PROBLEMATIKA ILMU TAUHID

PEMBAHASAN TAUHID

Pendahuluan

Ilmu tauhid merupakan ilmu yang sangat penting kedudukannya dalam Islam karena ia membahas pokok ajaran Islam yakni masalah keimanan. Ilmu tauhid ini juga sering disebut dengan ilmu ushuluddin (karena membahas pokok atau dasar agama islam), juga disebut dengan ilmu akidah karena membahas ikatan atau simpul seseorang dengan agama atau keyakinannya. sedemikain pentingnya maka dalam kurikulum pendidikan Islam akidah ini menjadi mata pelajaran tersendiri.

Keilmuan Tauhid

Namun saya kira perlu disadari bahwa, ilmu tauhid sebagai sebuah ilmu, ia mempunyai frame keilmuannya tersendiri sebagaimana lazinya suatu cabang ilmu tentulah setiap ilmu itu mempunyai frame keilmuannya masing-masing yang menurut hemat kami, frame umumnya suatu ilmu adalah menjadikan sesuatu sebagi objek  kajian dari cabang ilmu tersebut. Misalnya, tubuh manusia iamenjadi objek kajian ilmu tertentu yakni biologi. Fenomena alamm semesta menjadi objek kajian ilmu fisika. antara objek kajian dan pengkaji terdapat “jarak”, pengkaji memisahkan dirinya (outsider) dengan objek kajiannya. dengan demikian ia akan leluasa memperlakukan objek kajiannya sedemikian rupa untuk menyempurnakan keilmuannya.

Dalam kaitan ini, ketika seseorang membicarakan ilmu tauhid semestinya ia menyadari bahwa ia akan meletakkan dzat Allah sebagai objek kajian, ketika seseorang melakukan demikian bisa jadi ia mengesampingkan keagungan Allah dan cendrung memperlakukan dengan sebagai objek kajian lainnya. Kenyataan ini misalnya, ada orang yang menulis lafadz Allah kemudian melempakannya ke lantai dan menginjaknya karena ia menganggap hal itu sekdar tulisan di secarik kertas tidak ubahnya dengan tulisan lainnya di kertas. dalam konteks ini keduanya tidak memiliki nilai sakralitas. Oranglah atau sisi pengkaji yang menempatkan sesuatu sebagai yang skral.

Ini sebenarnya yang menjadi masalah ketika seseorang tidak menyadari perbedaannya. bahkan lebih jauh ketika ia membicarakan Allah bisa jadi terjebak kepada penalaran-penalaran atau filsafat yang cenderung rumit dan mengkaburkan.

Saya kira yang terbaik adalah mengimani dzat Allah sebagai yang maha Kuasa yang diluar jangkauan manusia, kita hanya dapat memahami sejauh apa yang dinformasikan oleh Allah tentang dirinya di dalam al Qur’an dan sunah shahihah. Selebihnya maka itu adalah hasil pemahaman kita sendiri. Maka sebatas apa yang ada dalam al qur’an dan assunah itulah sebenarnya yang menjadi pedoman kita dalam memahami dzat Allah yang maha Agung.

Wallahu a’lam bish shawwab

4 comments so far

  1. Maren Kitatau on

    Mampelajari Allah, Sang Pencipta, tak mungkin cukup melalui text-text-Nya.
    Mempelajari Sang Pencipta lebih baik melalui apa yang telah diciptakan-Nya
    Dari pada mempelajari dari apa yg telah dikatakan-Nya.

    Yang telah dikatakannya mungkin saja hanya sekitab walau tidak mungkin cuma itu seluruhnya.
    Yang telah diciptakannya masih terus dipelajari dan telah menghasilkan jutaan kitab berganti
    Dan selalu ada lagi ada lagi yang tersembunyi pd ciptaan itu,
    Dan selalu ada lagi ada lagi spesies baru atau spesies yg hilang,
    Seolah kebenaran yg telah diperoleh dari ciptaan terus bertumbuh dan berubah.

    Aku termasuk orang tidak percaya bahwa kita dapat dekat mengenalNya hanya melalui textual-Nya.
    Text itu hanyalah manual bagiku untuk belajar tau, lalu mengenali, lalu menyayangi ciptaan itu.
    Mengenal Sang Pencipta merupakan konsekwensi logis dari menyayangi ciptaan-Nya.

    Menyayangi ciptaanNya,
    Berarti menjadi rhmat bagi segalanya!
    Hanya dgn begitu kita bisa lebih dekat kepada-Nya.

    Itu pendapatku,
    Silahkan koreksi!

    Salam Pikir Tiga!

  2. gotha on

    bagus tapi koq masih kurang yaa, kenapa cabang- cabang ilmu tauhidnya ga da??????? misalnya nafsiyah,salbiyah, manawiyah dan ma’liyahny Mana!!!!!!!!

  3. Rio on

    Allah telah sesuatu dihati kita… yang sebahagian orang menyebutnya hati nurani. Inilah keistimewaan Manusia dibanding makhluk Allah yang lain.
    Sesungguhnya ini lah yang disebut oleh Ahli tauhid sebagai Tambang Ma’rifat kepada Allah.. semakin dalam kita menggali,maka semakin dekat lah kita mengenal dan menuju Allah.. Dan alat untuk menggali tambang itu..adalah…. ZIKIR.

  4. Rio on

    Maksud saya.. Allah telah meletakkan sesuatu dihati kita..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: