Kota Wonosobo

Wonosobo: kota dingin
Beberapa hari di Wonosobo, wah tidak terbayang sebelumnya kalau ternyata saya berada di Wonosobo beberapa hari. Kenal kota Wonosobo tentu sudah lama sekali,lewat Kota Wonosobo juga sudah beberapa kali, tetapi berada di dalamnya, tentu baru kemarin itu.
Pertama kali datang sempat kaget juga, sepintas saya lihat kotanya lumayan rame, aku kira kota yang besar. hari kedua, aku sempatkan untuk putar-putar kota. kegiatan saya dilaksanakan dari pagi sampai sore, jadi hanya bisa jalan-jalan di waktu malam hari. Maka hari pertama, selepas maghrib aku berjalan terus menuju alun-alun. Karena menjelang Isa; berbekal informasi bahwa masjid agung Jami terletak di alun-alun, maka aku coba putari alun-alun ke arah barat dan tepat ternyata masjid jami terletak di sebelah barat pojok kiri alun-alun. sebelahnya SMP 1.
Selesai sholat isa, saya mampir duduk di alun-alun,menikmati kota wonosobo sambil lihat kesibukan warga alun-alun. saat itu banyak penjual durian dan menyambut ultah wonoso, jadi ya cukup ramai. setelah saya ras cukup saya melangkahkan kaki untuk pulang,ditengah jalan ternyata teman-teman juga menuju alun-alun,wah tidak jadi pulang, balik lagi ke alun-alun. tapi mengambil arah timur duduk di pojok timur alun-alun.
Are hotspot.
nah di pojok timur alun-alun itulah banyak anak-anak remaja duduk sambil memangku laptop dengan ditemani minuman teh hangat atao susu hangat, tentu ngenet, karena di lokasi tersebut tersedia hot spot diantaranya berasal dari bank jateng yang menyediakan hot spot free, maka kalau sempat ke wonosobo dan ingin menjajal wifi, lari saja ke alun-alun.
ada lokasi lain, yakni di bawah layar tivi gede (apa namanya yaa…) juga ada fasilitas hot spot, yang di sini disupport oleh plasa telkom dan bank BRI. ke arah selatan lagi juga ada wifi, jadi kalau lagi menikmati lesehan nasi goreng atao bakmi ,rata-rata lesehan malam adalah nasi goreng, juga bisa menikmati fasilitas free wifi dari penyedia gratis,cafe.banyak sinyal, cuma tidak semuanya bisa.
Kota Dingin
Hari kedua sudah terkena flu, memang wonosobo bagi saya termasuk kota dingin lebih dingin dari tawangmangu sepertinya. Malam turun kabut sampai pagi, pernah di pagi hari menuju arah kalibeber, di dekat sd al madinah, melihat ke bawah yang terlihat hanya awan putih kabut.
tetapi aneh juga menurut aku, di kota dingin begini mencari topi gunung yang bisa menutup seluruh kepala seperti miliknya densus yang hanya kelihatan mata, mencari topi seperti itu susah sekali, terutama di malam hari. karena sejak jam enam sore saja pertokoan sudah tutup. hanya beberapa yang buka. jadi kalau malam hari tidak banyak aktifitas jual beli, beda dengan solo yang masih ramai. kalau di wonosobo paling indomart yang buka.
Pusat Kota
Pusat kota di daerah pertokoan atau pasar atau mall Rita. baik ke arah barat, timur, selatan atau utara.jarak satu kiloan ke semua arah sudah merupakan penghujung kota. Pernah sehabis sholat subuh di kampung Sudagaran Timur, di situ ada masjid besar, kemudian jalan-jalan ke arah timur ternyata sudah di penghujung kota bagian timur, terus berjalan ke arah utara sampai jalan keluar kota, belok kiri akhirnya masuh pusat kota, dan ternyata tidak jauh dan tidak melelahkan artinya bisa dijangkau. Tetapi sebenarnya wonosoba termasuk besar, dengan sukoharjo, boyolali kiranya masih lumayan besar wonosobo, karena juga disangga oleh daerah-daerah sekitar wonosobo yang relatif subur dengan pertaniannya dan juga wisatanya.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: