Archive for December, 2007|Monthly archive page

BERSYKUR

BERSYUKUR KEPADA ALLAH

(Alasan dan bagaimana cara kita bersyukur)

Pendahuluan.

Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7-8 sebagai berikut:

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنجَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذٰلِكُم بَلَاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ [١٤-٦]

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu”.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ [١٤-٧]

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Ayat ini merupakan pokok ajaran hidup sukses, bahagia dunia akherat. Sangat simple tetapi kaya makna.

Alasan mengapa harus bersyukur

Rahasia hidup bahagia adalah hati yang selalu bersyukur, kita harus senantiasa mensyukuri apapun yang telah Allah berikan kepada kita, apabila kita melihat contoh-contoh yang ada dalam al qur’an kita akan mendapatkan banyak alasan mengapa kita harus bersyukut.

Kita bersyukur atas makanan yang halal dan baik, atas kehalalan rezki yang kita nikmati sementara bisa jadi orang lain belum menikmatinya seperti dalam suarat al baqarah: 172 atau dalam surat an Nahl: 114.

Kitapun bersyukur atas kekuasaan yang yang diamanatkan oleh Allah yang ada dalam genggaman kita sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam surat an Naml: 19 dan 40.

Kitapun harus bersyukur atas ilmu yang diberikan oleh Allah kepada kita, seperti yang dilukiskan oleh Allah dalam surat Luqman: 12

Kitapun wajib bersyukur bahwasannya orang tua dengan segala jerih payahnya telah berusaha semampu mereka untuk memberikan asuhan terbaik bagi kita, juga sebagaimana yang diilustrasikan oleh Allah dalam surat Luqman: 14

Diantara alasan bersyukur lainnya seperti yang jelaskan oleh Allah dalam suarat Saba: 15 adalah bahwa kita diberikan bumi yang subur makmur, baik yang ada di perut bumi maupun yang dipermukannya.

Itulah beberapa paparan al Qur’an yang dapat kami sampaikan tentang alasan mengapa kita harus bersyukur, tentu kalau kita melihat lebih jauh lagi di al Qur’an, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih banyak lagi.

Cara bersyukur kepada Allah.

Al Qur’an juga memberikan penjelasan bagaimana kita harus bersyukur kepada Allah atas semua ini. Banyak bentuk untuk mengekspresikan syukur ini, misalnya dengan beramal shalih lewatn nikmat yang telah kita terima seperti digambarkan oleh Allah dalam surat An Naml: 19. Apabila kita mendapatkan ilmu maka bentuk amal shalihnya bisa dengan terus menjaga dan mengembangkan ilmu tersebut, menyebarkannya kepada orang lain. Menggunakan ilmu tersebut untuk kepentingan dakwah islamiyah.

Allah juga mengajarkan bentuk lain dalam bersyukur yakni dengan tidak mengkufuri atau mengingkari. Seperti dijelaskan oleh Allah dalam surat al Baqarah: 152. Bahwa apa yang ada pada kita semuanya adalah berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Apa yang kita miliki, semuanya adalah atas karunia dan kemurahan Allah belaka, bukan atas jerih payah kita. Maka bilamana seseorang mendapatkan karunia Allah kemudian ia menyia-nyikan maka ia sungguh telah mengingkari nikmat tersebut. Bila seseorang misalnya, mendapatkan nikmat amanat kekuasan atau perbendaharaan kekayaan atau ilmu kemudian ia menggunakannya untuk kemaksiyatan dan perbuatan dosa maka sungguh ia telah mengkufuri nikmat tersebut.

Bahkan Allah juga memberikan penjelasan lainnya bagaiman cara kita harus bersyukur, dalam surat al al Baqarah: 172, Allah menjelaskan beribadah adalah merupakan cara lain dalam bersyukur. Maka setiap ibadah yang kita tunaikan adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Motivasi yang baik ibadah seseorang adalah karena syukurnya kepada Allah.

Beribadah bukan karena takut siksa ataupun hukuman dan dosa yang akan ditimpakan oleh Allah kepada orang yang tidak beribadah, bila ibadah semacam ini tak ubahnya seperti sikap pelayan atau budak terhadap majikannya, inilah “ibadah budak atau pelayan”.

Beribadah tidak pula karena menginginkan pahala atau balasan dari Allah yang berlipat-lipat. Seseorang yang beribadah semacam ini maka ia telah bersikap sebagai pedagang dalam beribadah yang semata ingin mendapatkan keuntungan dari ibadahnya, inilah bentuk ” ibadah pedagang”.

Manakal seseorang beribadah karena syukurnya kepada Allah maka itulah jawaban Rasulullah saw kepada istrinya; Aisyah ketika pada suatu malam ia melihat telapak kaki Rasulullah saw bengkak dan pecah-pecah karena lama dan banyaknya shalat malam.Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah saw, ” ya Rasulullah saw, bukankah dosa engkau masa lalu maupun yang akan datang telah diampuni (tidak punya dosa)?. Rasulullah saw:” tidakkah akau senang menjadi seorang hamba yang senantiasa bersyukur”. maka kata kuncinya adalah bersyukur.

Kesimpulan.

Wal hasil:

Bagaimana bersyukur, adalah dengan mengakui sepenuh hati bahwa semuanya adalah berasal dari Allah, suka duka, gembira sedih, kekayaan dan kekurangan, semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Secara lisan akan terucap dan terus terucap rasa syukur alhamdulillah….yang tiada henti dan terus mengalir dari bibirnya dan secara konkret diwujudkan dalam tindakan sehari-hari untuk menjaga,mengelola dan memanfaatkan sebaik-baiknya nikmat yang telah diberikan oleh Allah, untuk dirinya, keluarganya dan orang lain termasuk untuk agamanya.

Wallahu a’lam bish shawwab.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ [٤٦-١٥

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ ﴿النمل: ١٩

AYAT-AYAT HUKUM

AYAT – AYAT YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM

 

Agama di dunia ini banyak, dan setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing yang menjadi acuan kehidupan bagi para pemeluknya. Ada banyak cara interaksi pemeluk agama terhadap kitab sucinya, ada yang memahami berdasar tafsiran pemuka agama, ada memahami dengan mempelajari bahasa asli kitab suci tersebut, ada yang menterjemahkan kitab suci tersebut bahkan ada yang menganggap terjemahan kitab suci adalah kitab suci itu sendiri.

Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan dengan bahasa Arab, banyak terjemahan al qur’an ke berbagai bahasa. Bahkan al Qur’an merupakan kitab suci yang banyak memiliki tafsir baik secara kuantitas para penafsir maupun banyaknya jilid kitab-kitab tafsir oleh seorang penafsir.

Para penafsir tersebut memberikan penafsiran terhadap al qur’an lewat berbagai pendekatan, ada yang mengkhususkan terhadap masalah-masalah ayat-ayat hukum.

Berikut ini disajikan ayat – ayat yang berkaitan dengan masalah- masalah hukum dalam Kitab Rawai ‘ul Bayan Tafsir Aat Ahkam Minal Qur’an karya syaeikh ali ash shabuni jilid 1

No
Surat
Ayat
Topik
1 Al fatihah 1-7 Surat Al Fatihah
2 Al Baqarah 101-103 Sihir Menurut Syari’ah
3 Al Baqarah 106-108 Nasykh dalam Al Qur’an
4 AL Baqarah 142 – 145 Menghadap Ka’bah dalam Shalat
5 AL Baqarah 158 Sa’y antara Shafa dan Marwah
6
Al Baqarah
159 – 160
Menyembunyikan ilmu syari’at
7
Al Baqarah
172 -173
Mubahnya hal yang baik dan haramnya hal yang keji
8
AL BAqarah
178 – 179
Dalam Qishash ada kehidupan di dalamnya
9
AL Baqarah
183- 187
Kewajiban puasa bagi umat Islam
10
AL Baqarah
190 – 195
Disyari’atkannya perang dalam Islam
11
AL Baqarah
196 – 203
Menyempurnakan haji dan umrah
12
AL Baqarah
216 – 218
Perang di bulan-bulan yang dihormati
13
AL Baqarah
219 – 220
Diharamkannya judi dan khamr
14
AL Baqarah
221
Menikahi wanita musyrik
15
AL Baqarah
222 -223
Tidak menggauli wanita haid
16
AL Baqarah
224 – 225/226-227
Larangan banyak bersumpah
17
AL Baqarah
228 -231
Syari;at Islam tentang thalaq
18
AL Baqarah
233
Ketentuan tentang sepersusuan
19
AL Baqarah
234
Idah wanita yang ditinggal mati suami
20
AL Baqarah
235-237
Meminang wanita dan hak mahar
21
AL Baqarah
275 – 281
Kejahatan sosial riba yang membahayakan
22
Ali Imran
29
Larangan berpihak pada orang kafir
23
Ali Imran
96 -97
Kewajiban haji dalam Islam
24
An Nisa’
1 – 4
Poligami dan Hikmahnya
25
AN Nisa’
5 – 10
Perhatian Islam terhadap harta anak yatim
26
An Nisa’
19 – 24
Mahram-mahram
27
An Nisa
34 – 36
Cekcok dalm keluarga dan solusinya
28
An Nisa’
43
Larangan shalat ketika mabuk dan junub
29
An Nisa
92 – 94
Tindak krimanal pembunuhan dan sanksinya
30
An Nisa’
101 – 107
Shalat Khauf
31
Al Maidah
1 – 4
Makanan yang halal dan yang haram
32
Al Maidah
5 -6
Ketentuan tentang wudlu dan tayammum
33
AL Maidah
33 – 40
Pidana pencurian dan perampokan
34
Al Maidah
89 – 92
Kafarat sumpah dan keharaman khamer, judi
35
Al Taubah
17 -18
Memakmurkan masjid
36
At Taubah
28 -29
Larangan masuk masjid bagi orang musyrik
37
Al Anfal
2 – 4
Ketentuan tentang rampasan perang
38
Al Anfal
15 – 18
Melarikan diri dari peperangan
39
Al Anfal
41
Ketentuan cara pembagian rampasan perang
40
Al Hajj
36 – 37
Mendekatkan diri kepada Allah dengan qurban

Juz yang kedua dari kitab tafsir tersebut memuat ayat ahkam sebagai berikut:

No Surat Ayat Topik
1 An Nur 1 – 3 Had (Ketentuan hukum tentang) Zina
2 An Nur 3 – 5 Menuduh Zina
3 An Nur 6 – 10 Li’an (suami istri saling menuduh zina)
4 An Nur 23 – 26 Mennyebarkan cerita dusta
5 An Nur 27 – 30 Etika berkunjung dan bertamu
6 An Nur 30 – 31 Hijab dan pandangan mata
7 An Nur 32 – 34 Anjuran menikah
8 An Nur 58 -59 Etika berkunjung pada waktu privasi
9 An Nur 61 Makan minum di rumah kerabat
10 Luqman 13 – 15 Berbakti kepada kedua orang tua
11 Al Ahzab 1 – 5 Anak angkat menurut Islam dan Jahiliyah
12 Al Ahzab 6 Kewarisan kerabat rahim
13
Al Ahzab
49
Cerai sebelum digauli
14
Al Ahzab
50 -52
Tentang Istri-istri Nabi Saw
15
Al Ahzab
52 – 53
Etika perjamuan/resepsi pernikahan
16
Al Ahzab
56 – 58
Shalawat terhadap Nabi saw
17
Al Ahzab
59
Hijab wanita muslimah
18
Saba’
10 – 14
Hukum gambar dan patung
19
Shad
41 – 44
Hilah (melepaskan diri dari kesulitan hukum)
20
Muhammad
4 – 6
Perang dalam Islam
21
Muhammad
33 – 35
Meninggalkan amal kebaikan setelah dimulai
22
Al Hujurat
6 -10
Cheking kebenaran berita
23
Al Waqi’ah
75 – 87
Ketentuan memegang mushaf al Qur’an
24
Al Mujadilah
1 – 4
Dhihar dan kafaratnya
25
Al Mujadilah
11 – 13
Mengadukan sesuatu kepada Rasulullah saw
26
AL Mumtahanah
10 – 13
Menikah dengan orang Islam atau musyrik
27
Al Jumu’ah
9 – 11
Ketentuan shalat jum’at
28
Ath Thalaq
1 – 3
Ketentuan perceraian
29 Ath Thalaq 4 – 7 Ketentuan tentang masa iddah
30 AL Muzammil 1 – 10 : Ketentuan membaca al Qur’an

Demikian tabel ayat-ayat ahkam dalam kitab tersebut, perlu di catat, topik tersebut hanyalah secara umum, tetapi secara lebih detail tentu saja kandungan ayat-ayat tersebut lebih luas dari topik yang disajikan. Wallhu a’lam bish shawwab.