Archive for September, 2007|Monthly archive page

Sebab-Sebab Syirik

Sebab-Sebab Syirik

Telah diketahui bahwa syirik secara garis besar dikelompokkan menjadi dua macam. Pertama adalah Syirik Besar: yakni menyekutukan Allah dengan selain Allah (makhluk). Perilaku ini bias berupa pemujaan terhadap arwah-arwah, makhluk ghaib, jin dan sejenisnya, maupun pemujaan terhadap gunung, pohon besar, danau, mata air, binatang buas, batu besar, patung orang terkenal/shalih, dan hal-hal lainnya.

Kedua adalah Syirik Kecil: yakni melakukan ibadah tidak tulus untuk Allah. Perbuatan ini bisa berupa riya’, sombong dan lainnya.

Adapun bahaya syirik bagi keimanan adalah terutama syirik besar karena dapat menjadikan pelakunya keluar dari Islam sehingga menjadi kafir.

Gambaran singkat syirik di atas dapat mengantarkan kita untuk mencari sebab seseorang tergelincir dalam syirik besar. Bahwa pemujaan terhadap selain Allah akan menjadikan seseorang sebagai musyrik. Pemujaan ini timbul karena, si pemuja merasakan kekerdilan dirinya, ia melihat dirinya sebagai makhluk yang lemah, tiada daya bahkan terhadap nasib baik atau buruk bagi dirinya ia tidak dapat menentukan dan merasa hidupnya tergantung pada sesuatu di luar dirinya. Ketidak berdayaan ini melahirkan sikap pasrah terhadap sesuatu yang dianggap menetukan nasib baik buruknya, kepasrahan inilah yang mengantarkan pada pemujaan atau kultus terhadap seuatu yang dianggap luar biasa tadi. Inilah awal munculnya syirik.

Umpama, manusia bila dihadapkan dengan bencana alam: gunung meletus, laut meluap pasang dengan ombaknya yang menggulung, gempa bumi, banjir, angin topan, apa yang dimilkinya selama ini tidak akan mampu menghadapi bencana itu. Maka tepikirkan olehnya, kemarahan alam tadi sebagai bentuk ketidak tertundukan manusia atau pembangkangan manusia terhadap sesuatu yang dianggap menggerakkan bencana tadi. Hal ini karena ketika alam tidak menimbulkan bencana, dianggap manusia telah memenuhi tuntutan sesuatu yang dianggap sumber bencana. Maka manusia terkadang menghubungkan gunung meletus dengan makhluk penjaga gunung, bila laut menimbulkan bencana maka terlintas dipikirannya makhluk pnjaga laut dan seterusnya. Untuk meredam kemurkaan makhluk tadi m aka manusia kemudian membuat upacara-upacara ritual/pemujaan terhadap makhluk-makhluk yang dianggap mendatangkan bencana tadi. Ini kemunculan syirik. Bahkan terhadap orang yang dianggap solih sekapun, syirik dapat muncul. Ini karena orang shalih tadi dipandang sebagai orang yang dapat menentukan nasib baik dirinya. Dengan perantaraan orang sholih ini, dirinya merasa mendapat keberuntungan nasib baik. Maka muncul pula pemujaan terhadap diri orang shalih tadi baik ketika ia masih hidu atau sesudah matinya.Ini yang sebab yang pertama.

Adapun sebab yang kedua adalah karena ketidaktahuan manusia akan Dzat Allah Subhanahu wa ta’ala. Bahwa dirinya dan seluruh alam jagad raya ini adalah,pada hakekatnya sama dengan dirinya, sebagai makhluk Allah SWT. Maka karenanya tidak akan dapat menentukan nasib baik atau buruk bagi manusia. Bencana atau keberuntungan manusia adalah ditentukan manusia itu sendiri atas ijin Allah swt. Gunung meletus, gempa bumi yang mencelakakan manusia bukan karena kemurkaan makhluk penunggu keduanya tetapi atas kehendak Allah SWT terjadilah bencana itu. Maka pemahamaan akan Allah menjadi sesuatu yang mutlak diketahui oleh manusia agar terhindar dari syirik. Apapun yang menjadi sebab bagi celaka atau berutungnya manusia adalah karena ijin Allah semata, tanpa ijin Allah apapun tidak akan bisa memberikan pengaruh bagi manusia. Karena itulah harus dipahami bahwa Allahlah yang menggerakkan seluruh kehidupan jagad raya ini. Bukan karena dewa-dewa atau makhluk halus tertentu. Juga makhluk yang dapat membahayakan manusia itu juga karena ijin atau kuasa Allah semata.

Karena manusia tidak mengetahui Allah dengan baik, maka kebodohannya mejerumuskan pada kesyirikan bahwa ada selain Allah yang menentukan nasib buruk dan nasib baik dirinya. Mereka menyembah selain Allah, yakni sesuatu yang tidak dapat memberikan kemadharatan atau kemanfataan sedikitpun….

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (١٨)

18. dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada Kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?”[678] Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).

 
 

[678] Kalimat ini adalah ejekan terhadap orang-orang yang menyembah berhala, yang menyangka bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat Allah.

  

KOLABORASI PCMAV DENGAN CLAMAV

PCMAV RC 20

Beberapa saat yang lalu saya mendownload PCMAV RC 20, memang awalnya agak terhambat karena akses internet sering putus dan lambat. Bahkan Google dipakai untuk searching juga tidak bias. Tapi Alhamdulillah akhirnya bias juga ke download.

Saya biasanya mempercayakan PCMAV untuk membersihkan virus di computer, hasilnya memang bagus. PCMAV banyak menolong computer saya dan computer kantor bahkan computer teman-teman.

Hebatnya lagi, data base virus bisa digabung dengan antivirus Clamav, hanya memang baru kali ini saya menggabungnya. Keinginan menggabung sebenernya sudah lama, hanya saja mendownload data base virus dari Clamwin/Clamav yang agak susah. Dan memang baru kali ini berhasil menggabung. Hasilnya setelah digabung memang hebat. Virus yang selama ini memakai PCMAV biasa tidak terdetek, setelah digabung bisa terdetek, misalnya virus w32 Sality.Q dan juga virus funlove, hanya saja untuk virus leena C masih sebatas terdetek saja, belum dapat dapat dihapus. Sampai saaat ini masih belum berhasil membasmi virus leena C, terutama yang ada di C:\windows\system32\vcmgcd32.dll

Sinetron Ramadhan Kita

Pada bulan-bulan tertentu, seperti pada bulan ramdhan ini, stasiun televise mengemas acaranya sedemikian rupa menyesuaikan dengan bulan ramadhan. Karena bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam, dimana pada bulan ini umat islam menjalankan puasa dan amalan ibadah lainnya dengan penuh semangat. Maka kaitannya dengan pembicaraan kita, acara televisi juga dikemas dalam berbagai nuansa yang-maunya – mendukung pemaknaan bulan ramadhan menjadi lebih bermakna.

Acara tersebut misalnya, ceramah keagamaan, kultum,acara waktu sahur dan sinetron . Acara-acara tersebut ditayangkan dan dikemas dalam format acara yang berbau Islam. Bahkan banyak sinetron ini sengaja dikemas untuk menyambut bulan Ramadhan ini. Secara umum patut diberikan apresiasi terhadap hal-hal semacam ini. Tetapi perlu juga diberikan beberapa catatan mengenai hal ini. Beberapa sinetron memang ingin menyuguhkan pesan Islam, ada yang dikemas dalam bentuk komedi ada pula yang dalam bentuk drama. Bila dilihat dari kemasannya, mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Hanya saja dibeberapa sinetron pesan yang hendak disuguhkan kepada para pemirsa seringkali masih bersifat verbal yang terlalu kasar ditangkap. Karena sinetron kita belum lepas dari format model cerita “bawang merah bawang putih” atau model cerita “cinderela”. Penonjolan karakter kaya miskin, jahat baik masih sangat kental. Sehingga untuk semacam ekspresi marah atau tertawa masih belum tampak natural. Karakter miskin kadang belum pas benar, baju digambarkan compang-camping tapi kulit dan raut muka tampak putih bersih. Maka kadang kesan memaksakan suatu ide masih sangat menonjol. Sehingga pesan yang hendak disampaikan terasa hambar, kurang sedap, bahkan belum enak untuk ditonton, sebagai sebuah hiburan sekaligus ajaran.

Beberapa sinetron lain, kadang sudah tidak menawarkan format semacam ini, artinya kesan memaksakan ide sudah tidak begitu menonjol karena dikemas dalam format keseharian kehidupan manusia sehingga lebih terkesan mengalir apa adanya dan kerap enak ditonton.

Saya teringat film “Robinhood the prince of thief”, film ini satu sisi menggambarkan kepahlaanan RobinHood, tetapi ada suatu adegan dimana kawan Robin yang diperankan Morgan Freeman???, mewakili sosok dari dunia Timur (Islam) yang mencenggangkan dunia barat saat itu dengan ilmu pengetahuannya dengan kemasan yang halus tetapi mengena, dapat menggambarkan- sedikit dari ajaran islam- yang begitu indah sebagai sebuah ajaran agama.

Mudah-mudahan ke depan kita dapat menampilkan wajah Islam yang lebih menarik tanpa terkesan dalam gambaran yang kasar maupun vulgar.

Tuhan Yang Kita Sembah

Mengenal Allah

Ketika diajukan pertanyaan kepada kita siapakah tuhanmu. Tentu kita akan menjawab : Tuhanku adalah Allah. Jawaban inilah yag dikemukakan dan memang itulah jawabannya. Karena memang tuhan kita adalah Allah subhanau wa ta’ala. Dan barangkali hanya berhenti di sini, tanpa menyebutkan atribut lainnya. Barangkali demikian pula ketika kita ditanya tentang sesorang, siapakah si fulan ? Jawaban kitapun paling hanya menyebutkan tentang namanya, mungkin ditambah sekolahnya, daerahnya. Dapatkah kita menjawab siapakah si fulan degan jawaban yang mengagambarkan hakekat atau gambaran utuh tentag si fulan.

Al Qur’an sebenarnya telah memberikan kepada kita penjelasan yang jelas tentang tuhan. Bahkan di buku-buku tauhid diajarkan tentang macam-macam tauhid: ada tauhid uluhiyah (pengesaan ketuhanan) ada tauhid rububiyah (pengesaan tentang tuhan pencipta dan pemelihara) ada tauhid asma dan sifat (pengesaan Tuhan tentang af’al/perbuatan dan sifatnya).

Namun ada baiknya kita mencoba melihat informasi al Qur’an tentang tuhan ini. Di surat al Baqarah: ayat 21 – 22 Allh berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١)الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.

Ayat ini menjelaskan tentang hakekat Tuhan kita. Kepada siapakah kita menyembah? Tentu menyembah Allah, tapi ternyata diayat tersebut menjelaskan bahwa tuhan yang disembah itu adalah 1) dzat yang menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita. 2) Tuhan yang menciptakan bumi, langit, yang menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan buah-buahannya.

Tapi ketika kita hanya menyebut Allah saja, tentu hakekat Allah sebagai dzat yang menciptakan kita dan memberi rezki bahkan Allah sebagai dzat yang menciptkan alam ini, akan terlewatkan dari segenap benak dan perasaan kita.

Maka sebenarnya ayat tersebut mengajak, menggugah akal pikiran dan kesadaran kita akan hakekat Allah subahana wa ta’ala. Banyak faedah bila kita menyadari Allah dalam hakekat seperti firmanNya tersebut. Kita akan merasa dekat dengan Allah. Karena Allahlah yang menciptakan kita. Kita akan merasakan keagungan Allah, bagaimana bumi ini dihamparkan, bagaimana langit sebagai banguna tegak. Ini semua akan menggugah kesadaran kita akan keagungan Allah. Kita merasakan kasih sayang Allah, bagaiman hujan dicurahkan untuk menumbuhkan bumi yang gersang, dengan hujan pula maka kehidupan ini menjadi semarak dan bergairah lagi.

Dalam surat yang sama yakni al Baqarah ayat : 163-164

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (١٦٣)إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (١٦٤)

163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Ayat ini menjelaskan bahwa tuhan kita adalah tuhan yang esa tiada tuhan selain dia yang maha pengasih maha penyayang. Hal ini mengajarkan kepada kita bagaimana kita seharusnya memahami Allah, sehingga kita benar-benar mengerti tentang tuhan kita sebagaimana informasi Allah tentang diriNya sendiri kepada kita. Wallahu a’lam bishshawwab.

MANUSIA dan Al QUR’an

Manusia dihadapan al Qur’an

Allah menurunkan al Qur’an kepada ummat manusia pada sekitar empat belas abad silam lewat perantaraan Nabi Muhammad saw. Tujuan utamanya adalah sebagai petunjuk dan pembimbing manusia demi kebahagiaan hakiki mereka di dunia ini maupun dikehidupan akherat kelak.

Namun reaksi atau tanggapan manusia tidak semuanya bersikap antusias terhadap al Qur’an ini. Hal ini bisa dilihat dari sejarah tanggapan umat Nabi Muhammad sejak al Qur’an diturunkan hingga saat ini.

Berkaitan dengan hal ini, maka respon manusia terhadap al Qur’an dapat dibedakan menjadi tiga kelompok:

a. Mereka yang membenarkan dan mengimani al Qur’an. Merekalah orang yang beruntung

b. Mereka yang ragu-ragu terhadap Al Qur’an, antara mengimani dan menolak. Mereka ini perlu diberi penjelasan sehingga dengan pengetahuannya dapat menyingkirkan keraguannya

c. Mereka yang menolak dan mengingkari al Qur’an. Mereka perlu bahkan wajib didakwahi dengan bukti-bukti dan argumentasi yang dapat mematahkan keingkarannya sesuai dengan tingkat keingkarannya.

Karena itulah sebenarnya ayat – ayat al qur’an penuh dengan segala mukjizat, ayat-ayatnya teratur sesuai dengan akal pikiran. Allah menyampaikan ayat-ayatnya secara argumentatif sehingga tidak ada lagi bagi akal celah untuk menggugat al Qur’an, hanya orang yang kurang akal saja yang mencoba-coba berlagak menggugat aL Qur’an.

Sebagai contoh, Allah berfirman di surat al Lail ayat 1-3

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى (١)

وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى (٢)

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالأنْثَى (٣)

1. demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

2. dan siang apabila terang benderang,

3. dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

Ayat tersebut, dalam tata bahasa Arab disamapikan dalam bentuk sumpah: demi malam…Dalam keseharian, orang melakukan sumpah biasanya untuk sesuatu urusan yang dianggap besar, sumpahnyapun dengan sesuatu yang besar pula. Misalnya ada orang bersumpah demi kehormatan atau demi bangsa atau demi bapak ibunya (orang islam dilarang bersumpah kecuali dengan Allah).

Ketika Allah bersumpah dengan makhluknya, seperti ayat di atas di mana Allah bersumpah dengan malam, maka tentu hal tersebut bukan tanpa arti apa-apa. Pernahkah terlintas dipikiran untuk secara serius memikirkan apa hakekat diciptakannya malam, dipergilirkannya siang dan malam. Apa rahasia yang terkandung di kedua waktu tersebut.

Sesungguhnya banyak sekali ayat-ayat semakna yang semuanya menggugah akal pikiran manusia. Maka hanya orang berakal saja yang mengimani al Qur’an dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam bishawwab.

Pengalaman memakai linux

pertama kali kenal linux, pake distro redhad 9 bantuan dari depag, kira-kira tahun 2000an4. terus sama teman saat itu juga dikasih live cd slaxware, kemudian pernah juga nyoba mandrake, nyoba poppy linux, damn small linux yang coba 50 mb. knoppix, pc linux, ubuntu termasuk ubuntu muslim edition,xandros dan beberapa yang lain.

sebenarnya kalo mau belajar tidaklah susah. apalagi kalo cuma mau nulis, ngenet pake yang distro kecilpun sebenarnya bisa. dan asyik juga sebenarnya memakai linux ini.

saya sebenarnya ingin pindah linux, hanya saja di tempatku rata-rata masih pake windows, so kalo mau pindah komputer guna edit data kalao yang satu pake linux satunya windows, jadinya agak repot. so untuk data-data masih pake windows. tapi untuk pribadi dan kao lagi pingin linux, maka saya mengoperasikan linux.

maka sebenarnya tidak ada lagi alasan tidak pake linux. apalagi kalo alasan rumit, toh windowspun saya yakin tidak semua pengguna tahu isi windows sebenarnya.

yo rame-rame pake linux