Archive for August, 2008|Monthly archive page
ISO
ISO
Ada satu hal yang ketika kita bergaul dengan dunia inernasional perlu menjadi perhatian. Yakni mengenai semacam standar hubungan tertentu sehingga semua apa yang ada pada kita dapat diterima oleh dunia inernasional, dan sayangnya standar itu yang menetapkan adalah dunia barat. Sehingga mau tidak mau kita akan ikut dengan apa yang menjadi tuntutan standar mereka. Ini hampir di segala bidang.
Salah satunya adalah Standar ISO . Barangkali salah sisi yang perlu ditiru , miskipun suatu lembaga tidak dapat memenuhi secara formal sertifikat ISO, tetapi hal yang dapat dikerjakan adalah merumuskan secara bersama standar apa yang harus dikerjakan agar lembaga tersebut dapat lebih berprestasi.
Ini barangkali yang menjadi kesepakatan awal antar komponen yang terlibat pengelolaan suatu lembaga. Dari kesepakatan bersama untuk maju ini kemudian dibuatkan dokumen secara tertulis semua hal yang akan dikerjakan dalam suatu bentuk prosedur kerja yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas.
Prosedur kerja yang menjadi kesepakatan itulah yang akan menjadi tolok ukur bersama untuk meraih kemajuan, bagaimana komitmen seluruh komponen terhadap prosedur kerja iu ditaati bersama.
Kemudian secara periodic, diadakan evaluasi bersama mana saja hal-hal yng tidak dapat berjalan sesuai dengan prosedur kerja yang telah ditetapkan tadi.
Berangkat dari sini sebenarnya suatu lembaga dapat meningkatkan prestasi dengan standar kualitas tertentu, minimal ada tolok ukur yang dapat dijadikan acuan penilaian dibandingkan ketika tidak mengadakan standarisasi prosedur kerja. Memang tentu tidak setiap lembaga mampu memenuhi syarat sertifikasi ISO mengingat dana yang dibutuhkan sangat besar. Untuk ISO Standart Management System saja di tingkat lembaga pendidikan mencapai Rp. 55 juta. Ini belum termasuk persiapan menuju sertifikasi, bahkan untuk perusahaan untuk satu item yang sama bisa mencapai satu milyar.
Macam-macam windows XP
Windows XP Untuk PC Lawas
baru beberapa hari ini saya tahu, kalau ada windows XP untuk
PC-PC kuna alias lawas. Nama windows itu adalah Windows FLP.
Ini saya dapat ketika membaca-baca macam-macam windows, baik
yang windows home atau profesional dan windows versi unattended.
Ternyata ada windows versi FLP yang hanya berisi inti dari windows XP
dan mirip model unattended. Windows FLP ini memang dikeluarkan
oleh microsoft ditujukan untuk user yang tidak mau mengupgrade
hardware pc lawasnya. semacam pentium mmx 233 dengan memori 128 mb serta
hardisk 10 sampai 20 gb.
Berbeda dengan windows XP yang memakan banyak ruang, untuk windows FLP
ini minimal memakan hardisk sekitar 665 mb dan untuk full instal sekitar 1250 mb
ketika instalasipun ada beberapa model pilihan.
FLP merupakan singkatan dari Fundamentals for Legacy PCs
Karena fungsi sama dan hanya memakan kecil saja dari hardisk
maka langsung aku cari di torrent untuk mencobanya di EEE PC,
dan sukses aku pakai di EEE PC.
Leave a Comment
Comments (1)