Archive for the ‘Agama’ Category

Panduan Umrah

ini ada panduan umrah yang saya dapatkan dari situs saiid.net, dan saya coba terjemahkan, dalam bentuk powerpoint, saya terjemahkan dari panduan yang sudah ditashih oleh syekh abdullah jibrin. bisa di download di sini panduan Umrah, semoga bermanfaat. Hanya Saja untuk pelaksanaanya tidak bisa persis sebagaimana dalam panduan terutama terkait dengan banyaknya jamaah ayng berdesakan di samping lokasi yang berbeda dg aslinya karena adanya pembangunan  untuk panduan dapat dilihat di sini >>>>>>> sifat Omra

MUJMAL dan MUBAYYAN

MUJMAL DAN MUBAYYAN

A. Pengertian Mujmal

Secara bahasa berarti samar-samar dan beragam/majemuk. Secara istilah berarti: lafadz yang maknanya tergantung pada lainnya, baik dalam menentukan salah satu maknanya atau menjelaskan tatacaranya, atau menjelaskan ukurannya.

1. Contoh:  lafadz yang masih memerlukan lainnya untuk menentukan maknanya: kata ” rapat ” dalam bahasa Indonesia misalnya memiliki dua makna: perkumpulan dan tidak ada celah. Sedangkan dalam al Qur’an misalnya surat al Baqarah: 228

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ …….﴿البقرة: ٢٢٨﴾

kata ” قروء  ” dalam ayat ini bisa berarti : suci atau haidh. Sehingga untuk menentukan maknanya membutuhkan dalill lain.

2.contoh:  lafadz yang membutuhkan lainnya dalam menjelaskan tatacaranya. Surat An Nur: 56

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿النور: ٥٦﴾

Kata “ mendirikan shalat” dalam ayat di atas masih mujmal/belum jelas karena tidak diketahui tatacaranya, maka butuh dalil lainnya untuk memahami tatacaranya.

Begit pula ayat- ayat haji dan puasa

3. contoh lafadz yang membutuhkan lainnya dalam menjelaskan ukurannya. Surat an nur : 56 di atas.

Kata ” menunaikan zakat ” dalam ayat di atas masih mujmal karena belum diketahui ukurannya sehingga untuk memahaminya masih diperlukan dalil lainnya.

B. Pengertian Mubayyan

Mubayyan artinya yang dinampakkan dan yang dijelaskan, secara istilah berarti lafadz yang dapat dipahami maknanya berdasar asal awalnya atau setelah dijelaskan oleh lainnya.

Contoh lafadz yang dapat dipahami berdasar asal awalnya. Misal kata: langit, bumi, adil, dhalim dan sejenisnya Kata-kata ini dapat dipahami berdasar asal awal terjadinya seperti itu.

Contoh lafadz yang dapat dipahami setelah ada penjelasan dari lainnya adalah surat an Nur: 56 di atas yang asalnya mujmal kemudian setelah ada dalil penjelasannya dari rasululah saw, maka kemudian kata mujmal tadi menjadi mubayyan.

C. Kaidah Mujmal

Wajib bagi seorang mukallaf untuk mengamalkan yang mujmal manakala ada dalil yang menjelaskannya dari kemujmalannya.

MUTLAQ DAN MUQAYYAD

Mutlaq dan Muqayyad

A. Pengertian:

- Mutlaq: lafadz yang menunjuk pada satuan yang tidak tertentu.
Contoh: lafadz ” laki-laki/ رَجُل  ” yang menunjuk bukan pada seseorang tertentu.

Muqayyad: lafadz yang menunjuk pada satuan yang tidak tertentu tetapi lafadz itu dibarengi dengan sifat yang membatasi maksudya.

Contoh: ” laki-laki Basrah/ رَجُل بَصري ” atau ” laki-laki shalih/ رجل صالح  “

B. Kaidah Mutlaq:
lafadz mutlaq tetap dalam kemutlakannya hingg ada dalil yang membatasinya dari kemutlakan itu.
Contohnya: kata ” رقبة ” dalam surat al mujadilah: 4, lafadz ini bersifat mutlaq dalam arti bisa raqabah mukmin atau kafir.

Contoh lain: surat an nisa’: 11 tentang kewajiban wasiat, lafadz ” وصية ” dalam ayat ini sifatnya mutlaq, kemudian as sunnah memberikan batasan besarnya wasiat yakni sepertiga, berdasar HR Muttafaqun ‘Alaih.

C. Kaidah Muqayyad:
Wajib mengerjakan yang Muqayyad kecuali jika ada dalil yang membatalkannya.
Contoh:
firman Allah dalam surat al Mujadilah: 4 lafadz ” dua bulan/ شهرين ” adalah mutlak yang dibarengi dengan kata ” berturut-turut/ متتابيعين ” maka kemudian menjadi muqayyad, maka berpuasa disini harus dua bulan berturut-turut tidak boleh secara terpisah.

PROBLEMATIKA ILMU TAUHID

PEMBAHASAN TAUHID

Pendahuluan

Ilmu tauhid merupakan ilmu yang sangat penting kedudukannya dalam Islam karena ia membahas pokok ajaran Islam yakni masalah keimanan. Ilmu tauhid ini juga sering disebut dengan ilmu ushuluddin (karena membahas pokok atau dasar agama islam), juga disebut dengan ilmu akidah karena membahas ikatan atau simpul seseorang dengan agama atau keyakinannya. sedemikain pentingnya maka dalam kurikulum pendidikan Islam akidah ini menjadi mata pelajaran tersendiri.

Keilmuan Tauhid

Namun saya kira perlu disadari bahwa, ilmu tauhid sebagai sebuah ilmu, ia mempunyai frame keilmuannya tersendiri sebagaimana lazinya suatu cabang ilmu tentulah setiap ilmu itu mempunyai frame keilmuannya masing-masing yang menurut hemat kami, frame umumnya suatu ilmu adalah menjadikan sesuatu sebagi objek  kajian dari cabang ilmu tersebut. Misalnya, tubuh manusia iamenjadi objek kajian ilmu tertentu yakni biologi. Fenomena alamm semesta menjadi objek kajian ilmu fisika. antara objek kajian dan pengkaji terdapat “jarak”, pengkaji memisahkan dirinya (outsider) dengan objek kajiannya. dengan demikian ia akan leluasa memperlakukan objek kajiannya sedemikian rupa untuk menyempurnakan keilmuannya.

Dalam kaitan ini, ketika seseorang membicarakan ilmu tauhid semestinya ia menyadari bahwa ia akan meletakkan dzat Allah sebagai objek kajian, ketika seseorang melakukan demikian bisa jadi ia mengesampingkan keagungan Allah dan cendrung memperlakukan dengan sebagai objek kajian lainnya. Kenyataan ini misalnya, ada orang yang menulis lafadz Allah kemudian melempakannya ke lantai dan menginjaknya karena ia menganggap hal itu sekdar tulisan di secarik kertas tidak ubahnya dengan tulisan lainnya di kertas. dalam konteks ini keduanya tidak memiliki nilai sakralitas. Oranglah atau sisi pengkaji yang menempatkan sesuatu sebagai yang skral.

Ini sebenarnya yang menjadi masalah ketika seseorang tidak menyadari perbedaannya. bahkan lebih jauh ketika ia membicarakan Allah bisa jadi terjebak kepada penalaran-penalaran atau filsafat yang cenderung rumit dan mengkaburkan.

Saya kira yang terbaik adalah mengimani dzat Allah sebagai yang maha Kuasa yang diluar jangkauan manusia, kita hanya dapat memahami sejauh apa yang dinformasikan oleh Allah tentang dirinya di dalam al Qur’an dan sunah shahihah. Selebihnya maka itu adalah hasil pemahaman kita sendiri. Maka sebatas apa yang ada dalam al qur’an dan assunah itulah sebenarnya yang menjadi pedoman kita dalam memahami dzat Allah yang maha Agung.

Wallahu a’lam bish shawwab

HIDUP DENGAN ISLAM

Agama Islam: Bagaimana Kita Bergaul Dengan Islam Sehingga Menjadi World Of View

Diin (arab) artinya agama, ini persepsi umum di masyarakat, tetapi sebenarnya makna diin itu banyak , diantaranya adalah, nidhamul hayah, system hidup yang mengatur urusan hidup ini. Dalam arti ini maka diin ada dua, diin Allah dan diin  manusia

Diin Allah hanya satu yaitu Islam.Inna diina’ indalllahil islam. Tetapi diin manusia itu banyak, misalnya nasionalis, komunis, kapitalis.

Din Allah pasti benar adanya sepanjang zaman, segala tempat. Tetapi din manusia pasti salah, atau ada benar tetapi campur degan salah.

Sebagai sistem hidup, Islam adalah yang paling modern, ilmiah. Salah satu contoh adalah tata cara perawatan jenazah, bandingkan dengan system hidup lainnya.

Keberhasilan hidup hanya dapat diraih dengan din Islam, itulah keberhasilan nabi Muhammad saw. Sementara dinu nas yang memimpin manusia maka akan gagal, contoh nasakom, asas tunggal. Tidak ada din nas yang dapat membimbing manusia.

Hanya dengan din islam  manusia bisa dibina menjadi sebaik-baik makhluk, kalau tidak karena Islam maka manusia tak ubahnya seperti binatang.

Untuk bisa diamalkan Allah menurunkan aturan bagaimana Islam bisa diamalkan. System mengamalkan Islam ini seperti di surat an nisa”. Taatilah Allah, Rasul dan ulil amri, dan secara berislam secara kaffah. Ketaatan kepada Allah dan rasulullah saw adlah mutlak, karena itu wajib taat mutlak kepada syariat Islam, tidak boleh membantah, mengkoreksi, tetapi tidak mampu mengamalkan itu masalah lain. Ini akan bisa diamalkan bila ada keyakinan kuat akan kebenaran syari’at ini. Taat kepada ulul amri artinya mengamalkan Islam harus dalam system kekuasaan Islam, tidak boleh dalam kekuasaaan lain, karena kalau demikian maka akan terjadi fitnah, agar aman dan dapat mengamalkan Islam secara baik maka harus ada khilafah, annur 55. Dengan system khilafah akan dicapai kestabilan Islam karena tidak ada yang mengobok-obok karena ada kekuasaan yang melindungi Islam, kemudian akan diberi keamanan dalam hartanya, aman moralnya. Tiga lingkungan akan menentukan pendidikan (moral) lingkungan rumah tangga, sekolah, lingkungan masyarakat. Kemudian juga ibadah murni kepada Allah sehingga aman dari syirik.

System mengamalkan Islam dengan daulah ini hukumnya wajib, maka haram tinggal di negera non Islam, karena itu harus hijrah dari Negara kafir, kalau tidak maka harus berjuang. Islam manjur sebagai system hidup dan ini dibuktikan oleh  sejarah tetapi sekarang mengapa membawa kehinaan umat ini, karena salah dalam menerapkan resep Islam dalam hidup ini. Ibarat pil yang manjur untuk mengobati flu sesuai dengan aturan minumnya misalnya tiga kali sehari selama tiga hari, tetapi bila kemudian seseorang ingin sembuh dalam sehari kemudian minum pil tadi yang mestinya untuk tiga hari diminum sekali maka yang didapat bukannya kesembuhan tetapi sebaliknya adalah malapetaka.

Menegakkan daulah hanya dengan dakwah dan jihad, sebagaimana shalat mengikuti nabi maka dakwah juga harus mengikuti nabi saw. Sifat dakwah nabi saw. Adalah menerangkan Islam apa adanya dengan bahasa yang dipahami kaumnya, dengan menerangkan Islam dan menjanjikan surga dan mengkritik system hidup yang salah dengan mengancam dengan neraka. Tantangan dakwah biasanya bila mengkritik system yang ada yang tidak sesuai Islam untuk ditunjukkan salahnya, bukan karena menerangkan kebaikan Islam semata, bahkan semata menerangkan kebaikan Islam tidak akan mendapatkan tantangan.

Belajar Tafsir Bagi Pemula

Tafsir yang Mudah

Banyak orang dihantui fatwa-fatwa atau semacamnya yang melarang atau paling tidak menyarankan atau memberikan pertimbanagn jangan membaca tafsir ini dan tafsir ini, karena dengan berbagai alasan.

Sudah maklum dalam aliran pemikiran/madzab, bahwa dijumpai banyak aliran pemikiran dalam Islam. Ilmu fikih awalnya mengenal puluhan madzab, sekarang tinggal empat yang besar, madzab Hanbali, madzab Maliki, madzab Syafi’i dan madzab Hanafi. Di bidang ushuludin atau akidah juga demikian, namun barangkali yang hingga saat ini masih nampak adalah aliran asy’ariyah ada yang menyebut ahlu sunnah wal jama’ah dan aliran salafi ada yang menyebut wahabi dan mungkin juga mu’tazilah. Sesungguhnya sebagai aliran yang dilahirkan dari proses pemikiran terhadap nash al Qur’an dan al Hadits, maka aliran-aliran ini akan senantiasa ada dan dipelajari, bagaimanapun upaya seseorang atau pemerinth untuk membendungnya.

Tafsir al qur’an, sesungguhnyapun juga sedikit banyak dipengaruhi aliran pemikiran ini, maka bagi beberapa golongan ulama saling mengklaim bahwa tafsirnya yang paling sesuai dengan apa yang dimaui oleh Allah atau Rasulnya, paling tidak dikatakan sesuai dengan syari’at dan jauh dari bid’ah.

Terlepas dari ini saran-saran para ulama dalam bingkai aliran mereka masing, bagi pemula yang ingin belajar tafsir dalam bahasa arab bagi orang yang bukan orang Arab, ada beberapa tafsir yang menurut saya sangat memudahakan dan membantu dalam memahami al qur’an. Misalnya tafsir Safwatu Tafasir karya syaikh ash shobuni, At tafsir al wajiz karya syaikh al wahidi, at tafsir ul muyassar, tafsir sa’di karya syaikh Sa’di.

Ini merupakan tafsir yang selama ini baru aku tahu, selebihnya hampir semua kitab tafsir terdiri berjilid-jilid sehingga terasa menyulitkan bagi orang yang secara mandiri ingin memahami al qur’an. Bisa jadi selain ini banyak lagi tafsir-tafsir yang ringkas, mudah dan membantu seseorang memahami al qur’an yang saya belum ketahui

Semoga Allah senantiasa memudahkan hambanya yang ingin memahami titahNya yang tersebut dalam al qur’an. Amiin

AYAT-AYAT HUKUM

AYAT – AYAT YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM

 

Agama di dunia ini banyak, dan setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing yang menjadi acuan kehidupan bagi para pemeluknya. Ada banyak cara interaksi pemeluk agama terhadap kitab sucinya, ada yang memahami berdasar tafsiran pemuka agama, ada memahami dengan mempelajari bahasa asli kitab suci tersebut, ada yang menterjemahkan kitab suci tersebut bahkan ada yang menganggap terjemahan kitab suci adalah kitab suci itu sendiri.

Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan dengan bahasa Arab, banyak terjemahan al qur’an ke berbagai bahasa. Bahkan al Qur’an merupakan kitab suci yang banyak memiliki tafsir baik secara kuantitas para penafsir maupun banyaknya jilid kitab-kitab tafsir oleh seorang penafsir.

Para penafsir tersebut memberikan penafsiran terhadap al qur’an lewat berbagai pendekatan, ada yang mengkhususkan terhadap masalah-masalah ayat-ayat hukum.

Berikut ini disajikan ayat – ayat yang berkaitan dengan masalah- masalah hukum dalam Kitab Rawai ‘ul Bayan Tafsir Aat Ahkam Minal Qur’an karya syaeikh ali ash shabuni jilid 1

No
Surat
Ayat
Topik
1 Al fatihah 1-7 Surat Al Fatihah
2 Al Baqarah 101-103 Sihir Menurut Syari’ah
3 Al Baqarah 106-108 Nasykh dalam Al Qur’an
4 AL Baqarah 142 – 145 Menghadap Ka’bah dalam Shalat
5 AL Baqarah 158 Sa’y antara Shafa dan Marwah
6
Al Baqarah
159 – 160
Menyembunyikan ilmu syari’at
7
Al Baqarah
172 -173
Mubahnya hal yang baik dan haramnya hal yang keji
8
AL BAqarah
178 – 179
Dalam Qishash ada kehidupan di dalamnya
9
AL Baqarah
183- 187
Kewajiban puasa bagi umat Islam
10
AL Baqarah
190 – 195
Disyari’atkannya perang dalam Islam
11
AL Baqarah
196 – 203
Menyempurnakan haji dan umrah
12
AL Baqarah
216 – 218
Perang di bulan-bulan yang dihormati
13
AL Baqarah
219 – 220
Diharamkannya judi dan khamr
14
AL Baqarah
221
Menikahi wanita musyrik
15
AL Baqarah
222 -223
Tidak menggauli wanita haid
16
AL Baqarah
224 – 225/226-227
Larangan banyak bersumpah
17
AL Baqarah
228 -231
Syari;at Islam tentang thalaq
18
AL Baqarah
233
Ketentuan tentang sepersusuan
19
AL Baqarah
234
Idah wanita yang ditinggal mati suami
20
AL Baqarah
235-237
Meminang wanita dan hak mahar
21
AL Baqarah
275 – 281
Kejahatan sosial riba yang membahayakan
22
Ali Imran
29
Larangan berpihak pada orang kafir
23
Ali Imran
96 -97
Kewajiban haji dalam Islam
24
An Nisa’
1 – 4
Poligami dan Hikmahnya
25
AN Nisa’
5 – 10
Perhatian Islam terhadap harta anak yatim
26
An Nisa’
19 – 24
Mahram-mahram
27
An Nisa
34 – 36
Cekcok dalm keluarga dan solusinya
28
An Nisa’
43
Larangan shalat ketika mabuk dan junub
29
An Nisa
92 – 94
Tindak krimanal pembunuhan dan sanksinya
30
An Nisa’
101 – 107
Shalat Khauf
31
Al Maidah
1 – 4
Makanan yang halal dan yang haram
32
Al Maidah
5 -6
Ketentuan tentang wudlu dan tayammum
33
AL Maidah
33 – 40
Pidana pencurian dan perampokan
34
Al Maidah
89 – 92
Kafarat sumpah dan keharaman khamer, judi
35
Al Taubah
17 -18
Memakmurkan masjid
36
At Taubah
28 -29
Larangan masuk masjid bagi orang musyrik
37
Al Anfal
2 – 4
Ketentuan tentang rampasan perang
38
Al Anfal
15 – 18
Melarikan diri dari peperangan
39
Al Anfal
41
Ketentuan cara pembagian rampasan perang
40
Al Hajj
36 – 37
Mendekatkan diri kepada Allah dengan qurban

Juz yang kedua dari kitab tafsir tersebut memuat ayat ahkam sebagai berikut:

No Surat Ayat Topik
1 An Nur 1 – 3 Had (Ketentuan hukum tentang) Zina
2 An Nur 3 – 5 Menuduh Zina
3 An Nur 6 – 10 Li’an (suami istri saling menuduh zina)
4 An Nur 23 – 26 Mennyebarkan cerita dusta
5 An Nur 27 – 30 Etika berkunjung dan bertamu
6 An Nur 30 – 31 Hijab dan pandangan mata
7 An Nur 32 – 34 Anjuran menikah
8 An Nur 58 -59 Etika berkunjung pada waktu privasi
9 An Nur 61 Makan minum di rumah kerabat
10 Luqman 13 – 15 Berbakti kepada kedua orang tua
11 Al Ahzab 1 – 5 Anak angkat menurut Islam dan Jahiliyah
12 Al Ahzab 6 Kewarisan kerabat rahim
13
Al Ahzab
49
Cerai sebelum digauli
14
Al Ahzab
50 -52
Tentang Istri-istri Nabi Saw
15
Al Ahzab
52 – 53
Etika perjamuan/resepsi pernikahan
16
Al Ahzab
56 – 58
Shalawat terhadap Nabi saw
17
Al Ahzab
59
Hijab wanita muslimah
18
Saba’
10 – 14
Hukum gambar dan patung
19
Shad
41 – 44
Hilah (melepaskan diri dari kesulitan hukum)
20
Muhammad
4 – 6
Perang dalam Islam
21
Muhammad
33 – 35
Meninggalkan amal kebaikan setelah dimulai
22
Al Hujurat
6 -10
Cheking kebenaran berita
23
Al Waqi’ah
75 – 87
Ketentuan memegang mushaf al Qur’an
24
Al Mujadilah
1 – 4
Dhihar dan kafaratnya
25
Al Mujadilah
11 – 13
Mengadukan sesuatu kepada Rasulullah saw
26
AL Mumtahanah
10 – 13
Menikah dengan orang Islam atau musyrik
27
Al Jumu’ah
9 – 11
Ketentuan shalat jum’at
28
Ath Thalaq
1 – 3
Ketentuan perceraian
29 Ath Thalaq 4 – 7 Ketentuan tentang masa iddah
30 AL Muzammil 1 – 10 : Ketentuan membaca al Qur’an

Demikian tabel ayat-ayat ahkam dalam kitab tersebut, perlu di catat, topik tersebut hanyalah secara umum, tetapi secara lebih detail tentu saja kandungan ayat-ayat tersebut lebih luas dari topik yang disajikan. Wallhu a’lam bish shawwab.

10. AL MUTLAQ DAN AL MUQAYYAD

MUTLAK DAN MUQAYYAD

Mutlak adalah: lafadz yang telah menunjuk pada makna/pengertian  tertentu tanpa dibatasi oleh lafadz lainnya.

Misal: kata “meja”, “rumah”, “jalan” , kata-kata ini memiliki makna mutlak karena 1) secara makna kata-kata tersebut telah menunjuk pada pengertian makna tertentu yang telah kita pahami, 2) dan tidak dibatasi oleh kata-kata lain.

 

Contoh dalam al qur’an adalah pada kata Raqabah dalam surat al Mujadilah: 3. bahwa kafarat dhihar adalah memerdekakan budak/Raqabah.

 

Budak dalam ayat tersebut bermakna mutlak (memiliki pengertian  tertentu yang sudah kita pahami dan tidak dibatasi pada makna yang spesifik)

 

Muqayyad: adalah lafadz yang menunjuk pada makna tertentu dengan batasan kata tertentu.

Misal: ungkapan meja menjadi “meja hijau”, rumah menjadi “rumah sakit”,jalan menjadi “jalan raya”. Kata-kata rumah,jalan dan meja ini sudah menjadi muqayyad karena 1) menunjuk pada pengertian/makna tertentu dan 2) dikaitkan atau diikatkan dengan kata lainnya.

Contoh dalam al qur’an misalnya kata kata raqabah yang telah dibatasi dengan kata mu’minah sehingga menjadi “raqabah mu’minah” dalam surat ani nisa’: 92 tentang kafarat pembunuhan.

Budak mukmin (raqabah mu’minah) dalam ayat di atas memiliki makna muqayyad karena 1) menunnjuk pada makna tertentu dan 2) dibatasi dengan kata lainnya yakni budak mukmin bukan budak lainnya.

 

Persoalannya adalah bagaimana kita mengamalkan mutlak dan muqayyad ini? Pada dasarnya yang mutlak dikerjakan menurut makna mutlaknya, yang muqayyad dikerjakan sesuai muqayyadnya, kecuali ada dalil yang menunjukkan bahwa yang mutlak dibawa ke muqayyad. maka bila ada dua nash yang satu bersifat mutlak yang kedua bersifat muqayyad bila hukumnya berbeda maka dikerjakan sesuai keadaannya masing-masing, tetapi bila hukumnya sama maka yang muqayyad wajib dibawa ke yang mutlak.

 

contoh: kedua ayat di atas bisa digabungkan, yakni raqabah dalam kafarat dhihar haruslah raqabah mukminah, tidak bisa hanya raqabah saja, karena dalil yang menunjukkan penggabungan ini adalah bahwa hukum kedua kafarat itu sama yakni sama-sama memerdekakan budak, maka budak yang dalam pengertian mutalk dibawa kepada budak dalam pengertian muqayyad, yakni budak mukmin.

 

tetapi bila mutlak dan muqayyad tidak bisa digabung karena hukumnya beda, maka mutlak tidak bisa digabung ke yang muqayyad. Misalnya ayat potong tangan bagi pencuri dan ayat membasuh tangan samapi siku dalam wudlu. Ayat potong tangan bagi pencuri bersifat mutlak sedang ayat membasuh tangan sampai siku dalam wudlu bersifat muqayyad. tetapi potong tangan bagi pencuri tidak bisa dibawa ke ayat membasuh tangan sampai siku dalam wudlu karena hukum keduanya berbeda. yakni potong tangan dan membasuh tangan. Maka ayat ini harus dikerjkan sendiri-sendiri. Ayat potong tangan sampai pergelangan tangan, ayat membasuh tangan sampai siku ketika berwudlu.

Situs Buku2 Islam

sampul tafsirSitus buku Islam bahasa Arab

Saya sebenarnya ingin mencari materi pelajaran tafsir untuk pemula atau pelajar, terutama materi tafsir yang diajarkan di sekolah-sekolah Timur Tengah tingkat SD, sekolah menengah. Saya berharap menemukan materi-materi itu, sehingga dapat melihat apa materinya, bagaimana disajikan dalam bentuk buku pelajaran dst.

Terakhir, saya mencoba googling dengan berbagai keyword: مادة التفسير للمبتدئين،مقرر التفسير للثانوي dst,tapi tidak pernah menemukan yang saya cari. Kemudian saya mencoba mencari situsnya Departemen Pendidikan Saudi lewat key word : وزارة المعارف  , ternyata juga tidak menemukan. Wah susah sekali nampaknya. Alias sebenarnya tetap belum menemukan yang saya cari (mudah-mudahan suatu kali dapat).

Karena sudah terlanjurmasuk di situs Kementrian Pendidikan Saudi, ya baca-baca dikitlah,malah akhirnya menemukan beberapa link situs buku-buku Islam. Bagi yang sering mencari buku-buku Islam tentu pernah menjelajah situsnya. Link situs ini adalah: http://www.almaktba.com/ Banyak buku-buku Islam ditawarkan, dan diindex sesuai klasifikasi keilmuan Islam. Misalnya al Qur’an dan Tafsir, Alhadits dan Ilmunya, Fiqih dan Ushul Fiqh, Bahasa, Politik dan pemikiran Islami, perpustakaan ( syaikh Ibn Taimiyah, Utsaimin, ALbani, Ibn Qayyim dll), Wanita dan anak-anak, Kedokteran dan kesehatan, aqidah, akhlak dan lain-lain.

Kita dapat membaca resensinya,kemudian kalau tertarik silahkan mendownloadnya. Biasanya link yang disediakan untuk download diambil dari situs lain, misalnya situs: http://www.almeshkat.net/books/ dan http://tafsir.org/books/. Sebenarnya masih ada beberapa situs lain yangmemuat informasi kitab-kitab Islam ini.

Saya menyempatkan untuk mendowlod beberapa kitab tafsir terutama yang ringkas dengan model penafsiran tahlili atau maudhu’i, sehingga tidak terlalu banyak kalau diload ke word.

Saya juga sempat mendownload tafsir تفسير مراح لبيد ( التفسير المنير لمعالم التنزيل ) tafsir Mirah Labid (at tafsir al munir li ma’alim al tanzil) karya Syeikh Muhammad Nawawi al Jawi (salah seorang ulama Indonesia dari Banten, Jawa) yang terdiri dari beberap jilid.

Bagi yang tahu,mohon infonya buku-buku tafsir yang kecil-kecilan.

Pendahuluan FIQIH

=================

Tulisan direncanakan memuat bahasa fiqih secara ringkas tetapi mencakup semua

bab-bab yang biasa disajikan kitab-kitan fiqih

==========================================================

Pendahuluan

A. Pengertian dan Istilah Fiqih

Kata ” Fiqih” secara bahasa berarti : faham

فَقِهَ – يَفْقَهُ

Menurut istilah, kata “fiqih” bermakna: ilmu yang mempelajari syari’at Islam yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia yang didasarkan pada dalil-dalil al Qur’an dan al Hadits.

 

B. Pembagian Syari’at Islam

Berkaitan dengan fiqih syari’at Islam bisa dibedakan menjadi dua:

1. Ibadah: Syari’at Islam yang secara khusus mengatur hubungan manusia dengan Allah swt. Misalnya: shalat, puasa, sumpah, menyembelih binatang, berdo’a

2. Mu’amalah: syari’at islam yang mengatur hubungan antar manusia atau dengan lingkungannnya. Misalnya: jual beli, pinjam meminjam, hutang.

 

C. Sumber hukum islam

Sebagaimana disebutkan dalam pengertian fiqih di atas, maka bisa dipaham bahwa sumber hukum Islam yang utama adalah al Qur’an dan al Hadits. Hadits Rasulullah ini dapat berupa perkataan (sunnah qawliyah), perbuatan (sunnah fi’liyah), maupun ketetapan Rrasulullah (sunnah taqririyah).

 

A.   Taklif (beban kewajiban menjalankan syari’at Islam)

Seseorang dibebani menjalankan syari’at Islam apabila ia telah baligh, yakni bila ia telah mengalami salah satu dari hal berikut ini:

1. Bagi wanita, ia telah mengalami haid/menstruasi

2. Bagi laki-laki, ia telah mengalami mimpi basah

3. Secara umum, ia telah berusia 15 tahun

Ada sebuah hadits yang telah mashur yang menyatakan tentang hal ini:

رفع القلم عن ثلاث: عن الطفل حتى يحتلم و عن النائم حتى يستيقظ و عن المجنون حتى يعقل (ر. أحمد)

Ada tiga kelompok yang terbebas dari kewajiban menjalankan hukum: anak kecil sampai ia dewasa, orang yang tidur hingga ia terbangun, orang gila hingga ia sembuh dari gilanya (HR. Ahmad)

 

Faidah mempelajari fiqih: agar kita dapat mengetahui secara persis apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa yang dilarang oleh Allah sehingga kita dapat mengerjakan dengan benar.

Hukum-Hukum Fiqih:

Secara umum ada enam macam hukum dalam fiqih:

1. Fardlu/wajib: sesuatu yang harus dikerjakan, apabila ditinggalkan berakibat dosa. Bila kewajiban ini menyangkut setiap individu maka disebut fardlu ‘ain, sedangkanbila menyangkut orang banyak maka disebut fardlu kifayah.

2. Sunnah/mandub: sesuatu yang utama untuk dikerjakan, sehingga mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa.

3. Makruh: sesuatu yang sebaiknya ditinggalkan karena akan diberi pahala dan bila dikerjakan tidak berdosa.

4. Mubah: sesuatu yang boleh dikerjakan boleh pula ditinggalkan, bila diniatkan sebagai kebaikan akan mendapatkan pahala.

5. Haram: Sesuatu yang tidak boleh dikerjakan, bila dikerjakan akan mendatangkan dosa.

6. Halal: sesuatu yang boleh dikerjakan .

 

BERSAMBUNG >>>

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.