SUNNAH RASULULLAH ﷺ YANG BANYAK TERLUPAKAN

SUNNAH RASULULLAH YANG BANYAK TERLUPAKAN

 

Rasulullah adalah teladan paripurna, demikian Allah firmankan di dalam surat al ahzab: 21, sesungguhnya bagi kalian semua di dalam Rasulullah ada suri tauladan yang baik.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Rasulullah merupakan teladan dalam segala kebajikan, dalam beribadah, dalam bermu’amalah, teladan dalam beradat istiadat. Semua yang datang dari Rasulullah adalah teladan yang baik untuk diteladani sesuai dengan misinya sebagai Rasulullah. Memang ada yang khusus untuk Rasulullah , tetapi bukan berarti yang khusus itu tidak bisa dijadikan teladan, tetapi semuanya mengandung ibrah teladan bagi kita semua.

Mengingat begitu banyaknya teladan dari Rasulullah barangkali di antara umatnya ini ada yang bisa mengambil sebagain besar dari teladan beliau dalam semua hal, ada pula yang mampu mengambil teladan dari beliau dalam hal penampilan, ada pula teladan beliau yang diambil dari mu’amalahnya dan seterusnya.

Pada kesempatan ini barangkali empat (4) hal yang akan kita kaji dari teladan belia u, yang bisa dirasakan saat membaca sirah beliau, syamail beliau dan hadits-hadits yang mengisahkan bagaimana para sahabat merasakan pergaulan langsung dengan Rasulullah . Mengikuti sunnah Rasulullah juga bisa dalam bentuk bagaimana beliau bertemu, bergaul, berbicara dengan orang lain, misalnya:

  1. Sunnah berkata bagus dan berucap dengan lemah lembut

    Ini bisa kita bilang sebagai sunnah Rasulullah , tentu saat kita berkata bagus, dengan lemah lembut dengan niat mengikuti sunnah Rasulullah yang senantiasa berkata dengan indah dan lemah lembut, maka kita akan mendapatkan pahala karena perbuatan kita mengikuti jejak Rasulullah , bukankah Allah sudah menjelaskan demikian dalam al qur’an tentu melaksanakan perintah Allah dihitung sebagai kebaikan.

    Saat Allah berfirman dalam surat al baqarah: 83, dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik,

﴿وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْناً﴾

tentu Rasulullah adalah orang pertama kali yang melaksanakannya, dan tentu ini menjadi sunnah Rasulullah , bahkan untuk memotivasi umatnya agar memiliki karakter sebagai umat yang menjaga lisannya dengan berkata dengan bagus, maka Rasulullah memberitahukan kepada kita bahwa berkata bagus itu sebagai sebuah sedeqah, demikian riwayat Bukhari Muslim berikut ini:

وَالْكَلِمَةُ الطِّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

Bagaimana kita tahu betapa bernilainya sedeqah itu dalam Islam. Dan memang hikmah dari berkata bagus ini adalah terjalinnya rasa saling mencintai, menyayangi dalam hati sesama kaum muslimin. Sebaliknya kata-kata pedas, kasar, menusuk hati justru akan memalingkan orang dari kebenaran. Maka Rasulullah melarang demikian, ini sehingga memerintahkan, bilamana tidak bisa berkata dengan baik maka sebaiknya diam saja.

((وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ )) أخرجه البخاري ومسلم

  1. Sunnah tersenyum dan berwajah berseri-seri.

    Bisa kita lihat bagaimana pengaruh senyum dan wajah berseri-seri ini saat orang memasuki bank, memasuki hotel, memasuki mall dan sejenisnya pusat-pusat perekonomian dan kebendaan, demi untuk melatih para pegawai bisa tersenyum setiap saat, berapa miliar anggaran yang diperlukan untuk melatih senyum dan berwajah berseri-seri. Berapa pula waktu yang diperlukan untuk melatih, mengadakan training bisa senyum.

    Terlebih senyum sesama kaum muslimin yang dilandasi kecintaan terhadap sesama muslim tentu jauh lebih utama, memang demikianlah adanya, senyum dan wajah berseri-seri bisa menundukkan amarah, dan mendekatkan hati dan jiwa, sangatlah besar pengaruhnya. Betapa senyum ini teramat mengesankan dapat disimak misalnya, shahabat Jarir bin Abdullah al Bajali, yang mengatakan semenjak dirinya masuk Islam tidak ada yang menghalangi dirinya dengan Rasulullah , dan tidaklah setiap saat Rasulullah bertemu dirinya, kecuali Rasulullah mesti tersenyum kepada dirinya. Senyum seorang Rasul, menandakan keridhaannya kepada shahabat tadi, apalagi yang hendak didambakan selain keridhaan beliau . Demikian dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

ما حجَبني النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم مُنذُ أسلمْتُ، ولا رَآنيِ إِلاَّ تبَسَّمَ فيِ وَجْهِيْ

Ibn Umar, mengatakan, kebajikan itu enak: wajah yang berseri dan kata-kata yang bagus. Demikian al Baihaqi dalam syu’abul iman.

الْبِرُّ شَيْئٌ هَيّنِ:ٌ وَجْهٌ طَلِيْقٌ وَكَلاَمٌ لَيِّنٌ

Sebaliknya wajah cemberut, masam, dahi mengkerut, kalau ada orang muslim seperti ini, sesungguhnya tidak layak dia bergaul dengan muslim lainnya, karena hanya akan membuat jelek di jiwa, merusak rasa, dan menjauhkan dari kebenaran.

  1. Sunnah bersikap rendah hati dan lemah-lembut terhadap sesama.

    Tidak diragukan lagi bahwa sikap rendah hati dan lemah lembut ini akan memberikan efek bagus dalam menebarkan rasa kasih sayang antara sesama kaum muslimin. Membuat melelehnya hati kaum muslimin melebur menjadi satu hati sehingga memudahkan untuk menerima dan menyambut kebenaran. Inilah sikap pribadi Rasulullah yang diabadikan di dalam al qur’an bahwa berkat kasih sayang Allah kepada Rasullah maka beliau memiliki sifat lemah lembut ini, sehingga bisa mendekatkan kepada kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah , sebaliknya sifat kasar dan keras hati akan menjauhkan dari kebenaran, demikian dalam surat Ali Imran: 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

  1. Sunnah memiliki sifat pemaaf dan lapang dada.

    Tidak dipungkiri sebagai manusia, yang tidak luput dari salah dan dosa, bisa saja salah seorang di antara kaum muslimin satu sama lain membuat kesalahan yang tersengaja maupun tidak. Ini adalah hal yang wajar, tentu bagi yang melakukan kesalahan segera dapat memperbaikinya seraya memohon ampun kepada Allah.

    Namun demikian tidaklah sepantasnya kesalahan yang diperbuatnya itu menjadikan dirinya tersingkirkan, mengikuti sunnah Rasulullah maka memaafkan itu lebih baik, betapa Rasulullah sendiri bahkan saat pembebasan Makkah langsung memberikan permaafan dan pengampunan serta jaminan keselamatan. Tidak ada setetespun darah mengalir karena pembalasan kepada orang-orang kafir. Demikianlah sifat pemaaf dan lapang dada Rasulullah , betapapun dulunya beliau mendapatkan cacian, makin bahkan siksaan.

    Memang menuntut balas sesuai dengan kejahatan yang diperbuat itu diperbolehkan, dan demikianlah memang setiap kejahatan itu mendapatkan balasannya, misalnya bisa saja seorang menuntut qishash karena merasa dirinya tersakiti akibat ulah saudara muslim lainnya, tetapi memaafkan disertai perbuatan baik lainnya maka Allah sendiri yang akan menjamin pahalanya. Apalagi yang diharapkan tatkala pahala demikian itu di sisi Allah, sementara semua pahala adalah milik Allah, maka sudah tidak terbayangkan betapa pahala yang akan diberikan oleh Allah kepada orang yang suka memberikan maafnya, demikian dalam surat asy syura: 40

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Ada kecenderungan manusia dihinggapi hawa nafsu, tatkala dirinya menuntut balas akan cenderung menuntut balas lebih dari apa yang telah diperbuat saudara sesama muslim terhadap dirinya, maka kelebihan pembalasan itu bisa disebut sebagai kedhaliman yang itu tidak dicintai oleh Allah, maka seorang muslim tentu akan berusaha sekuat mungkin terhindar dari tidak dicintai oleh Allah.

Demikianlah beberapa hal teladan yang Allah berikan lewat Rasulullah, semoga kiranya Allah memudahkan kita kaum muslimin semua untuk dapat meneladani Rasulullah ini, tentu juga dalam hal-hal lainnya. والله المستعان إلى ما يحبه ويرضاه

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: