Archive for April, 2008|Monthly archive page
INSTALL CROSS OVER 6 DI UBUNTU 6.6
Crossover 6 di UBUNTU 6.6
Berhari – hari mencari program Crossover untuk nyetel program Windows (terutama Officenya) di Ubuntu seperti yang di Xandros, akhirnya tadi malam ketemu juga, ketemunya di Rapidshare itupun
ternyata juga dengan “perjuangan” untuk downloadnya, karena beberapa kali salah baca dalam memasukkan kode huruf yang ada gambar kucingnya, toh akhirnya bisa download juga setelah terbaca mana yang ada kucingnya dan mana yang tidak ada.
Crossover ini filenya bernama “ install-crossover-pro-6.2.0.sh “ besarnya 19-an mb, setelah download saya jadi bertanya lagi gimana cara install ke ubuntu 6.6 ?? setelah capek muter di internet, eh ternyata gampang sekali instalnya, karena file ini ekstensinya adalah .sh yang berarti siap install seperti file .exe di windows, duh…ini akibatnya orang yang ndak tahu Linux. Tinggal klik dua kali terus ikuti perintahnya, yes……………selesai sudah, ternya Crossover ku sudah nonggal. Klik Application dan ternyata dibawahnya muncul menu Crossover.
Langsung saya pake install MS Office XP dan sukses, dan aku pakai install Windows Media Player 9 juga sukses. Jadi kalo mau memainkan file mp3 cukup instalkan winamp versi 2.xxx (di tempatku versi 5 tidak jalan) atau player yang biasa dipake di windows.
Sayangnya, Office ini tidak bisa untuk mengetik Arab..kira-kira ada tidak yang tahu caranya agar ms office yang aku jalankan di Ubuntu 6.6 dapat dipakai untuk mengetik Arab, kalau dipakai mengetik Arab yang muncul dilayar bukan huruf Arab tapi tanda tanya ( ?????).
AKHIR UJIAN NASIONAL
UJIAN NASIONAL
Akhir Ujian Nasional
Sebenarnya adalah Ujian Akhir Nasional atau kalau sekarang disebut Ujian Nasional, dan Ujian Nasional tahun 2007/2008 kelas XII berakhir pada hari Kamis, tanggal 25 April 2008. Kisah Suka duka, segala macam rasa jengkel, marah, sedih, gusar,senang, harap-harap cemas menyelimuti panitia, pengawas maupun peserta ujian. Bahkan kisah kelucuan, tangis, hingga juga menyertai ujian kali ini.
Pelaksanaan Ujian Tingkat Lokal
Banyak hal yang dapat dipetik dari un ini maupun sebelumnya.
Misalnya dari sisi penyelenggaraan tingkat lokal, segala hal yang ditempuh dalam penyelenggaraan ujian nasional tingkat lokal semuanya didasarkan pada pertimbangan kesuksesan anak-anak sehingga lulus ujian. Mulai dari bimbingan belajar secara instensif (jadi lahan bisnis baru), do’a bersama, dan berbagai macam strategi belajar lainnya, bahkan secara psikologis anak-anak disiapkan untuk menghadapi un karena miski otak encer tapi mudah stress maka ketika menjawab un otak jadi blank. Dan segala macam bentuk persiapan lainnya secara akademis yang sebenarnya sudah sangat lebih dari cukup. Itu semua belum dirasa cukup mantap untuk menjamin lulus.
Maka ditambah dengan jurus-jurus lain kolaborasi antar sekolah madrasah, antar pengawas, antar mkks, antar-antar lainnya. Yang semuanya menjurus pokoknya tahu sama tahu.
Ini karena un dianggap sebagai sesuatu yang tidak realistis bagi sekolah-sekolah umumnya di Indonesia, sudah dimaklumi bersama bagaima carut marutnya sistem pendidikan di Indonesia, kurikulum yang cenderung tambal sulam, birokarsi yang tidak mendukung pengembangan pendidikan yang kondisif, hingga mutu para guru dalam metodologi pengajaran dsb dsb.
maka dalam benak mereka yang terlibat secara praktis di sekolah ujian nasional ini dengan nilai kelulusan sedimikian tentu sangat jauh diraih dengan cara-cara normal (belajar disekolah dengan sekian matapelajaran dan waktunya, dengan metodologi sedemikian, dengan sarana prasarana sedemikian rupa)pengawasan yang ketat, dll) kemudian diharapkan misalnya 90% lulus ujian dengan nilai murni diatas 9.
Itu harapan, tetapi kenyataan dilapangan katakanlah dalam satu kabupaten ada 16 (SMA, MA, SMK, negeri atau swasta) maka yang difavoritkan paling banter ada 3 sekolah, selebihnya hanya menjadi sekolah pelengkap. Kemudian dari sekian puluh sekolah itu katakanlah untuk mata pelajaran matematika kalau mau fair, siswa yang jago matematika tentu tidak sampai banyak sekali, katakanlah satu kelas ada 40 siswa maka yang jago matematika paling hanya 10 orang. yang lain menjadi pelengkap saja. Maka kalau diuji secara nasional dengan asumsi seperti ini maka sebenarnya kalau banyak yang lulus tentu disamping belajar giat dan disiapkan dengan belajar yang intensif tentu ada cara “jalanan” yang diatur agar siswa dapat lulus dengan mantap.
Sisi Ekonomis Ujian Nasional
Dilihat dari sisi ekonomi ujian nasional ini tentu oleh pemerintah diberikan anggaran yang tidak sedikit, “hanya” untuk menguji kelayakan seseorang murid selama belajarnya untuk layak lulus dari tingkat SLTA atau tidak.
Belum lagi anggaran dari pemerintah provinsi maupun daerah, ditambah pungutan-pungutan untuk “kesuksesan” pelaksanaan ujian.
Maka dari sisi ekonomis ujian ini sangat komersial sekali, satu contoh: untuk pengadaan kaset listening secara kasar dari sisi ekonomis nilai komersialnya bisa jadi sebanding dengan kaset yang dikeluarkan oleh suatu grup musik, belum lagi pengadaan naskah soal hanya untuk penggandaannya belum termasuk pembuatannya.
Ini baru sekelumit biaya-biaya yang timbul dari penyelenggaraan Ujian Nasional belum kalau dihitung untuk biaya-biaya lain.
Inilah barangkali sekelumit kisah underground pendidikan di Indonesia.Toh demikian mari bersama-sama tetap membangun kecerdasan anak-anak bangsa karena dengan kecerdasan itulah yang membedakan manusia dengan binatang, karena kecerdasan itulah ia menjadi makhluk mulia di sisi Allah.
Leave a Comment
Leave a Comment