Archive for the ‘Uncategorized’ Category
MENAKAR PENDIDIKAN NASIONAL DAN PESANTREN
MENAKAR PENDIDIKAN PESANTREN DAN NON PESANTREN
Pendahuluan
K.ASteenbrink mengadakan penelitian mengenai dinamika kurikulum pesantren, yang hasilnya dituangkan dalam disertasinya Pesantren, Madrasah, Sekolah . Digambarkan bagaimana pesantren yang awalnya mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan dengan model pembelajarannya yang khas kemudian harus menggantinya dengan system baru model madrasah yang akhirnya juga harus menyelenggarkan model pendidikan ala sekolah. Bagaimana perubahan “kiyai” menjadi “drs” dengan segala sifat perbedaan cultural, social maupun psikologis dari kedua istilah tersebut.
Sementara di sisi lain, ada lembaga pendidikan yang sejak awal memproklamirkan dirinya sebagai pendidikan yang bernama sekolah, dengan filosofinya sendiri yang dari kacamata agama relaif bernuansa “sekuler”, guru dengan gelar sarjana/drs yang dengannya ia berhak mengajar di lembaga sekolah. Maka sekolah ini menjadi lembaga yang relative menjunjung rasionalitas dan agak mengabaikan aspek spiritual.
Model pendidikan di Indoensia
Indonesia secara umum mengenal dua model system pendidikan, pertama model pendidikan nasional dan dua model pendidikan local. Model pendidikan nasional artinya system pendidikan yang kurikulum, penilaian, pengawasan dan untuk mengukur taraf pendidikan bangsa dikelola, diawasi oleh Negara. Sedangkan pendidikan local merupakan pendidikan yang dikembangkan oleh individu-individu masyarakat baik kurikulum, system penilaian bahkan evaluasinya. Dalam kaitan dengan pengertian ini, maka tulisan ini igin melihat potret umum kedua pendidikan terutama pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Negara dan pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh pesantren.
Ditilik dari perjalanannya maka pendidikan pesantren sebenarnya jauh telah ada sebelum Negara Indonesia lahir, sedangkan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Negara baru berkembang pesat pada kira-kira tahun 70-an. Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat masa itu mengalami kejayaannya baik dari sisi jumlah murid maupun kualitasnya, tetapi semenjak dibukanya secara besar-besaran program sekolah negeri dan pendanaan yang dicurahkan untuk sekolah negeri termasuk model sekolah inpres maka lambat laun sekolah masyarakt ini banyak yang tenggalam dan nota bene merupakan sekolah-sekolah Islam.
Kedua model pendidikan ini memberikan memberikan sumbangan dalam pengembangan pendidikan masyarakat Indonesia. Barang kali yang membedakan adalah dalam masalah bidang studi yang digeluti. Secara umum system pendidikan nasional cenderung menempatkan ilmu-ilmu praktis yang berkaitan dengan pengelolaan dunia sedangkan pendidikan local lebih mengedepankan ilmu-ilmu keagamaan baik untuk pedoman praktis beragama bekal life skill untuk menghadapi tuntutan hidup dunia.
Perhatian Pemerintah terhadap Model Pendidikan Nasional dan Lokal
Mengingat sama-sama memberikan kontribusi bagi penyedian pendidikan di masyarakat maka perhatian pemerintah seharusnya bisa berimbang antar dua system pendidikan tadi. Masalahnya di lapangan seringkali pendidikan local kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Sebagai disinggung di awal, diantara bentuk pendidikan local tadi adalah pesantren. Nur Cholis Madjid dalam Bilik-Bilik Pesantren, bahkan menyebut pesantren merupakan pendidikan yang sifatnya endegius Indonesia, system pendidikan yang asli dank has dilahirkan oleh masyarakat Indonesia. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang unik. Tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama, tetapi juga karena kultur, metode, dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga agama tersebut. Karena keunikannya itu, C. Geertz menyebutnya sebagai subkultur masyarakat Indonesia (khususnya Jawa). Pesantren lahir diperkirakan pada sekitar abad 19.
Saat ini di Indonesia terdapat sekira 12.000 pesantren yang tersebar di seluruh nusantara dengan berbeda bentuk dan modelnya. Bahkan, dihuni tidak kurang dari tiga juta santri. Untuk informasi pesantren ini dapat dilihat lebih jauh di web site.
Usia pesantren yang sedemikian lama, tentu banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan Negara Indonesia. Baik sebelum atau setelah kemerdekaan. Pada zaman penjajahan, pesantren menjadi basis perjuangan kaum nasionalis-pribumi. Banyak perlawanan terhadap kaum kolonial yang berbasis pada dunia pesantren. Bahkan dalam beberapa penelitian disebutkan juga sumbangan pesantren bagi pemberdayaan masyarakat yang dalam konteks pendidikan, aksi semcam ini biasanya hanya dapat dilakukan oleh setingkat perguruan tinggi, dan hampir belum didapati lembaga pendidikan setingkat SLTA yang memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat seperti yang dilakukan pesantren.
Sebut saja beberapa tokoh dengan latar pendidikan pesantren yang dapat menduduki puncak menjadi tokoh nasional, Dr. Hidayat Nur Wahid, KH Abdurahman Wahid.
Image miring pesantren biasanya dilabelkan oleh orang atau peneliti yang tidak sepenuhnya dapat memahami pesantren secara lebih mendalam. Banyak peneliti yang yang memberikan apresisi positif terhadap keberadaan pesantren, bahkan sisi kekurangan bagi peneliti yang baginya memberikan citra negative, justru bagi pesantren hal ini menjadi kekuatan untuk secara otonom menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat.
Beberapa image negative pesantren / kritikan seringkali juga dikarenakan kecenderungan pesantren yang hanya berfokus pada masalah agama, harapan / tuntutan masyarakat yang terlalu tinggi terhadap pesantren, atau keinginan membandingkan system pendidikan atau manajemen pesantren dengan pendidikan non pesantren/manajemen ala perusahaan sekolah umumnya dan lainnya.
Demikian strategisnya pendidikan ala pesantren, tetapi secara undang-undang baru diakui keberadaanya akhir-akhir ini dengan diakomodasinya system pendidikan pesantren lewat undang-undang system pendisikan nasional 2004. Sebagai ilustrasi kira-kira sejak 5 tahun lalu yang lalu lulusan atau murid dari pesantren dapat diakui sebagai murid yang dapat diberi kesempatan langsung untuk ikut ujian Negara tanpa harus ikut mengenyam pendidikan di bangku “sekolah” karena memang pesantren telah diakui sebagai bagian dari system pendidikan nasional.
Antara Pendidikan Sistem Nasional dan Lokal
Kedua system pendidikan tersebut di atas, walaupun pendidikan local telah diakuai keberadaannya sebagai bagian dari system pendidikan nasional yang secara otomatis, pendidikan local tadi sudah menjadi system pendidikan nasional teapi masih menyisakan beberapa kekhasan sendiri-sendiri sebagai konsekuensi logis dari konsep filosofis pendiriannya. Kalau dibuat table perbandingan system pendidikan ala pesantren dan non pesantren kiranya dapat disajikan berikut ini:
| Aspek | Nasional | Lokal |
| Manajemen | Model atasan bawahan/pimpinan dan anak buah | Model one figure/kyai dengan mengedepankan hati, pemimpin dengan pengikut |
| Keuangan/pembiayaan | Pembiayaan utamanya dari Negara dengan bantuan masyarakat | Dibiayai secara mandiri oleh donator dan juga ada yang mendapatkan bantuan dari Negara baik dalam atau luar negeri |
| Input/masukan | Melalui seleksi tes atau nilai ujian akademik | Mendapatkan ijin kiyai, beberapa harus lolos ujian masuk. |
| Tujuan | Mencerdeskan kehidupan bangsa, dengan berlandaskan nilai luhur budaya bangsa | Mendidik manusia untuk mengenal penciptnya, beribadah dengan benar dan tahu kedudukannya dan tanggungjawabnya sebagai anggota masyarakat |
| Strategi dan perlakuan terhadap murid | Formal, harkat dan martabat murid diukur dari angka angka hasil ujian atau evaluasi | Non formal, diberlakukan sebagai modin (motivator dan dinamisator )masyarakat. |
| Pola pendekatan | Hubungan guru murid formal admnistratif, kaku, rasional | Hubungan guru murid bersifat bimbingan, emosional |
| Pandangan terhadap murid | Sebagi obyek yang otaknya harus dipenuhi berbagai macam pengetahuan seperti yang digariskan kurikulum. | Sebagai obyek yang harus dibimbing agar menjadi manusia yang berakhlak mulia |
| Pihak yang memutuskan mengenai apa yang harus dipelajari | Birokrat (Pemerintah pusat/Mentri Pendidikan/ pemerintah daerah) | Kiyai dan pilihan santri menghendaki untuk mengaji bidang keilmuan yang menjadi minatnya. |
Demikian, masing-masing membawa kekhasan dan keunikan sendiri-sendiri yang akan memperkaya khasanah pendidikan di Indonesia, yang dengannya tidak untuk saling menuding kekurangan yang ada atapi bagaimana bersinergi untuk membangun Indonesia lebih.
SEKOLAH DAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR
SEKOLAH VS LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR
Kali ini saya ingin melihat sekolah hubungannya dengan lembaga bimbingan belajar. Fenomena bahwa lembaga bimbingan belajar saat ini begitu banyak dan begitu banyak pula tawaran program yang diberikan.
Kondisi Sekolah
Sementara sekolah sering terpaku pada rutinitas dan aktivitas harian yang cenderung administratif dan birokratis, sehingga kurang berani melahirkan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan. Berapa banyak tips-tips atau teori-teori baru yang dihasilkan oleh sekian banyak guru kita. Rasanya masih belum banyak, juga bila melihat buku-buku atau jurnal pendidikan yang merupakan hasil tulisan dari para guru kita juga belum banyak yang dapat kita nikmati. Memang kondisi ini tidak sepenuh- kalau harus mnyalahkan- salah guru. Sistem pendidikan kita barngkali belum sepenuhnya dapat memberikan guru untuk berkreasi sedemikian rupa dengan profesinya.
Lembaga Bimbingan Belajar
Sedangkan lembaga bimbingan belajar karena harus bersaing dengan lembaga bimbingan sejenisnya maka mau tidak mau ia harus inovatif. Sebagai sebuah lembaga profit maka lembaga bimbingan belajar harus banyak kreasi agar diminati oleh siswa-siswinya. Berbeda dengan sekolah yang biaya operasionalnya banyak disuplai oleh negara untu sekolah negri atau dari iuran wali murid untuk sekolah swasta. Lembaga bimbingan belajar untuk membiayai operasionalnya harus pandai memasarkan lembaganya sehingga layak jual. Kalau tidak maka lembaga itu akan mati.
Sebenarnya saya tidak ingin memfokuskan pada kelebihan atau kekurangan dari dua lembaga tadi atau tidak ingin membuat perbandingan mengenai karakteristik keduanya. Hanya saja saya melihat bagaimana antusisme siswa-siswi terutama di kota-kota untuk mengikuti belajar tambahan baik lewat lembaga bimbingan belajar atau les private baik oleh gurunya atau lewat guru lembaga bimbingan belajar. Kadang saya bertanya ada apakah dengan sekolah kita, dengan guru kita ? Bahkan guru LBB itupun banyak pula yang merupakan guru sekolah. Tidak cukupkah anak-anak belajar di sekolah ?, haruskan mereka untuk menjadi cerdas membutuhkan belajar tambahan lewat les atau LBB. Tidak cukupkah dengan sekolah yang ada? Kalau demikian adanya, maka bagaimana sebenarnya peran sekolah dalam mencerdaskan anak bangsa? Ataukah siswa-siswi kita tidak percaya diri dengan sekolah ataukah ada kepentingan yang berbeda antara sekolah dengan LBB. Ataukah sekolah kita hanya memberikan formalitas ? atau sekedar mengajarkan permulaan ilmu yang harus diperdalam di LBB? Ataukah sekedar untuk memasuki jenjang PT dari SMA, masuk SMA dari SLTP atau lulus ujian nasional dan semester ?
Kalau sekolah hanya berfungsi formalitas, bisa jadi tidak perlu sekolah cukup mencatatkan diri di sekolah, kemudian hanya pada waktu ujian ia mengikutinya selebihnya dapat ia pergunakan untuk belajar apapun dari kehidupan ini, termasuk bekerja atau belajar skill hidup yang tidak pernah diajarkan di sekolah.
Bahkan bagaimana jadinya bila sekolah kita (utamanya) hanya menargetkan lulus UN ? tetapi kurang atau tidak mengisinya dengan karakteristik pelajar sebagai pencari ilmu yang terus didorong untuk memiliki rasa ingin tahu atau mendorong agar mampu bertanggung jawab terhadap kehidupan masa depannya yang lebih baik.
Inilah beberapa hal yang kadang menggelitik di benak saya.
PLUS MINUS PROGRAM AKSELERASI
Yang didapat di program akselerasi
Program Akselerasi merupkan percepatan waktu belajar, misalnya waktu belajar di SMP/MTSdan SMA/MA adalah tiga tahun, dengan model akselerasi maka waktu belajar tadi dapat ditempuh dalam waktu dua tahun
Siswa-siswi yang dapat menempuh program ini adalah siswa-siswi yang lulus tes masuk program akselerasi, selain tes IQ di atas 125 juga tes – tes yang lain. Sehingga ia dapat menempuh program akselerasi dan dapat menyelesaikan waktu studi selama dua tahun.
