sana kesyirikan itu yang menjadikan amalan itu tidak diterima oleh Allah.

Bahkan Luqman Al hakim juga dalam sebuah nasehatnya kepada anaknya mengatakan agar hendaknya tidak menyekutukan Allah karena syirk merupakan kedholiman. Surat Luqman: 13

“وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ” ،

Demikian pula di surat an nisa: 48, ayah menyatakan bahwa sesungguuhnya Allah tidak akan mengampuni manakala Allah dipersekutukan, namun Allah mengampuni dosa selain syirik bagi siapapun yang Allah kehendaki.

وقال تعالى:”إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ”.

Ini semua menandaskan betapa sudah seharusnya semua dari kaum muslimin memperhatikan masalah syirik ini dengan cermat. Dan senantiasa untuk memohon dengan sungguh-sungguh agar diampuni dosa syiriknya dan senantiasa memohon agar dijauhkan dari perbuatan syirik baik yang besar atau kecil, baik yang disadari atau tidak disadari.

Doa terhindar dari syirik

Mengingat begitu mendasar dan pentingnya masalah syirik ini dalam agama Islam, bisa dimengerti betapa sesungguhnya masalah syirik ini teramat lembut dan tersamar sehingga hampir bisa dikatakan tidak orang yang akan merasa aman dari perbuatan syirik ini.

Barangkali ibarat orang tersandung, saat yang terlihat adalah batu besar ia akan bisa menghindarinya, tetapi saat yang di depannya adalah batu kecil bisa saja ia tidak akan selamat dari tersandung. Maka saat seseorang melihat perbuatan sebagai syirik yang jelas terlihat karena memang nampak besar sangat bisa ia akan terhindar tetapi bagaimana dengan syirik yang tersamarkan dan terlihat kecil, maka sangat mungkin ia tersandung syirik yang dilihat kecil dan tidak nampak ini.

Sangat mungkin juga seseorang dalam shalatnya atau dalam menjadi khatib atau imam atau cermah, bahkan saat menjalan ibadah lainnya seperti haji dan berkurban, di dalam hatinya ada bisikan-bisikan setan yang mengganggu keikhlasannya dalam beribadah tadi.

Demikianlah sesungguhnya betapa berat dan susahnya seseorang menjaga dirinya dan amalannya dari godaan syirik ini. Maka untuk melindunginya Rasulullah mengajarkan doa yang dapat membentengi seseorang dari terjerumus ke dalam kesyirikan. Tentu ia juga harus terus memohon ampun kepada Allah atas dosa syiriknya yang mungkin tidak ia sadari sebagai perbuatan syirik.

Seseorang memang sangat mungkin tidak akan aman dari melakukan dosa syirik ini karena memang sedemikian tersamarnya syirik ini sehingga terluput dari perhatian kaum muslimin. Rasulullah mengingatkan dihadapan para sahabat yang merupakan orang-orang terpilih, generasi terbaik umat ini, agar mereka semua mewaspadai syirik ini, karena syirik itu lebih lembut dan lebih tersamarkan dibandingkan dengan suara langkah kaki semut sekalipun.

Betapa dapat kita bayangkan rasanya belum ada yang dapat mendengarkan bunyi kaki langkah semut, kecuali semut yang di dalam telinga manusia. Karena sedemikian tersamarkannya dibanding dengan suara semut merayap, maka salah seorang shahabat bertanya kepada Rasulullah, bagaimana bisa mewaspadai syirik ini, sementara syirik itu sedemikian tersamarkannya, karena tentu saja dalam benak shahabat tadi bagaimana mampu seseorang menghindari syirik yang sedemikian tersembunyi ini.

Mendengar shahabat tadi lantas Rasulullah mengajarkan doa, “ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan apapun yang kami ketahui dan kami mohon ampun kepadaMu dari menyekutukanMu terhadap apa yang tidak kami ketahui”

“اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ ”

Atau :

اللهمَّ إنا نعوذُ بك مِن أن نُشْرِكَ شيئًا نعلَمُه ونستغفِرُك لِما لا نعلَمُه

Doa yang pertama ini dapat dilihat dalam imam Bukhari di Adabul Mufrad yang dinilai shohih oleh Al albani dalam Shahih Adabul Mufrad. Dan yang kedua juga dalam At targhib watarhib oleh Al mundziri juga dalam Majma’uzawaid oleh Al haitsami. Redaksi sebagaimana berikut ini:

خطَبَنا رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم ذاتَ يومٍ فقال يا أيُّها النَّاسُ اتَّقوا هذا الشِّركَ فإنَّه أخفى مِن دَبيبِ النَّملِ فقال له مَن شاء اللهُ أن يقولَ وكيف نتَّقيه وهو أخفى مِن دَبيبِ النَّملِ يا رسولَ اللهِ قال قولوا اللهمَّ إنا نعوذُ بك مِن أن نُشْرِكَ شيئًا نعلَمُه ونستغفِرُك لِما لا نعلَمُه

Dalam beberapa penjelasan, syirik yang sangat tidak terlihat jelas ini adalah riya’, sum’ah dan ‘ujub. Dalam ketiga bentuk ini sangat mungkin ada dalam diri seseorang manakala ia tidak memahami dirinya sendiri. Maka setiap kaum muslimin hendaknya senantiasa menghitung-hitung dirinya, senantiasa mewaspadai dirinya dari perilaku syirik ini di setiap saatnya.

Dengan demikian hendaknya kita semua kaum musllimin senantiasa bisa memperbanyak mengucapkan doa tersebut, sehingga Allah sendiri yang akan menjagakan kita dari terjerumus dosa syirik, sehingga kita pun akan merasa ringan dan mudah dalam meninggalkan perbuatan dan perkataan yang membawa kesyirikan baiak yang kita sadari atau yang tidak kita sadari, semoga Allah snenatiasa mengampuni semu dosa kita.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: