Archive for April, 2009|Monthly archive page

MUTLAQ DAN MUQAYYAD

Mutlaq dan Muqayyad

A. Pengertian:

- Mutlaq: lafadz yang menunjuk pada satuan yang tidak tertentu.
Contoh: lafadz ” laki-laki/ رَجُل  ” yang menunjuk bukan pada seseorang tertentu.

Muqayyad: lafadz yang menunjuk pada satuan yang tidak tertentu tetapi lafadz itu dibarengi dengan sifat yang membatasi maksudya.

Contoh: ” laki-laki Basrah/ رَجُل بَصري ” atau ” laki-laki shalih/ رجل صالح  “

B. Kaidah Mutlaq:
lafadz mutlaq tetap dalam kemutlakannya hingg ada dalil yang membatasinya dari kemutlakan itu.
Contohnya: kata ” رقبة ” dalam surat al mujadilah: 4, lafadz ini bersifat mutlaq dalam arti bisa raqabah mukmin atau kafir.

Contoh lain: surat an nisa’: 11 tentang kewajiban wasiat, lafadz ” وصية ” dalam ayat ini sifatnya mutlaq, kemudian as sunnah memberikan batasan besarnya wasiat yakni sepertiga, berdasar HR Muttafaqun ‘Alaih.

C. Kaidah Muqayyad:
Wajib mengerjakan yang Muqayyad kecuali jika ada dalil yang membatalkannya.
Contoh:
firman Allah dalam surat al Mujadilah: 4 lafadz ” dua bulan/ شهرين ” adalah mutlak yang dibarengi dengan kata ” berturut-turut/ متتابيعين ” maka kemudian menjadi muqayyad, maka berpuasa disini harus dua bulan berturut-turut tidak boleh secara terpisah.

MENYOAL MASA LIBUR SEKOLAH

LIBUR SEKOLAH LEBIH LAMA

Sekian lama berkecimpung di dunia pendidikan, sering rasanya saya ingin tahu bagaimana model sekolah di negara-negara maju. Apakah sekolah mereka seperti sekolah kita. apa saja yang mereka peljari, bagaiamana mereka belajar, bagaimana guru mengajar, buku apa yang mereka pakai apakah buku paket seperti kita, atau justru tidak ada buku khusus untuk sekolah dan lain-lainnya.

Ketika tahu konon mereka belajar hanya sekitar 8 bulan, karea ada libur musim panas yang empat bulan saya kadang membayangkan dengan lbur empat bulan dapat digunakan untuk kursus, jalan-jalan, menjelajah pengalaman baru atau latihan/magang kerja atau untuk kegiatan lainnya yang dapat menunjang bakat baik dalam seni olah raga atau lainnya. Sehingga potensi-potensi lain dalam diri dapat berkembang dengan maksimal.

Ini barangkali, kalau berpikir ideal, tapi pikiran negatif barangkali mengatakan, kekosongan pelajaran jangan-jangan dipakai siswa untuk berantem, kebut-kebutan, kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya, .

Tetapi semakin dewasa Indonesia kita berharap, dengan kelonggaran waktu luang kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik.

Bagi guru barangkali dapat membuat persiapan pembelajaran yang baik, dapat meningkatkan diri dengan short course atau pelatihan lainnya.

bagi beberapa sekolah, yang dapat mandiri tapa merasa terintervensi pemerintah tentunya dapat lebih leluasa menyelenggarakan pendidikan yang lebih baik.

INOVASI MODEL PENDIDIKAN

Inovasi Lompatan Kemajuan dalam Pendidikan


Beberapa tahun belakangan ini, sekolah-sekolah doributkan untuk menuju sekolah bertaraf internasional, bahkan undang-undang mengamanatkan untuk setiap kabupaten memiliki satu sekolah bertaraf internasional. Maka bila ada kabupaten yang belum meiliki sekolah (rintisan) bertaraf internasional, maka bisa jadi bupatinya bila bertemu atasannya atau rekan buapti lainnya akan menjadi sasaran omongan, kenapa nggak punya sekolah bertaraf iternasional.

Memiliki sekolah bertaraf internasional, tentu bukan hanya kabupatenn yang berkepntingan, ttapi negara juga  sangat berkepentingan, minimal mata dunia tidak sebelah mata memandang pendidikan Indonesia yang begitu terperosok, maka bila katakanlah di Indonesesia ada 40 sekolah bertaraf  internasional, wah tntu gengsi Indoensia akan naik di mata dunia. tetapi melihat betapa negara maju saat ini tentu tidak dengan mudahnya membangu pendidikan mereka yang demikian maju, banyak hal yang harus dilakukan, misalnya komitmen, kesadaran untuk maju dan tentu sarana=prasarana.

Toh begitu saya kira pemerintah tidak cukup hanya mendirikan rsbi-rsbi, bahkan kalau perlu katakanlah untuk membuat sekolah yang benar-benar unggul yang dapat menjadi motor kemajuan, dapat dibuat model sekolah baru, misalnya setiap kabupaten mengirimkan beberapa orang siswanya yang cerdas kemudian dibuatkan sekolah khusus untuk orang-orang cerdas ini di setiap propinsi dengan bantuan dana dari pemerintah yang dikelalo dengan baik baik dari sisi inteletual, mmoral maupun spiritualnya, maka insya allah hal ini akan dapat mendorng lompatan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Melihat perjalanan RSBI saat ini,  (miskipun mungkin masih terlalu dini) ibaratnya melihat siput berjalan. Padahal saya kira yang kita perlukan sekarang adalah membuat lompatan-lompatan kemajuan dalam bidang pendidikan, kalau kita bisa melompat seperti kijang kenapa kita harus berjalan seperti siput ?.

di beberapa daerah, bahkan mulai bermunculan sekolah internasional dengan gedung mewah laksana perkantoran , guru yang sangat kompeten, kurikulum standar negara maju, dan lulusannnya tjuannya mekanjutkan studi keluar negri, tentu dengan biaya mahal juga.

Bahkan banyak swasta yang jauh lebih dahulu telah menyelenggarakan sekolah internasional bukan hanya nama tapi memang hampir di semua lini memiliki rasa internasional.

Maka inovasi yang terus menerus kita harapkann dari departemen pendidikan untuk menggenjot kemajuan pendidikan di Indoensia.

Setelah sekolah mandiri, sekolah standar nasional, sekolah standar internasional dengan ISO maka kita harapkan ada lagi sekolah apalah yang penting dapat membuat lompatan kemujuan dalam bidang pendidikan.

PROBLEMATIKA ILMU TAUHID

PEMBAHASAN TAUHID

Pendahuluan

Ilmu tauhid merupakan ilmu yang sangat penting kedudukannya dalam Islam karena ia membahas pokok ajaran Islam yakni masalah keimanan. Ilmu tauhid ini juga sering disebut dengan ilmu ushuluddin (karena membahas pokok atau dasar agama islam), juga disebut dengan ilmu akidah karena membahas ikatan atau simpul seseorang dengan agama atau keyakinannya. sedemikain pentingnya maka dalam kurikulum pendidikan Islam akidah ini menjadi mata pelajaran tersendiri.

Keilmuan Tauhid

Namun saya kira perlu disadari bahwa, ilmu tauhid sebagai sebuah ilmu, ia mempunyai frame keilmuannya tersendiri sebagaimana lazinya suatu cabang ilmu tentulah setiap ilmu itu mempunyai frame keilmuannya masing-masing yang menurut hemat kami, frame umumnya suatu ilmu adalah menjadikan sesuatu sebagi objek  kajian dari cabang ilmu tersebut. Misalnya, tubuh manusia iamenjadi objek kajian ilmu tertentu yakni biologi. Fenomena alamm semesta menjadi objek kajian ilmu fisika. antara objek kajian dan pengkaji terdapat “jarak”, pengkaji memisahkan dirinya (outsider) dengan objek kajiannya. dengan demikian ia akan leluasa memperlakukan objek kajiannya sedemikian rupa untuk menyempurnakan keilmuannya.

Dalam kaitan ini, ketika seseorang membicarakan ilmu tauhid semestinya ia menyadari bahwa ia akan meletakkan dzat Allah sebagai objek kajian, ketika seseorang melakukan demikian bisa jadi ia mengesampingkan keagungan Allah dan cendrung memperlakukan dengan sebagai objek kajian lainnya. Kenyataan ini misalnya, ada orang yang menulis lafadz Allah kemudian melempakannya ke lantai dan menginjaknya karena ia menganggap hal itu sekdar tulisan di secarik kertas tidak ubahnya dengan tulisan lainnya di kertas. dalam konteks ini keduanya tidak memiliki nilai sakralitas. Oranglah atau sisi pengkaji yang menempatkan sesuatu sebagai yang skral.

Ini sebenarnya yang menjadi masalah ketika seseorang tidak menyadari perbedaannya. bahkan lebih jauh ketika ia membicarakan Allah bisa jadi terjebak kepada penalaran-penalaran atau filsafat yang cenderung rumit dan mengkaburkan.

Saya kira yang terbaik adalah mengimani dzat Allah sebagai yang maha Kuasa yang diluar jangkauan manusia, kita hanya dapat memahami sejauh apa yang dinformasikan oleh Allah tentang dirinya di dalam al Qur’an dan sunah shahihah. Selebihnya maka itu adalah hasil pemahaman kita sendiri. Maka sebatas apa yang ada dalam al qur’an dan assunah itulah sebenarnya yang menjadi pedoman kita dalam memahami dzat Allah yang maha Agung.

Wallahu a’lam bish shawwab