Tuhan Yang Kita Sembah

Mengenal Allah

Ketika diajukan pertanyaan kepada kita siapakah tuhanmu. Tentu kita akan menjawab : Tuhanku adalah Allah. Jawaban inilah yag dikemukakan dan memang itulah jawabannya. Karena memang tuhan kita adalah Allah subhanau wa ta’ala. Dan barangkali hanya berhenti di sini, tanpa menyebutkan atribut lainnya. Barangkali demikian pula ketika kita ditanya tentang sesorang, siapakah si fulan ? Jawaban kitapun paling hanya menyebutkan tentang namanya, mungkin ditambah sekolahnya, daerahnya. Dapatkah kita menjawab siapakah si fulan degan jawaban yang mengagambarkan hakekat atau gambaran utuh tentag si fulan.

Al Qur’an sebenarnya telah memberikan kepada kita penjelasan yang jelas tentang tuhan. Bahkan di buku-buku tauhid diajarkan tentang macam-macam tauhid: ada tauhid uluhiyah (pengesaan ketuhanan) ada tauhid rububiyah (pengesaan tentang tuhan pencipta dan pemelihara) ada tauhid asma dan sifat (pengesaan Tuhan tentang af’al/perbuatan dan sifatnya).

Namun ada baiknya kita mencoba melihat informasi al Qur’an tentang tuhan ini. Di surat al Baqarah: ayat 21 – 22 Allh berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١)الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.

Ayat ini menjelaskan tentang hakekat Tuhan kita. Kepada siapakah kita menyembah? Tentu menyembah Allah, tapi ternyata diayat tersebut menjelaskan bahwa tuhan yang disembah itu adalah 1) dzat yang menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita. 2) Tuhan yang menciptakan bumi, langit, yang menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan buah-buahannya.

Tapi ketika kita hanya menyebut Allah saja, tentu hakekat Allah sebagai dzat yang menciptakan kita dan memberi rezki bahkan Allah sebagai dzat yang menciptkan alam ini, akan terlewatkan dari segenap benak dan perasaan kita.

Maka sebenarnya ayat tersebut mengajak, menggugah akal pikiran dan kesadaran kita akan hakekat Allah subahana wa ta’ala. Banyak faedah bila kita menyadari Allah dalam hakekat seperti firmanNya tersebut. Kita akan merasa dekat dengan Allah. Karena Allahlah yang menciptakan kita. Kita akan merasakan keagungan Allah, bagaimana bumi ini dihamparkan, bagaimana langit sebagai banguna tegak. Ini semua akan menggugah kesadaran kita akan keagungan Allah. Kita merasakan kasih sayang Allah, bagaiman hujan dicurahkan untuk menumbuhkan bumi yang gersang, dengan hujan pula maka kehidupan ini menjadi semarak dan bergairah lagi.

Dalam surat yang sama yakni al Baqarah ayat : 163-164

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (١٦٣)إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (١٦٤)

163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Ayat ini menjelaskan bahwa tuhan kita adalah tuhan yang esa tiada tuhan selain dia yang maha pengasih maha penyayang. Hal ini mengajarkan kepada kita bagaimana kita seharusnya memahami Allah, sehingga kita benar-benar mengerti tentang tuhan kita sebagaimana informasi Allah tentang diriNya sendiri kepada kita. Wallahu a’lam bishshawwab.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: