MEMBANGUN RUMAH DI SYURGA

Membangun Rumah di Syurga

Rumah Dunia

Hidup di dunia, kebutuhan rumah atau tempat tinggal dilihat dari sisi ekonomi merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Rumah merupakan tempat berllindung dari panas dan hujan maupun maupun terpaan dingin angin bahkan dari ancaman binatang buas. Rumah juga tempat membina keluarga, lebih dari itu rumah merupakan pretise perlambang kemakmuran penghuninya atau tingkat budaya manusia yang dulu sebagai penghuni gua sekarang sebagai penghuni rumah mewah dengan arsetektur modern.

Mengingat begitu penting peranan rumah bagi manusia, maka muncul berbagai cabang aktifitas manusia berkaitan dengan rumah, hitung saja misalnya: toko bahan bangunan, kontraktor, developer, KPR, arsitektur, bahkan desin interior. Persawahan dan ladang subur, hutan dan pantai disulap menjadi perumahan. Inipun masih belum dapat secara keseluruhan memenuhi kebutuhan perumahan manusia, bahkan dengan model kepemilikan rumah secara kredit bahkan ada yang membangun rumah di atas lahan yang bukan haknya.

Inilah perlombaan manusia untuk memiliki rumah sendiri yang kadang mengabaikan sisi – sisi kemanusiannya sendiri, karena berprinsip hidup materialism.

Rumah Akherat

Bukan sesuatu yang tidak baik atau salah memiliki rummah yang bagus denga fasilitas lengkap baik untuk interior rumah maupun lingkungan. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa rumah yang dibangun itu memang dibangun untuk ditinggali bukan sekedar membangun untuk “menghabiskan” uang karena memiliki uang berlebih dan hampir setiap hari tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah tersebut karena rumah tak terkira banyaknya.

Al kisah, Ummu Habibah ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda:” barang siapa yang mengerjakan shalat (sunnat rawatib) dua belas rakaat sehari semalam maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga”. Setelah mendengar sabda Rasulullah ini Umu Habibah mengatakan,” “tidaklah aku meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Rasulullah”. Berkata pula perawi hadits lainnya; ‘Anbasah ibn Abi Sufyan, ” tidaklah aku meninggalkan shalat rawatib ini semenjak aku mendengarnya dari Umu Habibah”. Berkata pula Amr ibn Aus,” aku tidak meninggalkan shalat rawatib ini sejak aku mendengarnya dari Anbasah”. Berkata an Nu’man ibn Salim,” aku tidak meninggalkan shalat rawatib ini sejak aku mendengarnya dari Amr ibn Aus”. HR Muslim

Kisah ini memberikan pelajaran pentingnya membangun rumah masa depan di syurga kelak yang salah satu modalnya adalah dengan mengerjakan shalat sunnat rawatib yang sebenarnya juga sangatlah ringan untuk dikerjakkan, subahanallah betapa Maha Pemurahnya Allah terhadap hambaNya

Inilah sepenggal kisah yang sering kita lupakan, untuk membangun rumah di syurga kelak yang akan ditempati selamanya, sederhananya bagaimana mau tinggal di syurga kalau tidak pernah membangun rumah di syurga, apa mungkin termasuk orang yang membangun rumah kemudian orang lain diminta untuk menempatinya.

Demikian, keyakinan para salaf salih akan adanya balasan amal kebajikan di akherat kelak. Semoga Allah memudahkan jalan kita ke syurgaNya dan mengijinkan kita membangun rumah di syurga yang kelak menjadi tempat tinggal kita.

1 comment so far

  1. motivasicinta on

    luar biasa, saya suka artikel ini, kunjungi saya di http://www.superfamilyconsulting.blogspot.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: