PLUS MINUS PROGRAM AKSELERASI

Yang didapat di program akselerasi

Program Akselerasi merupkan percepatan waktu belajar, misalnya waktu belajar di SMP/MTSdan SMA/MA adalah tiga tahun, dengan model akselerasi maka waktu belajar tadi dapat ditempuh dalam waktu dua tahun
Siswa-siswi yang dapat menempuh program ini adalah siswa-siswi yang lulus tes masuk program akselerasi, selain tes IQ di atas 125 juga tes – tes yang lain. Sehingga ia dapat menempuh program akselerasi dan dapat menyelesaikan waktu studi selama dua tahun.
Materi yang dipelajari pada dasarnya sama dengan siswa kelas reguler, kalau sekarang memakai kurikulum KTSP maka yang dipelajari kelas akselerasi juga sama. Jadi pada prinsipnya secara kurikulum apa yang diterima oleh peserta program akselerasi sama dengan program reguler.
Karena program akselerasi merupakan siswa-siswa berbakat cerdas maka dalam penyampaian pelajaran menggunakan metode yang memang dirancang khusus untuk anak-anak cerdas.
Tetapi sebenarnya, bila seseorang dengan kemampuan relatif sama, maka dari sisi kematangan materi pelajaran antara peserta akselerasi dan reguler, maka bisa dipastikan lebih matang keilmuan siswa reguler. Lebih dari itu, karena ia belajar materi yang sama dengan rentang waktu yang lebih lama. Untuk akselerasi barang kali yang paling didapat adalah waktu menyelesaikan studi relatif pendek, tetapi dengan kurikulum yang sama ia juga mendapatkan yang sama dengan kelas reguler.
Kelas reguler dengan waktu tiga tahun ia juga mendapatkan hal sama dengan kelas akselerasi.
Saya hanya ingin melihat dari sisi apa yang dicapai oleh siswa program akselerasi. Dengan materi kurikulum yang sama maka siswa akselerasi hanya mendapatkan porsi yang sama dengan siswa reguler. Siswa reguler dengan kemampuan yang sama dengan siswa aksel ia bisa mendapatkan porsi lebih dalam rentang waktu tiga tahun.

6 comments so far

  1. rierusmanto on

    Masing-masing memang punya plus minusnya, tapi secara pribadi saya kurang suka program aksel karena kurang menunjang kematangan mental anak didik. Ada postingan saya tentang hal ini.

  2. AMIR YUSUF on

    Memang semua ada plus minusnya. setiap anak memiliki karakter belajar yang berbeda. jika anak yang memiliki karakter belajar cepat maka tepatlah jika belajar di kelas aksel. namun jika tidak memiliki karakater belajar cepat celakalah jika belajar di aksel.
    jadi aksel sebenarnya pelayanan alamiah sesuai karakter kecepatan belajar. karena sesuai dengan karakter belajarnya tentu banyak kelebihan jika dibanding dengan belajar di reguler. demikian juga sebaliknya jika karakter belajarnya biasa tentu reguler banyak kelebihan.

  3. Ani on

    Pelayanan terhadap siswa secara maksimal tentu sangat baik, kelas aksel yang dikelola dengan tepat, jujur dan profesional tentu baik. Namun perlu kehati-hatian dan persiapan matang…., tdk hanya siswa calon aksel yg hrs tes ini – itu , namun sdm dan sarpras sekolah harus disiapkan, apkh sdh memungkinkan? Tentu tidak baik jadinya bila pelayanan siswa aksel berubah menjadi “asal”.

    Jika ingin lbh bgs lg melayani siswa sbg individu yg unik, sekolah yg melayani aksel pun idealnya mjd sekolah inclusi.

  4. dani on

    ya lah karena program sih ya lah sih akselerasi sih untuk smp stm , mts sih smk sih maksimal sih ya lah 3 tahun tapi kalu program akselerasi sih di tembuh cukup dengan 2 tahun juga udah sih bisa kuliyah waktu sih di persingkat lah dengan program sih lebih enka cuma sih yayay lah sih yayay lah yayay sih kalu lebih cepat kali yayaya lah sih yaya

  5. aisya cute on

    memangnya kapan sih program akselerasi diciptakan?

  6. jodie on

    seharusnya bukan program akselerasi yang diterapkan.. akan tetapi program kekhususan yang diterapkan sejak dini. contohnya seorang anak yang mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter, sejak dini telah diberikan materi kedokteran, sehingga pada saat mengambil kedokteran seorang anak tersebut telah menguasai semua materi teori kedokteran. bayangkan berapa banyak yang telah kita pelajari tapi tidak ada artinya, bahkan tidak sesuai dengan apa yang kita cita-citakan, yg pada akhirnya semua itu hanya menjadi sampah yang tidak ada gunanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: