Archive for the ‘Umum’ Category

MERAIH KEMAJUAN

KENAPA KITA TIDAK MAJU-MAJU
Bisa jadi kita sering mengikuti pengajian, sering mengikuti workshop, seminar, pelatihan dan berbagai kursus serta sekolah, namun juga merasa tidak ada kemajuan berarti yang diraih.
Ambil contoh, ketika kita mengikuti pengajian, setelah sekian lama ternyata tidak ada perubahan berarti di diri baik secara pengetahuan maupun perilaku. Atau barangkali kita mengikuti pelatihan bahkan beberapa minggu, kemudian sekembalinya dari pelatihan kita merasa tidak mendapatkan apa.
kalau dirunut tentu banyak hal mendasari hal itu.
pertama: kekurangsiapan diri kita ketika katakanlah mengikuti pengajian atau pelatihan. Baik kurang siap secara mental maupun persiapan lainnya. Akibatnya kita mengikuti platihan dengan rasa malas, kurang kontribusi terhadap kegiatan selama pelatihan, bahkan yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pelatihan tadi adalah pikiran bahwa materi yang dibawakan oleh presenter sudah biasa dilakukan.
kedua : dari sisi presenter bisa jadi juga memiliki kondisi yang sama, yakni kurang persiapan dan merasa bahwa materi yang dibawakan sudah menjemukan dan merasa hal itu sudah biasa dilakukan oleh para peserta.
Ini barangkali yang sangat mempenagruhi kekurang berhasilan suatu kegiatan.
Apalagi dalih, bahwa paling-paling materinya hanya itu -itu saja.
kalau dicermati rasanya banyak hal yang sebenarnya hanya “itu-itu saja” atau hal biasa tapi dikemas, dikerjakan, dicarikan nuansa baru yang akhirnya justru memberikan keberhasilan yang gemilang.
Ibarat orang belajar bela diri, barangkali selama sekian tahun dan selama sesi latihan gerakan -gerakan yang dilakukan tidak ada yang baru, baik tendangan atau pukulan, tetapi perbaikan-perbaikan setiap latihan, mencari efektifitas pukulan, melatih berbagai macam teknik pukulan, maka akhirnya ia berhasil menguasai bela diri.
atau misalnya perkembangan sepeda motor, bila kita bongkar maka bentuk dasar sepeda motor itu rasanya sejak tahun ‘65 hingga ‘9 tidak banyak mengalami perubahan bentuk dasar tapi penambahan, perbaikan, vareasi baru senantiasa ditambahkan setiap tahhun yang akhirnya memberikan nilai tambah.
Maka untuk meraih kemajuan, hal utama yang perlu ditanamkan adalah meninggalkan pikiran bahwa hal tersebut sudah biasa, dilakukan, sebaliknya harus ditanamkan dalam pikiran bahwa miskipun hal itu sudah biasa dilakukan maka perlu difikirkan kemungkinan vareasi baru dari hal tadi untuk memperoleh efektifitas dan efensiensi sehingga semakin mendatangkan nilai tambah.

Catatan Perjalanan

Catatan Perjalanan.

Beberapa hari yang lalu saya mengadakan lawatan ke Rembang, masih di minggu bulan Mei ini. Saya berangkat kurang lebih jam 14.00 sampai di Rembang kurang lebih jam 16.30.

Mulai Perjalanan: menuju Grobogan Purwodadi, jalan bergelombang

Perjalanannyapun lancar, miskipun jalan raya solo purwodadi/grobongan di beberapa titik jalan ibaratnya melewati sungai kering karena jalanan telah lobang dan penuh kubangan bahkan jalanan yang tidak rata dan bergelombang ditambah habis hujan. Untuk menyiasati jalan itu kita sampai di sumber lawang memilih jalan alternatif  jalan yang menuju waduk kedungombo hingga mencapai wilayah Gundih ???. Jalanan menuju kedungombo karena berbukit-bukit untuk kali ini jauh lebih menarik, naik turun, disepanjang jalan tumbuhan dan pohon jati nampak menghijau bahkan dibeberapa bukit sungguh betapa suburnya tanah yang disiram air hujan yang ditumbuhi jagung. Bahkan jalan beraspal yag pecah-pecah menjadi keindahan tersendiri.

Sebenarnya sepanjang perjalanan di kanan kiri jalan terlihat bukit bukit hutan pohon jati yang mulai gundul tetapi sebenarnya bukan gundul hanya karena ditanami ulang pohon yang belum besar sehingga kelihatan gundul.

Melintasi Blora: panen padi, potret lugu masyarakat pedesaan

Selepas purwodadi  grobogan sepanjang jalan menunuju bloro, yang nampak disepanjang jalan adalah persawahan yang sedang menunggu untuk di panen dan yang menarik persawahan ini begitu terhampar luas, sungguh persawahan yang tidak saya temukan sebelumnya untuk wilayah surakarta. Hanya saya saya melihat sepertinya lahan persawahan yang begitu luas meliputi grobogan, blora, cepu, rembang, pati tetapi untuk irigasi yang saya lihat hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga kurang produktif. Ini karena saya melihatnya ketika musim penghujan.

Memang terlihat pula bukit-bukit dikejauhan perbukitan yang ditumbuhi pepohonan jati tapi juga habis digunduli dan ditanami pohon baru.

Lebih dari itu, saya melihat perekonomian daerah-daerah ini sangat nampak masih terkesan minim, kesan kesahajaan terpancar sangat kuat, ternak sapi berkeliaran di mana-mana, jalan raya berlalu lalang bus-bus besar, bus pedesaan, mobil pribadi sepeda motor dan sepeda angin mengangkut jerami padi hasil bercampur baur jadi satu.

Kesan kumuh nampak di mana-mana, apalagi daerah ini merupakan daerah dataran yang air tidak langsung bisa mmengalir ke tempat rendah sehingga cenderung menggenang dipekarangan. Bahkan sepintas basih belum banyak kiranya lantai yag diperkeras hanya lantai tanah. Rumah-rumah memang hampir keseluruhan terbuat dari papan kayu (jati) yang sudah berusia sekian puluh tahun terlihat dari kekusaman warna rumah papan tadi. Berbeda dengan yang saya lihat di daerah Solo, rumah papan yang mengkilap karena dicat vernish.

Memasuki ibukota kabupaten mulai terlihat keramain kota, karena disepanjang jalan hampir tidak ditemu pusat-pusat keramaian sehingga sangat sulit untuk menemukan budaya-budaya perkotaan.

Rembang dan Sekitarnya: pantai dan desa agraris dalam pelukan Islam tradisonal

Memasuki Rembang mulai terlihat keramain kota yang berbeda dengan kota-kota sebelumnya. Udara di rembang relatif lebih panas karena memang merupakan daerah pesisir pantai utara. Sampai di Rembang kira-kira pukul 7.00 sore. Kita disambut sangat ramah oleh Mbah Mat (KH Fathurahmat dan keluarga). Keluarga yag bersahaja tetapi sangat dihormati oleh bukan hanya masyarakat bawah tapi juga kalangan atas dan birokrat negri ini. Kami menginap semalam di rumah ini. Selepas makan malam dengan menu yang enak yang kalau dirumah sendiri pasti saya makan banyak kalau lagi bertama saya ambil sedikit masalahnya kalau banyak yang susahnya adalah pada pagi harinya. Bukan masalah sungkan atau tidaknya untu makan banyak. Tapi memang saya biasanya saya mengukur danmembatasi porsi makan untuk menjaga berat badan dan keehatan tubuh.

Oh ya selepas makan malam kami dilanjutkan bincang-bincang tentang berbagai hal mulai masalah pesantren, politik, keluarga dan lain-lain. Untuk shalat kami lakukan jamak maghrib dengan isa’ di masjid rumah mbah Mat, pagi harinya setelah shalat shubuh, kami jalan-jalan menuju pantai utara rembang yang hanya berjarak beberapa meter dari kediaman Mbah Mat.

Pantai ini sebelah utara jalan Dendeles jalan yang dibangun secara kerjasama paksa oleh gubernur Dendeles semasa penjajahan Belanda dulu. Jalan ini berada di pinggir pantai sehingga meliwati jalan ini akan menyaksikan pemandagan pantai. Di pantai Rembang yang saya lihat di sebelah timur pantai wisata kartini rembang, tepat dibelakang rumah seseorang saya berdiri dibelakang pelataran belakang ruah tersebut dibuat bercor membentengi rumah tersebut dari ombak pantai, rumah yang cukup megah tetapi di sampingnya rumah-rumah kumuh khas perkampungan nelayan.

Pantai yang saya bayangkan berpasir indah bersih ternyata airnya kotor, tempat membuang sampah dan tidak ada pasirnya karena sudah diuruk untuk perluaan rumah-rumah. Pohon bakaupun sudah tidak ada. Nelayan pantai utara di rembang ini terlihat sangat banyak apalagi pagi hari ini.

Beberapa saat kemudian kami kembali ke rumah mbah Mat, menikmati minum kopi pagi dan teh sembari menggigit pisang goreng, ehm nikmat. Pagi hari ini kami menuju ke daerah sluke, gunem atau tepatnya saya kurang hapal tetapi melewti daerah-daerah tadi. Ingin menemui seseorang yang memiliki yayasan sosial dan pendidikan. Melewati daerah-daerah ini, lagi-lagi sangat khas rumah papan yang kusam tidak teratur pekaranngan yang kumuh, sapi-sapi di mana-mana, budaya masyarakat khas pedesaan. Ada suat daerah yang penuh ditanami pohon kelapa disamping tanaman tebu dan mangga, oh ya konon dan yang saya lihat Rembang ini sangat cocok untuk ditanami pohon mangga.

Tanah rembang juga menyimpan berbagai bahan tambang dari batu kuarsa bahan baku kaca, bahkan 7 dari 11 bahan semen ada di Rembang ini. Termask batu gamping hanya saja mungkin membutuhkan anak-anak bangsa yag cerdas untuk mengolah hasil tambang ini ntuk memberikan kemakmuran warganya. Anak bangsa yang bukan hanya cerdas tetapi juga berbudi luhur dan peduli terhadap nasib miskin bangsa ini di tengah kemakmuran alamnya.

Menjelang jum’at kita pergi shalat jum’at di masjid agung Rembang, jama’ahnya penuh tumpah ruah di luar masjid, sayang saya masih melihat untuk tata tertib shaf belum sepenuhnya melaksanan shaf yang lurus dan rapat.

Melihat ke atas atap rumah di Rembang nampak antena televisi menjulang di atas atap setiap rumah penduduk menyoratkan pemandangan tersendiri, karena hampir tidak ada antena yang dipasang pendek di ats rumah, semua antena dipasang tinggi dengan tiang tiang yang tinggi, menampakkan “pohon” antena di atasp rumah

Pulang Kembali: jalan beda, pemandangan beda

Kira-kira jam 14.00 kita pamitan dengan tuan rumah untuk kembali ke pulang dan kita memutuskan lewat Pati Purwodadi Grobogan setelah sebelumnya diberi tahu bahwa jalur ini  sudah bagus jalannya. Untuk lewat jalur ini kita mengikuti jalur pantura hingga juwana menuju pati, untungnya jalur pantura ini sudah banyak yang di beton karena memang rawan rusak kalau di aspal mengingat jalan ini selalu dilewati truk dengan muatan kelewat berat, belum lagi musim penghujuan yang kadang meluberkan temasuk air laut ke jalanan sehingga membuat jalan mudah cepat rusak.

Jalur Pati Grobogan juga penuh jalan bergelombang hanya saja sudah diperbaiki sehingga terasa nyaman dilewati, disepanjang jalan juga terlihat padi yang siap panen miskipun genangan air hujan nampak di berbagai pekarangan, perumahan sepintas lebih tertata dan nampak tidak terlalu kumuh dibanding lewat Grobogan Blora Rembang, memasuki Grobogan, jalanan ini melewaati perbukitan yang mengandung batu kapur dan mungkin juga barang tambang lainnya, karena saya sempat melihat posko demo penolakan pendirian pabrik semen. Di atas bukit malah terlihat pemukiman padat dan pohon-pohon jati yang dikeringkan dalam posisi tegak siap tebang. Begitu trun bukit, jalanan menuju Grobogan terlihat sangat parah rusaknya.

Sebenarnya banyak hal yang dapat dicatat dalam perjalanan ini sayang tidak membawa kamera untuk memotret setiap moment ini.

Tahun 2008

Pagi ini kita mulai menapaki tahun baru 2008.Setahun kemarin tentu banyak hal yang telah kita lakukan dan banyak pula rencana yang hendak kita lakukan tetapi karena suatu hal belum dapat kita kerjakan.
Tahun 2008 ini mudah-mudahan merupakan tahun yang kita dapat mengisinya dengan hal-hal yang lebih positif baik untuk diri sendiri keluarga, tetangga, sahabat maupun dalam kehidupan sosial dan berbangsa.

Selamat Tahun Baru 2008

SILATURAHMI DARI MA’HAD ALY BANGIL

Hari Sabtu17 Juli pagi, saya ditelpon kakak tingkat saya waktu di Ma’had Aly Manarul Islam Bangil dulu. Menanyakan apakah bisa silaturahmi ke Pondok Assalaam. Saat itu sudah mau berangkat ke Solo dan Jogya. Kalau mau silaturahmi tentu saja bisa. Langsung saya kontak bagian humas kalau mau ada tamu dari Bangil tempat saya dulu belajar di Ma’had Aly tersebut.

Rombongan dari Bangil sekitar 60 orang, satu bus. Terdiri sari ustadz saya yang mulia, Muammal Hamidi dan teman- teman akhi M ridwan, Munawir dan mahasantri Ma’had serta Jama’ah Masjid dan ibu-ibu. Rombongan tiba di Assalaam jam 17.00 kurang lebih. Wow betapa terharu saya bisa ketemu teman-teman dan tentu saja ustadzalkiram Muammal Hamidi yang sudah 15 tahunan tidak pernah bertemu sejak saya selesai dari ma’had Aly pada tahun 1991-an dulu.

Rombongan diterima oleh humas Assalaam dan langsung menuju lantai 2. Acara ramah tamah dimulai , dari rombongan di wakili langsung oleh ustdz Muammal, sedangkan dari Assalaam diwakili oleh Sekretaris  pondok ust. AR Sugeng. Kemudian dilanjutkan Shalat maghrib berjam’ah di masjid Assalaam, dan selepas itu berkeliling melihat-lihat aktifitas Assalaam. Rombongan meninngalkan Asslaam pada jam 19.00 untukmelanjutkan ke Pondok Ngruki. dan ke Jogyakarta.

Oh ya.. Saya nyantri di Ma’had Aly selama tiga tahun dan tamat pada tahun 1991. Ma’had ini merupakan Ma’had Aly (termasuk yang pertama). Lengkapnya adalah Ma’had Aly lil Fiqhi wa Da’wahMasjid Manarul Islam Bangil Pasuruan Jawa Timur. Mudirnya adalah Ustadz Muammal Hamidi,Lc.

Desa Istriku

ini desaIni pemandangan di desa istriku. Tepatnya di Tegalsari Weru Sukoharjo, ketika musim panen mulai tiba beberapa bulan yang lalu.
Awal pertama aku ke desa ini, pengairan sawahnya masih banyak mengandalkan sistem tadah hujan. Sehingga di musim kemarau banyak orang pergi kesawah tidak untuk menggarap sawah, tapi untuk membolak-balik bongkahan tanah sehingga nanti di musim awal hujan sudah siap mulai tanam. Itupun tidak memakai benih yang disemai tapi tanah dilobangi dengan tongkat kemudian gabah (benih padi) langsung dimasukkan ke lobang tadi kemudian ditutup dengan tanah. Begitulah cara bercocok tanamnya.
Bila sudah akhir panen, menjelang musim kemarau, sawah tadi ditanami kedelai, sehingga selesai panen padi masyarakat memanen kedelai. Karenanya hampir setiap tahun bisa menikmati kedelai rebus, sungguh enak dan gurih rasanya, bahkan di beberapa desa tetangga panen kedelai ini masih bisa didapatkan, bukan sekedar panen panen tetapi panen raya kedelai.
Miskipun ada irigasi dari waduk Gajah Mungkur tapi saat itu air rasanya masih sulit mengairi sawah di sekitar desa ini. Tetapi sekarang ini air irigasinya sangat lancar sehingga setiap tahun penduduk selalu panen padi, dan sekarang ini kedelai sudah sangat jarang didapat di desa ini.

BELAJAR AIKIDO

Ceritanya belakangan ini saya ikut dojo aikido di assalaam training center pabelan kartasura sukoharjo. Awalnya diajak oleh teman untuk ikut aikido (dulu sekali pernah ikut inkai) setelah tanya-tanya sedikit tentang aikido, akhirnya saya putuskan untuk ikut. Wah beda banget dengan karate, miski sama-sama dari negeri Jepun. Apalagi setelah ikut beberapa saat.

penasaran apa arti aikido itu, untuk mencari jawabnnya akhirnya browsing di internet, nah ketemu artinya dalam bahasa inggris. Kira kira artinya:

Ai: harmony (selaras, seimbang)

Ki: spirit (ruh, jiwa, semangat)

Do: path,way (jalan)
jadi kira-kira aikido itu adalah jalan keselarasan jiwa. gitu dah….

di aikido tampaknya tidak ada lawan atau pertarungan, yang ada partner berlatih, yang saling membantu. karena yang diutamakan adalah keselarasan. Kita diajarkan merasakan kekuatan partner latihan, kemudian mengalirkan kekuatan itu dengan mengembalikan ke partner tersebut.

Itulah sedikit makni Ki yang ada dalam AI KI DO . Karena tumpuan utama aikido adalah di KI ini.