Mana Yang Lebih Kita Pentingkan: Dunia Atau Akherat ?

Islam Agama Dunia dan Akherat

Islam begitu komplek dan lengkap ajarannya, paling tidak dari sisi keilmuan Islam selama ini dapat dilihat ranah kajian Islam misalnya sisi fiqih, sisi akidah, sisi sejarah kebudayaan, sisi hadits, sisi akhlak, sisi tafsir, sisi tasawuf.
Dilihat dari sisi amaliyah secara garis besar bisa bedakan antara ibadah dan mu’amalah. Islam ditinjau dari aspek ajaran dan keilmuan sungguh merupakan system ajaran yang paling komprehensif, namun dari sisi pelaksanaan amaliyah praktis sehari-hari sungguh kontras sekali, antara ajaran yang begitu mulia,lengkap tetapi ternyata di sisi pelaksanaan oleh pemeluknya menunjukkan sebaliknya.
Satu contoh misalnya : dari sisi ibadah sering kali kita begitu ribet dan cerewetnya dengan detail dari ibadah ini. Shalat kita sering meributkan antara seberapa tinggi tangan diangkat,seberapa jari renggang, seberapa persis kita meletakkan tangan di atas dada, seberapa dekat kita harus merapatkan shof dan seterusnya. Bukannya ini tidak penting tapi kita diajari untuk tidak hanya memperhatikan urusan ini saja, kita hidup di dunia, kita diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumiNya, maka urusan lainpun tentang dunia ini juga tidak boleh dilupakan, bagaimana persisnya perdagangan menurut Islam, bagaimana urusan politik seharunya dipraktekkan oleh kaum muslimin, bagaimana praktek ajaran Islam membangun karaktek sehingga benar-benar menjadi sebaik-baik umat yang dapat menjadi rahmatan lil’alamin. Maka mengingat ajaran Islam yang sedemikian lengkap maka kita harus dapat melaksanakan ajaran Islam secara seimbang antara orentasi dunia dan akherat. Di dunia harus dapat menjadi contoh kebaikan dan ideal suatu umat terbaik dan di akherat tentu akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah karena di dunia ini ia memberikan kontribusi terbaik bagi dirinya,keluarga, masyarakat, bangsa dunia, lingkungan dan kepada Allah Sang Pencipta.
Memang tampaknya agak susah memadukan dua kepentingan ini, sementara orang cenderung untuk memberatkan salah satunya, kalau tidak memberikan perhatian yang berlebih bagi ibadah mahdhah tentu memberikan perhatian lebih bagi dunia dengan mengabaikan agamanya. Maka umat Islam harus melatih dirinya untuk berbuat lebih banyak,lebih baik bagi dua kepentingan ini secara seimbang. Bukan malah berargumentasi karena untuk urusan dunia,katakanlah sudah merasa kalah dengan non muslim, lantas menyimpulkan biarlah dunia diurusi “orang lain” yang penting kita kita sukses di akherat, bukan begitu, mestinya justru bagaimana kita memenangkan ke dua-duanya. Kita tetap harus memberikan perhatian yang sama untuk keduanya, karena urusan duniapun sesungguhnya dapat menghatarka ke akherat menjadi lebih baik, bayangkan bila dunia ini kemajuannya di tangan orang muslim sementara meraka juga merupakan generasi ahli ibadah tentu dunia ini lebih nyaman untuk meraih akherat lebih baik.
Pemilahan ini terjadi karena kita cenderung memberikan perhatian berlebih kepada salah satunya atau karena pandangan kita tentang Islam relatif didominasi pandangan bahwa Islam agama akherat, bahwa Islam memandang dunia hina dan akherat mulia, bahwa dunia merupakan surga bagi orang kafir dan neraka bagi orang Islam. Semoga kita kaum muslimin dapat meraih kejayaannya di dunia dan di akherat kelak. Amin

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: