Latihan bersama sinsei Donovan waite

Latihan Aikido bersamma shinshe Donovan Waite

Berangkat jam 16.30 tiga puluh sampai Jogya jam 18.00, kemudian mampir di UIN Sunan Kalijaga untuk menunaikan shalat Maghrib dan Isya’ sekaligus, sempat masuk halaman menuju masjid lama, kemudian kita bilang dan tanya penjaga gerbang masjid UIN SUKA dan diberitahu kalau masjidnya pindah ke timur, akhirnya kita balik ke timur dan bnar disana ada orang-orang yang sedang menunaikan shalat maghrib. Ternyata ini bangunan masjid sementara, artinya gedung yag difungsikan sebagai masjid, sebelum bangunan masjid baru selesai dibangun.
Selesai shalat kita ganti celana dogi dan melanjutnya ke Sanatadarma, miskipun lancar sempat juga nyelonong agak ke dalam alias keblandangen (jw), akhirnya kita belok lagi dan masuk aula sadar, ternyata sudah dimulai pemanasan dan kita lihat sudah mandi keringat semua, setelah absen, langsung kita ikut gabung bersama peserta lainnya dari Jogya.
Sambil menunggu sinse Donavan, peserta seminar aikido ini melatih gerakan-gerakan “jungkir balik “ bersama sinse dari dojo Sanatadharma. Kali ini para peserta karena di Jogya maka yang paling banyak adalah dari Jogya kemudian dari Solo dan dari Malang.
Begitu sinse Donovan datang suasana menjadi gemuruh, melihat sinse yag ditunggu – tunggu sudah datang dan barangkali juga postur dan serta perawakan ditambah tingkah lakunya yang lucu ramah slengekan. Begitu masuk arena sinse memulai dengan “mengheningkan cipta” beberapa saat, mnghormat pada simbol-simbol aikido baru dilanjutkan dengan pemanasan yang berjalan kurang lebih setengah jam.
Selanjutnya sesi lathan bersama yang sebenarnya gerakan-geraan dasar yang setiap kita latihan senantiasa dipraktekkan, tetapi ditangan sinse Donovan apa yang diperagkan mennjadi sesuatu yang baru karena ada gerakan detail dan bagaimana seharusnya setiap gerakan aikido dilakukan dapat kita saksikan secara gamblang, sempat juga kita ikut bahkan dua kali latihan langsung dengan sinse, gara-gara ketika sinse keliling melihat kita tidak benar alias tidak bisa melakukan gerakan dengan benar.
Akhir cerita, sinse sangat senang bisa bertemu kita dan di akhir sesi diberikan kenang-kenangan berupa bros, topeng, “sovenir manuk kuntuk”, serta kain batik motif wayang . Selesai acara diadakan foto bersama kemudian kita pamita dan balik pulang sampai rumah kira-ira jam 00.00.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: