Desa Istriku

ini desaIni pemandangan di desa istriku. Tepatnya di Tegalsari Weru Sukoharjo, ketika musim panen mulai tiba beberapa bulan yang lalu.
Awal pertama aku ke desa ini, pengairan sawahnya masih banyak mengandalkan sistem tadah hujan. Sehingga di musim kemarau banyak orang pergi kesawah tidak untuk menggarap sawah, tapi untuk membolak-balik bongkahan tanah sehingga nanti di musim awal hujan sudah siap mulai tanam. Itupun tidak memakai benih yang disemai tapi tanah dilobangi dengan tongkat kemudian gabah (benih padi) langsung dimasukkan ke lobang tadi kemudian ditutup dengan tanah. Begitulah cara bercocok tanamnya.
Bila sudah akhir panen, menjelang musim kemarau, sawah tadi ditanami kedelai, sehingga selesai panen padi masyarakat memanen kedelai. Karenanya hampir setiap tahun bisa menikmati kedelai rebus, sungguh enak dan gurih rasanya, bahkan di beberapa desa tetangga panen kedelai ini masih bisa didapatkan, bukan sekedar panen panen tetapi panen raya kedelai.
Miskipun ada irigasi dari waduk Gajah Mungkur tapi saat itu air rasanya masih sulit mengairi sawah di sekitar desa ini. Tetapi sekarang ini air irigasinya sangat lancar sehingga setiap tahun penduduk selalu panen padi, dan sekarang ini kedelai sudah sangat jarang didapat di desa ini.

2 comments so far

  1. faza on

    bagus

  2. dwi,gina n icha on

    mnrt kami hal2 yg diberitahui oleh situs ini sgt bagus dan menambah pengetahuan kami… jangan berhenti menuliskan tentang keadaan sawah di Indonesia… okeh…!!! :)


Leave a reply