Materi yang dipelajari pada dasarnya sama dengan siswa kelas reguler, kalau sekarang memakai kurikulum KTSP maka yang dipelajari kelas akselerasi juga sama. Jadi pada prinsipnya secara kurikulum apa yang diterima oleh peserta program akselerasi sama dengan program reguler.
Karena program akselerasi merupakan siswa-siswa berbakat cerdas maka dalam penyampaian pelajaran menggunakan metode yang memang dirancang khusus untuk anak-anak cerdas.
Tetapi sebenarnya, bila seseorang dengan kemampuan relatif sama, maka dari sisi kematangan materi pelajaran antara peserta akselerasi dan reguler, maka bisa dipastikan lebih matang keilmuan siswa reguler. Lebih dari itu, karena ia belajar materi yang sama dengan rentang waktu yang lebih lama. Untuk akselerasi barang kali yang paling didapat adalah waktu menyelesaikan studi relatif pendek, tetapi dengan kurikulum yang sama ia juga mendapatkan yang sama dengan kelas reguler.
Kelas reguler dengan waktu tiga tahun ia juga mendapatkan hal sama dengan kelas akselerasi.
Saya hanya ingin melihat dari sisi apa yang dicapai oleh siswa program akselerasi. Dengan materi kurikulum yang sama maka siswa akselerasi hanya mendapatkan porsi yang sama dengan siswa reguler. Siswa reguler dengan kemampuan yang sama dengan siswa aksel ia bisa mendapatkan porsi lebih dalam rentang waktu tiga tahun.
MILIH PRESIDEN
Memilih Presiden
Tiga pasangan.
Bangsa Indonesia pada minggu-minggu ini disibukkan hajatan untuk memilih presiden. pemilihan presiden kali ini dikuti tiga pasangan, sesuai urut deklaarasi. Pertama pasangan Yusuf Kalla- Wiranto, kedua pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boudiono dan ketiga pasangan Megawati- Prabowo.
Alasan Memilih capres cawapress,
Ketiga pasangan ini tentu memiliki program-program sendiri yang layak jual untuk mendapatkan massa pengusung yang banyak. selain menawarkan program, mereka juga memiliki basis akar pendukung sendiri-sendiri, bahkan mereka juga memiliki kharismanya masing-masing, yang denganya mereka dapat diterima dalam kelompok masyarakat tertentu.
Alasan budaya.
Kira-kira banyak banyak masyarakat Indonesia yang akan memilih prsidennya bukan karena program yang ditawarkan atau solusi permasalahan bangsa atau bagaimana bangsa ini akan dikelola, tetapi banyak yang memilih bukan alasan rasional tadi tapi lebih pada alasan emosional, misalnya “pokoknya calon presiden a”, ” kalau tidak b, tidak”.
Saya mungkin termasuk orang yang akan memilih bukan karena semata tawaran program bagaimana negara ini akan dikelola tapi lebih emosional, misalnya: siapa diantara calon presiden itu yang yang praktek ibadahnya lebih baik, bagaimana kondisi kelarganya, bagaimana sikap dan perilaku istrinya.
Khusus masalah istri ini saya anggap penting karena, istri ini nanti akan menjadi ibu negara dan perlu diingat bahwa bagaimanapun peran seorang ibu sangatlah penting miskipun ia tidak terlibat langsung dengan urusan negara, tetapi secara budaya ibu negara ini bisa memberikan pengaruh yang besar, bahkan pengaruh budaya yang ditimbulkan dapat merubah pola kebiasaaan masyarakat. Kalau melihat ini saya jadi cenderung milih pasangan siapa ya…ya minimal secara penampilan lahiriyah atau cara berpakaian tentu saya pilih capres cawapres yang keseharianya mncermin adab berpakaian Islam.
MENIRU ISLAM SHAHABAT
Meniru dan Meneladani Islam Shahabat
Sumber Islam.
Sumber Islam dapat dibedakan menjadi dua pertama wahyu Allah swt dalam al qur’an dan kedua sunnah Rasulullah. Dua hal ini merupakan sumber utama agama Islam, tanpa keduanya bangunan Islam akan roboh. Pembahasan kali ini ingin membahas masalah Islam dalam perpektif shahabat. Maka akan kita bahas kedudukan sahabat dalam Islam mencakup pujian Allah dan Rasulullah terhadap sahabat ini dan fungsi mereka kaitannya dengan otentitas agama Islam.
Al Qur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Rasulullah saw, lewat perantaraan malaikat Jibril dalam rentang waktu yang lama. Rasulullah menghapal, memahami dan mengajarkan kepada para sahabatnya setiap turun wahyu, bahkan setiap Ramadhan Jibril senantiasa mengecek ulang al Qur’an ini, para sahabat yang ditunjuk Rasulullah mencatat al qur’an ini disamping mereka, para sahabat yang ada menghapalkan al qur’an ini, dan kebanyakan sahabat sebagai tradisi masyarakat saat itu yang belum populer budaya tulis mereka menghapal al qur’an ini. Bahkan dalam perkembangannya ada sahabat-sahabat senior yang sangat ahli dalam al qur’an ini yang disebut sebagai qurra’ dari para sahabat inilah al qur’an disebarkan dan diajarkan dalam tradisi lisan dan hapalan. Tranmisi al qur’an lewat sahabat – sahabat yang dalam ilmu hadits mereka adalah adil yang karenanya diterima ajaran mereka tentang Islam. Al qur’an ini diyakini umat Islam menjadi pedoman hidup umat Islam, menjadi kitab suci umat Islam, yang dengannya Islam menjadi tegak dan eksis. Keraguan terhadap isi al Qur’an berarti meragukan seluruh bangunan Islam.
Rasulullah sebagai sumber Islam, beliau yang merupakan tafsir sah dari al qur’an baik secara pengetahuan maupun perilaku atau implementasi pelaksanaan al qur’an dalam tataran praktik keseharian. Secara umum perilaku Rasululah tadi dituturkan dari secara lisan lewat orang-orang yang adil terpercaya/’aadil tsiqah kemudian dalam perkembangannya dicatat secara sistematis dalam berbagai kitab utamanya kitab-kitab hadits dan sirah. Dalam tradisi hadits, hal-hal yang tercatat tadi meliputi perbuatan, perkataan dan hammiyah ( semacam keinginan ) Rasulullah, saw.
Sahabat sebagai transmiter pertama.
Sahabat sebagai orang yang pertama kali melihat praksisnya Islam dalam diri Rasulullah mereka berusaha untuk dapat memahami dan melaksanakan Islam sebagaimana yang Rasulullah amalkan. Tentu mereka melaksanakan Islam dalam kapasitas mereka sebagai sahabat Rasulullah yang tentu secara kualitas berbeda dengan Rasulullah karena para sahabat ini betapapun hebatnya mereka bukanlah seorang rasul. Namun demikian para sahabat ini telah mendapatkan jaminan dari Rasulullah dan Alllah mengenai kualitas keislaman mereka. Dalam kaitan inilah sebenarnya kita ingin melihat rekaman perilaku Rasulullah dalam kitab hadits sebagai para sahabat mempraktekkan Islam ketika mereka melihat praktek langsung Rasulullah dalam berislam.
Perlu ditegaskan lagi di sini, bahwa kita menempatkan Al qur’an dan Rasulullah sebagai sumber Islam, dalam kaitan ini menyangkut Rasulullah sebagai sumber ajaran Islam, maka beliau menempati posisi normatif ajaran Islam, sehingga bisa jadi membutuhkan penafsiran terhadap perilaku, perkataan maupun hammiyah Rasulullah. Penafsir pertama yang paling sahih mestinya adalah para shahabat. Bila ingin melihat orisinil Islam dalam tataran praktis masyarakat Islam mestinya melihat bagaimana Islam dipraktekkan oleh para shahabat. Karena Islam shahabat ini sudah dijamin oleh Allah dan Rasuullah.
Meniru Islam Shahabat.
Berkaitan dengan ini, fokus kita adalah melihat keislaman para shahabat untuk dapat kita contoh, dan hal ini sah saja mengingat adanya jaminan Allah dan Rasulullah akan sahabat ini, misalnya. Beberapa ayat yang menjelaskan keutamaan shahabat adalah: al Fath: 18, 26, 29. At taubah: 100, 111, al Anfal: 74, an Naml: 59, ar ra’du: 28.
Adapun beberapa hadits di antaranya adalah, riwayat at Tirmidzi, bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, ada satu yang selamat yakni yang menempuh “apa-apa yang aku berjalan di atasnya dan juga para shahabatku ”, dinilai hasan oleh al Albani. Bukhari dan Musllim meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda:” jangan kalian mencela shahabatku, andai ada yang berinfaq emas sebesar Uhud, tidak akan menyamai baik satu mud atau sebagiannya”.
Manakala Rasulullah teladan mutlak tanpa salah, maka bagaimana para shahabat dalam posisi mereka sebagai manusia meneladani pribadi agung Rasulullah. Bagaimana para shahabat memahami setiap sabda Rasulullah. Bagaimana mereka menterjemahkan petunjuk Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat sesama Islam atau dengan kelompok yahudi, nasrani, orang kafir maupun orang musyrik dan munafik. Bagaimana mereka secara individu menterjemahkan apa yang mereka lihat dan mereka dengar dari Rasulullah.
Ini yang menjadi fokus kita, berislam ala shahabat, berislam sebagai hasil dari pemahaman mereka terhadap Al quran dan Rasulullah, pemahaman dan praktek Islam mereka dalam kehidupan sehari-hari telah diiyakan oleh Rasulullah dan Allah.
Maka bisa jadi kita meneladi Sahabat secara perorangan misalnya ingin meneladi sahabat Abu Dzar Al ghifari atau kita ingin meneladi Sahabat secara keseluruhan dalam kerangka melihat masyarakat Islam awal untuk membentuk masyarakat Islam di masa kini. Wallahu a’lam bish shawwab
Latihan bersama sinsei Donovan waite
Latihan Aikido bersamma shinshe Donovan Waite
Berangkat jam 16.30 tiga puluh sampai Jogya jam 18.00, kemudian mampir di UIN Sunan Kalijaga untuk menunaikan shalat Maghrib dan Isya’ sekaligus, sempat masuk halaman menuju masjid lama, kemudian kita bilang dan tanya penjaga gerbang masjid UIN SUKA dan diberitahu kalau masjidnya pindah ke timur, akhirnya kita balik ke timur dan bnar disana ada orang-orang yang sedang menunaikan shalat maghrib. Ternyata ini bangunan masjid sementara, artinya gedung yag difungsikan sebagai masjid, sebelum bangunan masjid baru selesai dibangun.
Selesai shalat kita ganti celana dogi dan melanjutnya ke Sanatadarma, miskipun lancar sempat juga nyelonong agak ke dalam alias keblandangen (jw), akhirnya kita belok lagi dan masuk aula sadar, ternyata sudah dimulai pemanasan dan kita lihat sudah mandi keringat semua, setelah absen, langsung kita ikut gabung bersama peserta lainnya dari Jogya.
Sambil menunggu sinse Donavan, peserta seminar aikido ini melatih gerakan-gerakan “jungkir balik “ bersama sinse dari dojo Sanatadharma. Kali ini para peserta karena di Jogya maka yang paling banyak adalah dari Jogya kemudian dari Solo dan dari Malang.
Begitu sinse Donovan datang suasana menjadi gemuruh, melihat sinse yag ditunggu – tunggu sudah datang dan barangkali juga postur dan serta perawakan ditambah tingkah lakunya yang lucu ramah slengekan. Begitu masuk arena sinse memulai dengan “mengheningkan cipta” beberapa saat, mnghormat pada simbol-simbol aikido baru dilanjutkan dengan pemanasan yang berjalan kurang lebih setengah jam.
Selanjutnya sesi lathan bersama yang sebenarnya gerakan-geraan dasar yang setiap kita latihan senantiasa dipraktekkan, tetapi ditangan sinse Donovan apa yang diperagkan mennjadi sesuatu yang baru karena ada gerakan detail dan bagaimana seharusnya setiap gerakan aikido dilakukan dapat kita saksikan secara gamblang, sempat juga kita ikut bahkan dua kali latihan langsung dengan sinse, gara-gara ketika sinse keliling melihat kita tidak benar alias tidak bisa melakukan gerakan dengan benar.
Akhir cerita, sinse sangat senang bisa bertemu kita dan di akhir sesi diberikan kenang-kenangan berupa bros, topeng, “sovenir manuk kuntuk”, serta kain batik motif wayang . Selesai acara diadakan foto bersama kemudian kita pamita dan balik pulang sampai rumah kira-ira jam 00.00.
MENCOBA WINDOWS 7
MENCOBA WINDOWS 7
Sudah ada keinginan lama untuk menjajal Windows 7 sejak mendengar kabar bahwa Microsoft meluncurkan Windows baru tidak lama setelah meluncurkan windows vista. Tetapi kendalanya adalah kesulitan mendapatkan windows 7 ini, kalau melihat di internet rasanya mustahil kalau harus download dengan file sebesar giga-an ini. Beruntug PC media edisi 03/2009 bahkan yang edisi ekonomis sekalipun menyediakan keping DVD yang berisi windows 7 (biassanya cuma vcd).
Singkat kata windows 7 ini saya coba di laptop toshiba satellite a501 dengan memori 1 gb berjalan dengan mulus. Instalasipun terbilang sangat sederhana (bukan mudah) tetap memerlukan pengalaman instalasi sebelumnya. Sejarah instalasi di loptop saya, awalnya saya instal ketika lewat XP maunya diupgrade tetapi tidak mau, windows Vista hanya menerima upgrade dari Vista (pernah aku coba vista tetapi sungguh berat dibanding XP akhirnya saya downgrade lagi ke XP, dan sekarang ini windows 7). Instalasi ini sederhana saja sampai akhirnya selesai, tetapi tidak menghapus seluruh C: karena dengan sisa XP plus windows 7 menjadi bergiga-giga, akhirnya saya coba instal dari booting awal dengan windows 7, sempat gagal karena coba-coba bahkan sempat tidak terbaca hardisknya, dengan bantuan hiren’s boot cd untuk prbaikan sistem file di hardisk akhirnya selesai juga instalasi windows 7 itupun hanya beberapa saat menjelang ke masjid untuk shalat maghrib, sepulang dari shalat maghrib ternyata instalasi sudah selesai.
Waktunya menjajal Windows 7
Saya coba matikan dan kemudian menyalakan, waktunya tidak butuh proses booting yang lama, bahkan untuk melihat isi dalamnyapun terbilang cepat, memainkan mp3 sambil kerja lainnya juga terasa ringan, bahkan terbilang sangat bagus untuk laptop saya dibanding windows-windows sebelumnya.
Untuk driver rata-rata dapat dikenali semua miskipun ada beberapa yang tidak dikenal, sound driver yang biasanya ngadat ternyata dapat berfungsi dengan baik. karena ini hanya for testing purposes only, maka hanya aktif selama 30 hari sejak diinstal. Kalau diregisterkan ke Microsoft kabarnya sampai bulan Agustus, selanjutnya kalau tertarik silahkan membeli…..
Review PC Media
Majalah PC Media yang menyertakan DVD windows 7 memberikan ulasan mengenai hal ini menyangkut a)Instalasi upgrade, b) sisi pengembangan windows 7 dari windows sebelumnya, c) cepat dan responsifnya windows 7, d) sisi keandalan, e) konsumsi bateri, f) keamanan dan proteksi data, g) user experience, h) dll, membuat kesimpulan bahwa windows 7 mengusung semangat “green computing” yang mengakomodasi masukan penggunanya di berbagai belahan dunia. Menggunakan daya seefisien mungkin mampu berjalan di pc dengan spesifikasi minimum (tentu ukuran sekarang bukan minimum ukuran tahun 2000 ) dengan tidak mengorbankan performence dan appearance. Bahakan PC Media mencobanya di atas prosesor atom dengan memori 1 gb dapat berjalan dengan baik.
Selamat tinggal XP
Melihat peningkatan ini bisa jadi tahun depan pengguna XP maupun vista akan beramai-ramai mengganti osnya dengan windows 7, bahkan yang belum sempat mencicipi Vista akan langsung beralih ke windows 7. Apalagi spesifikasi komputer yang dibutuhkan tidak butuh pc high end.
MEMBUAT USB READ ONLY
MEMBUAT USB READ ONLY DAN WRITE PROTECT
Berhari-hari aku nyari program atau software yang bisa membuat usb ku write protect atau mode read only. rata-rata situs yang ada hanya menyebutkan trik-trik dengan merubah regsitry secara manual, ada yang menawarkan script dengan vbs, ada juga yang dari thumbsrews (kalo ndak salah ingat), sampai akhirnya kata kunci aku ganti dengan write protect usb, dan ketemu di blognya sanyasyari.com ada program kecil yang diberi link di ziddu…tapi mau donwload kok ngak bisa-bisa,,soale koneksi internet lagi down, terpaksa dengan beberapa kata kunci di imagenya blog sanyasyari tadi aku telusuri lagi, sampai akhirnya mampir di situs-situs Jerman, ternyata software tadi banyak diberikan link donwload, seperti ini misalnya:
1. http://www.computerbild.de/programme/USB-WriteProtector_1975546.html
2 atau: http://www.heise.de/software/download/usb_writeprotector/45064
3. http://www.freeware.de/software/usb-writeprotector_31423.html
4. Ini yang diambil dari bloag sanyasyari.com: http://www.ziddu.com/downloadfile.php?uid=b66bmpyna7GanOKnaaqhkZSqZqyfmZem9
Image dari USB WriteProtector dalam bahasa Jerman:
Sebagai informasi tambahan, usb writeprotector ini besarnya kurang dari 500 kb.
Saya sendiri sudah mencoba, sekaligus cara penggunannanya adalah,
1. ketika usb saya tancapkan dan
2. kemudian aktifkan usb writeprotector dan saya pindah ke mode USB Write Protection On,
3. kemudian usb saya cabut dan saya tancapkan lagi,
4. maka ketika saya mencoba menyimpan file di usb tersebut muncul komentar seperti ini: 

5. agar dapat menyimpan di usb maka di usb writeprotector pindah ke mode USB Write Protection Off. Maka kita dapat menyimpan file dan melakukan perubahan di usb.
Keunikan Nama Orang Jawa
Keunikan Nama Orang Jawa
Nama seseorang bisa jadi menjadi pengharapan atau do’a akan kesuksesan bagi pemilik namanya, nama seringkali pula sangat dipengaruhi budaya lokal setempat, bahkan nama juga dipengaruhi unsur gengsi yang diharapkan dapat meningkatkan citra dirinya sebagai masyarakat modern atau perkotaan, dengan nama pula seseorang mencitrakan dirinya sebagai majikan atau atau sebagai pelayan, juga bukan sebagai kampungan.
Kaitannya dengan nama ini, misalnya ada orang yang memberi nama anaknya dengan bahasa Arab atau bahasa sansekerta atau bahasa lainnya. Uniknya misalnya ada seseorang yang memakai nama Arab sebenarnya, budaya pemakaian nama bahasa Arab yang berkembang di Indonesia dengan di negara Arab sendiri beda, kalau di Indonesia nama arab cenderung memakai bentuk semacam frasa atau ” mudhaf mudhaf ilaih” menurut tata bahasa Arab, misalnya: Abdul Ghafur, atau merupakan rangkaian kata arab semata, sedangkan di tanah Arab nama seseorang terdiri satu kata, selebihnya adalah nama bapak dan kakeknya katakanlah ada nama Zaid Umar Tsabit, maka Zaid itu nama dirinya, Umar nama bapaknya dan Tsabit nama kakeknya, mirip ini adalah nama orang barat yang biasanya selain nama dirinya dicamtumkan pula nama familinya atau istilahnya first name dan last name.
Agak berbeda dengan nama Jawa, biasanya konsonan pertama atau akhir memiliki kesamaan, misalnya nama “Sunar” yang bisa diberi akhiran bermacam – macam. Misalnya menjadi:
Sunar to
Sunar di
Sunar man
Sunar yo
Sunar ji
Sunar ti
Sunar ni
Sunar mi
Sunar ko
Sunarso
Atau Nama ” Pai”
Pai-jo
Pai-mo
Pai-ni
Pai -kem
Pai-man
Pai-min
Pai-di
Pai-no
Atau Nama ” Sutar”
Sutar- di
Sutar- ji
Sutar- mi
Sutar-ni
Sutar –si
Sutar – to
Situs-Situs Pendidikan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN SAUDI ARABIYA
Saya sebenarya ingin dapat melihat situs-situs tentang pendidikan dari berbagai Negara, dan bahkan situs-situs lembaga-lembaga pendidikan atau mungkin dari para guru dari berbagai belahan dunia. Namun sampai sekarang saya masih belum mendapatkan situs-situs tersebut.
Harapan saya , dengan mengetahui situs tersebut saya dapat memperoleh berbagai informasi tentang perkembangan atau system yang berlaku di berbagai lembaga pendidikan yang ada. Syukur ada situs yang secara lengkap memberikan gambaran utuh tentang profile lembaga pendidikan atau kementrian resmi pendidikan sehingga misalnya, saya dapat membandingkan kurikulum dan buku pegangan yang dipakai oleh masing-masing lembaga. Termasuk daftar mata pelajaran yang diajarkan,metodologi penagajaran dan lainnya, syukur pula disertakan, tentunya secara free, modul-modul pembelajaran, metodologi pengajaran maupun software pengembangan pendidikan.
Baru satu situs yang saya dapatkan buku-buku pegangan yang dapat didownload dari situs kementrian pendidikan Arab Saudi. Bahkan pula disediakan beberapa modul perangkat pembelajaran yang dipakai di sekolah-sekolah di Arab Saudi.
Situs ini beralamat di:
2. http://www2.moe.gov.sa/ebooks/
Semoga ke depan ada yang berbagi tentang informasi pendidikan ini, demi kemajuan pendidikan di Negara Indonesia ini. salam
Leave a Comment
Comments (4)
Comments (1)