MANUSIA dan Al QUR’an

Manusia dihadapan al Qur’an

Allah menurunkan al Qur’an kepada ummat manusia pada sekitar empat belas abad silam lewat perantaraan Nabi Muhammad saw. Tujuan utamanya adalah sebagai petunjuk dan pembimbing manusia demi kebahagiaan hakiki mereka di dunia ini maupun dikehidupan akherat kelak.

Namun reaksi atau tanggapan manusia tidak semuanya bersikap antusias terhadap al Qur’an ini. Hal ini bisa dilihat dari sejarah tanggapan umat Nabi Muhammad sejak al Qur’an diturunkan hingga saat ini.

Berkaitan dengan hal ini, maka respon manusia terhadap al Qur’an dapat dibedakan menjadi tiga kelompok:

a. Mereka yang membenarkan dan mengimani al Qur’an. Merekalah orang yang beruntung

b. Mereka yang ragu-ragu terhadap Al Qur’an, antara mengimani dan menolak. Mereka ini perlu diberi penjelasan sehingga dengan pengetahuannya dapat menyingkirkan keraguannya

c. Mereka yang menolak dan mengingkari al Qur’an. Mereka perlu bahkan wajib didakwahi dengan bukti-bukti dan argumentasi yang dapat mematahkan keingkarannya sesuai dengan tingkat keingkarannya.

Karena itulah sebenarnya ayat – ayat al qur’an penuh dengan segala mukjizat, ayat-ayatnya teratur sesuai dengan akal pikiran. Allah menyampaikan ayat-ayatnya secara argumentatif sehingga tidak ada lagi bagi akal celah untuk menggugat al Qur’an, hanya orang yang kurang akal saja yang mencoba-coba berlagak menggugat aL Qur’an.

Sebagai contoh, Allah berfirman di surat al Lail ayat 1-3

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى (١)

وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى (٢)

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالأنْثَى (٣)

1. demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

2. dan siang apabila terang benderang,

3. dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

Ayat tersebut, dalam tata bahasa Arab disamapikan dalam bentuk sumpah: demi malam…Dalam keseharian, orang melakukan sumpah biasanya untuk sesuatu urusan yang dianggap besar, sumpahnyapun dengan sesuatu yang besar pula. Misalnya ada orang bersumpah demi kehormatan atau demi bangsa atau demi bapak ibunya (orang islam dilarang bersumpah kecuali dengan Allah).

Ketika Allah bersumpah dengan makhluknya, seperti ayat di atas di mana Allah bersumpah dengan malam, maka tentu hal tersebut bukan tanpa arti apa-apa. Pernahkah terlintas dipikiran untuk secara serius memikirkan apa hakekat diciptakannya malam, dipergilirkannya siang dan malam. Apa rahasia yang terkandung di kedua waktu tersebut.

Sesungguhnya banyak sekali ayat-ayat semakna yang semuanya menggugah akal pikiran manusia. Maka hanya orang berakal saja yang mengimani al Qur’an dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam bishawwab.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: