Archive for May, 2007|Monthly archive page
Joke Pendidikan Kita
Waktu ikut seminar tentang Sosialisasi Pendidikan Sehari dengan tema Pelayanan Prima Pembelajaran, ada joke menarik tentang pendidikan di Indonesia. Di antaranya adalah adanya kuliah yang diistilahkan kuliah senin kamis atau sabtu ahad. Sekolah di daerah pantai yang liburnya bukan berdasar kalender tetapi berdasar ikan, bila lagi musim ikan datang (dari laut yang dibawa kapal nelayan) maka kelas menjadi bubar, semuanya ikut memanen ikan.
Ada lagi yang menggelikan sekaligus ironi, konon menteri pertanian Vietnam adalah alumni IPB, perguruan tinggi bidang pertanian di Indonesia yang kesohor. Sebagai alumni yang baik beliau mempraktekkan ilmunya yang diperoleh semasa kuliah di IPB untuk memajukan negaranya, hasilnya ia buktikan dengan mengeksport beras ke Indonesia negara dosennya dulu. Itulah hebatnya Indonesia. Bahkan konon banyak alumni IPB yang menjadi pejabat diberbagai departemen, bahkan pak SBY juga dari IPB. Saking banyaknya alumni IPB yang bekerja diluar bidang pertanian sehingga dinyatakan sebagai perguruan tinggi yang bisa melahirkan alumni yang ahli di bidang apapun kecuali bidang pertanian itu sendiri. Maka IPB diplesetkan menjadi Institut Pleksible Banget. yaa….Barangkali pak menteri Vietnam menerapkan ilmunya dengan sungguh-sungguh untuk memajukan negaranya, sementara di negara kita belum ada kesungguhan yang sungguh-sungguh untuk membangun negara.
Pendahuluan FIQIH
=================
Tulisan direncanakan memuat bahasa fiqih secara ringkas tetapi mencakup semua
bab-bab yang biasa disajikan kitab-kitan fiqih
==========================================================
Pendahuluan
A. Pengertian dan Istilah Fiqih
Kata ” Fiqih” secara bahasa berarti : faham
فَقِهَ – يَفْقَهُ
Menurut istilah, kata “fiqih” bermakna: ilmu yang mempelajari syari’at Islam yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia yang didasarkan pada dalil-dalil al Qur’an dan al Hadits.
B. Pembagian Syari’at Islam
Berkaitan dengan fiqih syari’at Islam bisa dibedakan menjadi dua:
1. Ibadah: Syari’at Islam yang secara khusus mengatur hubungan manusia dengan Allah swt. Misalnya: shalat, puasa, sumpah, menyembelih binatang, berdo’a
2. Mu’amalah: syari’at islam yang mengatur hubungan antar manusia atau dengan lingkungannnya. Misalnya: jual beli, pinjam meminjam, hutang.
C. Sumber hukum islam
Sebagaimana disebutkan dalam pengertian fiqih di atas, maka bisa dipaham bahwa sumber hukum Islam yang utama adalah al Qur’an dan al Hadits. Hadits Rasulullah ini dapat berupa perkataan (sunnah qawliyah), perbuatan (sunnah fi’liyah), maupun ketetapan Rrasulullah (sunnah taqririyah).
A. Taklif (beban kewajiban menjalankan syari’at Islam)
Seseorang dibebani menjalankan syari’at Islam apabila ia telah baligh, yakni bila ia telah mengalami salah satu dari hal berikut ini:
1. Bagi wanita, ia telah mengalami haid/menstruasi
2. Bagi laki-laki, ia telah mengalami mimpi basah
3. Secara umum, ia telah berusia 15 tahun
Ada sebuah hadits yang telah mashur yang menyatakan tentang hal ini:
رفع القلم عن ثلاث: عن الطفل حتى يحتلم و عن النائم حتى يستيقظ و عن المجنون حتى يعقل (ر. أحمد)
Ada tiga kelompok yang terbebas dari kewajiban menjalankan hukum: anak kecil sampai ia dewasa, orang yang tidur hingga ia terbangun, orang gila hingga ia sembuh dari gilanya (HR. Ahmad)
Faidah mempelajari fiqih: agar kita dapat mengetahui secara persis apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa yang dilarang oleh Allah sehingga kita dapat mengerjakan dengan benar.
Hukum-Hukum Fiqih:
Secara umum ada enam macam hukum dalam fiqih:
1. Fardlu/wajib: sesuatu yang harus dikerjakan, apabila ditinggalkan berakibat dosa. Bila kewajiban ini menyangkut setiap individu maka disebut fardlu ‘ain, sedangkanbila menyangkut orang banyak maka disebut fardlu kifayah.
2. Sunnah/mandub: sesuatu yang utama untuk dikerjakan, sehingga mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa.
3. Makruh: sesuatu yang sebaiknya ditinggalkan karena akan diberi pahala dan bila dikerjakan tidak berdosa.
4. Mubah: sesuatu yang boleh dikerjakan boleh pula ditinggalkan, bila diniatkan sebagai kebaikan akan mendapatkan pahala.
5. Haram: Sesuatu yang tidak boleh dikerjakan, bila dikerjakan akan mendatangkan dosa.
6. Halal: sesuatu yang boleh dikerjakan .
BERSAMBUNG >>>
KAJIAN AGAMA PERPEKTIF SOSIAL
Kajian agama dalam perpektif sosial tentu berbeda dengan kajian agama
dalam perpektif agama itu sendiri. Kajian agama (baca Islam) selama ini
telah memiliki ilmunya yang mapan. Misalnya bidang Kepercayaan/Aqidah/Tauhid,
bidang Ibadah murni yang menyangkut hubungan manusia dengan Allah maupun hubungan sesama makhluk, bidang tafsir, bidang hadits, bidang sejarah Islam, bidang tasawuf Islam dengan sgala macam varean aliran pemikiran yang berkembang dalam islam. Kajian ini lebih melihat dari dalam, yang mengkaji terlibat secara emosi dengan Islam, ia sebagai insider.
Berbeda dengan kajian Islam dari sisi sosial, yang lebih melihat fenomena Islam dalam tataran fenomena yang terjadi masyarakat. Kajian ini tidak terlalu menjelaskan detail islam sebagai ajaran yangharus diikuti,Kajian ini lebih menitikberatkan pada pemberian penjelasan menganai fenomena keagamaan yang terjadi dimasyarakat.
Beberapa kajian sosial keagamaan misalnya; Islam dengan fenomena sosial (kebebasan, konflik, kekerasan, kegelisahan,kenakalan remaja)
Islam dengan politi (konlik horisontal, demokrasi, money politik, etika politik, militer).Islam dengan ekonomi (kesenjangan, kemiskinan, globalisasi, industri).
Islam dengan hukum (ketidak adilan, kekerasan , hak asasi,) Islam sebagai sebuah fenomene keberagamaan (pluralisme, formalisme, fundamentalisme,
radikalisme, liberalisme, mistikisme, spiritualisme)
Bahkan secara umum, agama dalam fenomena sosial seringkali agama dipersepsi sebagai (candu sosial, pelarian dari realita, alat politik kekuasaan, penghambat kebebasan berpikir, anti modernitas dan perubahan, keluh kesahkesalahan, legitimasi kekeran dll)
Dalam fenomena sosial, tidak mempertanyakan kebenaran agama sebagai sebuah ajaran yang harus diikuti, tapi menjelaskan pengaruh agama yang terjadi di masyarakat. maka kajiannya sangat terlihat berbeda dengan agama sebagai sebuha ajaran.
Maka kajian ini meletakkan peneliti sebagai outsider dari agama.
ANTARA SMA,SMK DAN MA
Memilih Sekolah
Saat-saat ini, setelah selesai mengikuti UAN, para siswa disibukkan kegiatan mencari sekolah. Banyak sekali tawaran sekolah yang ada. Dari lembaga yang dikelola oleh negara hingga lembaga swasta dalam negeri maupun kerjasama swasta dalam negeri dan luar negeri. Semua menawakan paket sekolah yang menggiurkan, bahkan juga ada sekolah yang tidak begitu dikenal, kalau mau di grade katakanlah grade satu, dua atau tiga. Siswa tinggal memilih.
Secara umum, sekolah menengah di Indonesia diwadahi tiga lembaga yakni SMA (sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan MA ( Madrasah Aliyah). SMA bertujuan diantara menyediakan dan menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi; akademi atau perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah, dan MA, sebagaimana SMA bertujuan untuk mengantarkan siswa memasuki perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi Islam.
Kenyataannya tidak semua lulusan SMA berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena berbagai alasan. Begitu pula dengan lulusan SMK dan MA. Bahkan dari mereka ada yang menjadi pengangguran.
Akhir-akhir ini pemerintah gencar mengiklankan (baca mensosialisasikan) SMK, sebagai sekolah masa depan, SMK bukan sekolah kelas dua, dan arah pendidikan Indonesia ke depan hendak menyetarakan jumlah SMA dan SMK. Maka tidak heran bermunculan iklan sosialisasi SMK di televisi dengan “bintang iklan” dari beberapa orang yang sudah punya nama. Ada seorang sebut saja selebritis pembawa acara yang mengaku lulusan SMK, ada seorang pejabat yang juga mengaku lulusan SMK, bahkan ada seorang direktur dengan anak buah kurang lebih 90 % lulusan SMK.
Itu semua ditujukan untuk membangun citra bahwa SMK bukan sekolah nomor dua sebagai sekolah pencetak tenaga kerja yang mengandlkan otot saja. Tapi dengan iklan itu hendak menonjolkan bahwa lulusan SMK memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh SMA atau MA.
Benarkah demikian, dari iklan itu saja kalau mau dicermati sebenarnya bukan SMK atau tidaknya, saya lebih melihat pada individunya. Bahwa kesuksesan lebih ditentukan pada keuletan, kegigihan seseorang menghadap tantangan. hal ini mengingat secara umum kualitas pendidkan di Indonesia yang sedemikian parah, rasanya sangat kecil kalau semata lembaga sekolah yang menjadikan seseorang sukses.
Banyak juga lulusan SMA atau MA yang juga sukses, kalau di iklan dikatakan bahwa pekerjanya hampir semua lulusan SMK, maka ketika seorang dosen atau rektor yang lulusan SMA dapat saja ia mengiklankan bahwa Universitasnya hampir 90 % lebih lulusan SMA, direktur rumah sakit mengatakan bahwa para karyawannya yang perawat semua lulusan SPK. Nah lho…..
Maka yang paling penting adalah bagaimana kita membenahi pendidikan kita sehingga menghasilkan generasi muda yang siap menyambut tantangan zamannya baik di dunia kerja maupun dunia akademis.
TIPS MENGAJAR
Malam ini waktu googling menemukan situs tentang pengembangan kemam
puan mengajar di kelas. Sebenarnya situs ini menyediakan tips-tips yang sangat
bervareasi bagi guru yang ingin mengembangkan kemampuan mengajaranya,dan tidak hanya terpaku pada apa yang selama ini
diterimanya ketika kuliah dulu di FKIP.
Beberapa tema yang disajikan antara lain adalah:
1. persiapan ketika awal-awal mengajar : cara membuat lingkungan pembelajaran yang paling baik, cara cepat menghapal nama siswa,
ice breaking, game dengan nama siswa
2. Menyiapkan sillabus: maksud dan tujuan sillabus, contoh sillabus dan hal-hal lain yang terkait dengan sillabus
3. Menyiapkan rencana pembelajaran: rencana pembelajaran untuk mencapai
pengajaran yang efektif,contoh form rencana pembelajaran (lesson planning)
4. Teknisk pengajaran: hal-hal pokok tentang pengajaran dan pembelajaran yang efektif,pengajaran yang baik dan lain-lain.
5.Desain pembelajaran kursus
6. Etika profesi untuk seorang guru: integritas akademik, tantangan training/pelatihan dan pengembangan
7. Masalah komunikasi: etnosentrisme, sterotyping, dan lain-lain
8. berpikir kritis
9. dan lain-lain, bagi yang berminat silahkan baca di situsnya:
http://honolulu.hawaii.edu/intranet/committees/FacDevCom/guidebk/teachtip/teachtip.htm
Leave a Comment
Comments (1)
Leave a Comment